
Dihari yang sama pada malam hari. Wei Hong Li dan Qi Xuan sedang makan malam bersama di ruang makan. Seperti hari-hari sebelumnya, keduanya hanya fokus terhadap makanan mereka dan tidak membicarakan apapun.
"Besok teman-temanku akan datang ke kota ini untuk berlibur selama beberapa hari. Apa aku boleh bermain dan menginap di tempat mereka?" tanya Qi Xuan setelah ia selesai memakan makanannya dengan penuh harapan.
Mendengar suara manis wanita yang tiba-tiba dan tidak disangka itu, segala tindakan Wei Hong Li segera terhenti dan ia melihat wanita didepannya dalam diam. Melihat matanya yang berbinar dengan indah untuk yang kedua kalinya, Wei Hong Li hanya bisa menyetujui permintaan wanita itu seperti saat ia menyetujui permintaannya untuk melakukan pernikahan kontrak yang tidak pernah ia pikirkan sekali pun.
Alasan yang Wei Hong Li miliki sangat sederhana, yaitu karena mata Qi Xuan mengingatkan dirinya dengan mata satu-satunya wanita yang pernah ia tiduri 5 tahun yang lalu. Satu-satunya wanita yang terus ia cari nama dan keberadaannya.
"Terima kasih. Aku kembali ke kamarku dulu" ucap Qi Xuan dengan bahagia berdiri lalu berjalan pergi naik ke lantai atas menuju ke kamarnya sendiri.
Melihat semua hal itu dari belakang, Wei Hong Li tanpa sadar menaikkan sudut bibirnya membentuk senyuman kecil.
"Nyonya Muda sangat imut kan Tuan Muda?" ucap Bibi Xiu menggoda Wei Hong Li saat ia melihat senyumannya yang sangat jarang terlihat itu.
"Aku akan kembali bekerja" ucap Wei Hong Li dengan santai mengalihkan pembicaraan lalu berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Bibi Xiu.
"Oke" jawab Bibi Xiu sambil tersenyum.
Keesokan harinya.
"Li, Bibi aku pergi dulu ya" ucap Qi Xuan dengan bersemangat saat ia berjalan pergi melewati ruang makan.
"Tunggu sebentar Nyonya Muda, bagaimana jika anda sarapan dengan Tuan Muda terlebih dahulu?" tanya Bibi Xiu mencoba menahan Qi Xuan pergi.
"Aku akan sarapan bersama teman-temanku" jawab Qi Xuan tanpa berhenti dan terus berjalan pergi.
"Apa Tuan Muda tidak pergi bersama Nyonya Muda?" tanya Bibi Xiu penasaran.
"Tidak" jawab Wei Hong Li dengan santai sambil terus memakan makanannya.
"Apa Tuan Muda tidak mau berkenalan dengan teman-teman Nyonya Muda?" tanya Bibi Xiu.
"Untuk apa?" tanya Wei Hong Li bingung.
"Tentu saja untuk mengenal Nyonya Muda lebih dalam" jawab Bibi Xiu dengan bersemangat.
Disisi lain, Qi Xuan langsung berjalan masuk ke dalam mobil ferrari milik Wei Hong Li yang telah dipinjamkan padanya lalu melaju cepat disepanjang jalan beraspal. Setelah mengemudi selama 45 menit, Qi Xuan akhirnya sampai di area perumahan kelas atas yang bernama Dawn Cluster.
Dikota X ini, Dawn Cluster merupakan area perumahan kelas atas yang paling cepat selesai dibangun yaitu hanya memakan waktu kurang dari 1 bulan. Tidak hanya memiliki danau buatan dengan kecantikan alam yang memukau, penjagaan di area permukiman ini juga sangat canggih dan ketat. Villa yang didirikan juga terlihat sangat megah dan elegan. Selain villa utama, disediakan juga kolam renang dan gazebo di setiap villanya.
Karena merupakan area permukiman kelas atas yang memakan banyak lahan, bangunan yang ada di Dawn Cluster hanya ada 12 buah. Sebuah gedung olahraga, sebuah gedung serba ada, sebuah gedung khusus parkir kendaraan dan 9 buah villa pribadi.
