
Waktu dimulainya acara sudah hampir lewat dari 10 menit namun masih belum ada tanda-tanda akan dimulainya acara sama sekali. Karena itu, semua pegawai termasuk para petinggi dan mitra bisnis semua saling berdiskusi tentang siapa sebenarnya dua orang yang berani membuat keluarga Wei ini menunggu begitu lama dengan penasaran.
"Ayo cepat, Kakek" ucap Qi Xuan sambil menarik tangan Tetua Qi dengan tergesa-gesa masuk ke dalam lift.
"Untuk apa kamu begitu tergesa-gesa. Kita pasti sudah terlambat" ucap Tetua Qi dengan malas.
"Itu semua karena Kakek terus sengaja mengulur waktu" jawab Qi Xuan kesal.
"Bukankah kamu tidak ingin mengumumkan tentang pernikahanmu dengan Li? Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?" tanya Tetua Qi dengan penasaran.
"Mau bagaimana lagi. Aku juga tidak mau tapi aku merasa tidak nyaman untuk menolak bujukan mereka terus menerus" jawab Qi Xuan lelah.
"Kenapa kamu tidak merasa begitu saat berbicara dengan Kakekmu sendiri?" tanya Tetua Qi marah.
"Itu karena Kakek adalah keluargaku. Orang yang akan terus bersamaku bagaimanapun keadaanku. Berbeda dengan mereka yang hanya keluarga keduaku" jelas Qi Xuan marah.
Mendengar hal itu, suasana hati Tetua Qi menjadi lebih baik. Berbanding terbalik dengan sifat malasnya tadi saat di awal, sekarang ia dengan bersemangat membawa Qi Xuan masuk ke dalam aula acara.
Kemunculan Tetua Qi dan Qi Xuan mendapatkan banyak perhatian dari orang-orang. Melihat mereka yang memakai baju cheongsam berwarna merah maroon terus berjalan masuk menuju meja utama yang diduduki oleh keluarga Wei, semua orang berdiskusi dengan penuh rasa penasaran tentang identitas keduanya.
"Maaf, kami terlambat" ucap Qi Xuan dengan nada bersalah sambil duduk dikursinya.
"Tidak apa" ucap Wei Hong Li dengan tenang lalu menginstruksikan Asisten Liu untuk segera memulai acaranya.
Melihat hal itu, fokus semua orang langsung teralihkan ke arah pria diatas panggung.
"Kakek Jenderal Besar. Aku tidak menyangka kalau anda benar-benar akan datang" ucap Wei Xiu Huan dengan santai saat melihat Tetua Qi.
"Benar sekali. Padahal aku selalu mengundangmu disetiap acara yang aku buat tapi kamu dengan dinginnya selalu menolakku. Sekarang hanya karena cucu perempuanmu datang kamu sampai hadir tanpa perlu di undang" ucap Tetua Wei mengejek.
"Benar. Apa kamu takut kami tidak bisa menjaganya dan membiarkannya ditindas?" tanya Nyonya Tua Wei.
"Aku hanya tidak suka kalian memonopoli cucu kesayanganku" jawab Tetua Qi dengan kesal.
"Bagaimanapun juga sekarang cucu kesayanganmu sudah bermarga Wei" ucap Tetua Wei bangga.
Melihat ekspresi gelap Kakeknya, Qi Xuan segera melihat Wei Hong Li dan berusaha mengganti topik pembicaraan "Li, apakah kamu sengaja mengundur waktu mulainya acara untukku?".
"Iya" jawab Wei Hong Li menangkap kode yang di berikan oleh Qi Xuan. "Aku takut kamu penasaran sampai tidak bisa tidur nanti malam" lanjutnya bercanda.
"Mana mungkin aku seperti itu" Jawab Qi Xuan percaya diri. "Kamu pasti takut kalau aku tidak memperbolehkanmu untuk tidur di atas kasurku bukan?" lanjut Qi Xuan menggoda Wei Hong Li.
"Apa kamu lupa kalau kasurmu itu adalah kasurku juga?" ucap Wei Hong Li menggoda Qi Xuan balik.
"Cukup" ucap Wei Xiu Huan dengan kesal. "Kalian bisa melanjutkan percakapan kalian dikasur kalian nanti malam. Sekarang tolong fokus ke acaranya saja oke?" lanjutnya dengan marah.