Qi Xuan memberhentikan mobilnya di depan pintu villa nomor 5 dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan santai seperti masuk ke dalam rumahnya sendiri.
"Sis" teriak seorang wanita muda yang sedang berlari keluar dengan bahagia dan bersemangat.
"Risty" sambut Qi Xuan memeluk kembali wanita muda yang bersikap sangat manja itu.
Wanita muda itu adalah adik angkat Rara yang bernama Cristyela. Rara sudah menyayangi Risty seperti adik kandungnya sendiri semenjak ia masih bayi dan Risty juga selalu menyukai Rara melebihi siapapun bahkan orang tua kandungnya sendiri.
"Aku sangat merindukanmu Sis. Kapan kita bisa kembali seperti dulu lagi?" tanya Cristyela dengan mata berwarna peachnya yang penuh harapan.
"Baiklah. Aku akan menunggu" ucap Cristyela sedih.
"Dimana Vin dan Lyn?" tanya Qi Xuan penasaran.
"Setelah sampai di tempat ini, mereka dengan bersemangat bilang kalau mereka ingin menjelajahi tempat ini. Mungkin karena ini pertama kalinya mereka berada di tempat yang asing" jawab Cristyela sambil tersenyum.
"Mommy" teriak dua pria kecil dengan bersemangat berlari masuk dari luar.
Mendengar suara kekanakan yang tidak asing itu, Qi Xuan segera berbalik untuk menyambut kedua putranya dengan pelukan hangat. "Babies, Mommy sangat merindukan kalian" ucap Qi Xuan sambil mencium pipi kedua putranya bergantian.
"Kami juga merindukan Mommy" ucap kedua pria kecil itu secara bersamaan mencium balik Qi Xuan.
"Apa kalian sudah selesai berkeliling? Bagaimana? Apa kalian suka tinggal disini?" tanya Qi Xuan penasaran.
"Kami suka asalkan ada Mommy" jawab Rouvin jujur yang juga disetujui Rozlyn dengan anggukan.
Mendengar hal itu, Qi Xuan merasa terharu dan ia mencium kedua putranya dengan bersemangat.
"Kamu sudah datang. Ayo sarapan dulu" ucap Samuel yang baru saja datang dari ruang makan.
"Oke Bro" angguk Qi Xuan lalu menggandeng kedua putranya masuk ke dalam ruang makan.
Didalam ruang makan, Samuel sudah menyiapkan semua peralatan makan di atas meja dan saat mereka semua tiba, secara bersamaan Ashelyn sudah menghidangkan semua masakan yang telah ia buat di atas meja juga.
"Pas sekali. Ayo makan" ucap Ashelyn sambil melepas celemeknya.
"Ayo duduk Sis. Kita sudah sangat lama tidak makan bersama" ucap Cristyela dengan bahagia.
Qi Xuan mengangguk sambil membantu kedua putranya duduk lalu setelahnya ia duduk sendiri dan bertanya dengan penasaran "Dimana Niel?".
"Tidur" jawab Samuel singkat. "Dia terlalu gugup sampai tidak bisa tidur di dalam pesawat" lanjutnya dengan santai menjelaskan.
"Kenapa?" tanya Qi Xuan bingung.
"Tentu saja itu karena dia khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap kedua putramu jika ia lalai sebentar saja" jelas Samuel dengan serius.
"Benarkah?" tanya Qi Xuan tidak percaya.
"Mm..." angguk Cristyela. "Dia bahkan memaksakan dirinya untuk tidur sebelum berangkat kesini" lanjutnya dengan serius.
"Benarkah?" tanya Qi Xuan sambil menatap Ashelyn dengan penasaran.
"Mm... Kamu bisa bertanya pada kedua putramu jika masih tidak percaya" ucap Ashelyn santai.
"Tidak perlu. Aku percaya sekarang" ucap Qi Xuan dengan senang hati. "Sepertinya aku sudah bisa mulai menugaskannya sebagai pemimpin tim pengawalan pribadi Vin dan Lyn" lanjutnya bahagia.
"..." semua orang terdiam.