Melihat tingkah lakunya itu, semua orang yang ada dimeja itu tertawa kecuali orang yang bersangkutan.
Meskipun orang-orang yang berada di sekitar mereka tidak bisa mendengar isi percakapan mereka tapi suasana hangat dan harmonis sebuah keluarga dapat terlihat dengan jelas dimata mereka.
Setelah Asisten Liu menyelesaikan pidato pembukaannya, ia segera mengundang Wei Hong Li untuk naik keatas panggung.
Namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya ia naik keatas panggung sendirian, sekarang ia naik keatas panggung menggandeng tangan seorang wanita. Melihat hal itu, semua orang langsung terdiam dan menatap keduanya yang mengenakan pakaian dengan warna serasi dengan tidak percaya.
"Hari ini aku ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian semua" ucap Wei Hong Li dengan tenang lalu berdiri saling berhadapan dengan Qi Xuan ia berkata "Seseorang itu adalah wanita cantik yang berdiri didepanku saat ini. Dia adalah istriku. Nyonya Muda Wei saat ini. Namanya Xuan".
"..." semuanya diam.
Wei Hong Li mengabaikan hal itu dan membawa Qi Xuan turun dari panggung.
Melihat hal itu, semua orang lalu mulai bertepuk tangan dengan meriah sambil memiliki satu pikiran yang sama di dalam kepala mereka.
"Begitu saja? Singkat sekali".
Melihat keduanya duduk kembali di kursi mereka, Wei Xiu Huan langsung berkomentar dengan datar.
"Adik Ipar, ekspektasimu saja yang terlalu tinggi" ucap Qi Xuan sambil tertawa.
Merasa kalau ucapan Qi Xuan sangat tepat, Wei Xiu Huan lalu dengan canggung berkata "Sepertinya begitu".
Melihat bahwa keluarganya yang lain juga setuju, Wei Hong Li terdiam dan tidak dapat berkata-kata.
Para pelayan mulai menghidangkan makanan dan minuman. Setelahnya acara makan malam bersama pun dimulai.
Melihat Qi Xuan sedang menikmati rasa wine di gelasnya, Wei Xiu Huan lalu bertanya dengan nada bersemangat dan penuh harapan.
"Kakak Ipar, ayo lomba menebak nama alkohol hanya dengan mencicipi rasanya denganku"
"..." Qi Xuan menatap Wei Xiu Huan dengan tatapan bingung. 'Apaan ini tiba-tiba?' ucapnya dalam hati.
"Yang kalah harus menuruti tiga permintaan yang menang" ucap Wei Xiu Huan dengan bangga mengumumkan.
"Oke" jawab Qi Xuan merasa tertarik.
Mendapatkan persetujuan dari Qi Xuan, Wei Xiu Huan sangat senang. Ia langsung memerintahkan seorang pelayan untuk mempersiapkan semua jenis alkohol terbaik untuk permainan mereka.
Pelayan yang mendapatkan perintah itu langsung berlari ke arah manajernya dengan bersemangat. Manajer yang mendengar pesanan Wei Xiu Huan dari pelayan itu juga langsung dengan bersemangat pergi mengajak beberapa pelayan lagi untuk mengambil berbagai alkohol di gudang mereka.
Setelah menunggu selama 10 menit. Berbagai alkohol yang dibawa oleh Manajer dan para pelayan telah tiba di hadapan Wei Xiu Huan.
Wei Xiu Huan langsung menjelaskan tentang aturan permainannya kepada Manajer dan Manajer yang pintar langsung mengerti dan menyuruh beberapa pelayan lagi untuk menyediakan berbagai keperluan.
Peraturan permainan yang dibuat oleh Wei Xiu Huan sangat sederhana namun juga sangat terperinci.
Pertama, pelayan akan menyajikan segelas alkohol kepada kedua pemain yang hanya manajer sebagai wasit yang mengetahui nama dari alkohol tersebut.
Kedua, pemain hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk menebak nama alkohol yang mereka minum. Setelah mengetahuinya, pemain bisa menuliskan jawaban mereka di kertas yang telah disediakan dan diserahkan kepada manajer.
Ketiga, jika jawaban yang ditulis benar maka pemain tersebut akan mendapatkan 10 point dan jika salah maka pemain tersebut harus meminum satu gelas penuh alkohol tersebut. Permainan akan berakhir setelah salah satu dari pemain berhasil mendapatkan 100 point.