
Di depan pintu Life Restaurant yang terlihat jelek dan kotor.
"Kalian yakin?" tanya Daniel sekali lagi.
"Buka pintunya" ucap Qi Xuan.
"Oke" ucap Daniel menyerah lalu membukakan pintu restoran tersebut.
Disisi lain, bandara kota X.
Sekelompok pengawal dengan logo "ALF" di dada kiri mereka sedang mengawal seorang pria tua yang terlihat sangat rapi dan berwibawa.
"Dimana dia sekarang?" tanya pria tua.
"Nona Muda sedang berada di Life Restaurant bersama kedua Tuan Kecil" jawab kepala pengawal.
"Apakah kamu tidak memberitahunya tentang kedatanganku?" tanya pria tua itu sedikit kesal.
"Sudah Tuan" jawab kepala pengawal tegas. "Nona Muda meminta anda untuk fokus pada rencana perusahaan terlebih dahulu" lanjutnya melaporkan.
"Apa-apaan dia!" teriak pria tua itu marah. "Apakah makan siang bersama sekali setelah sekian lama begitu sulit? Padahal dia tidak tertarik sama sekali pada perusahaannya hingga masih memaksaku yang sudah tua ini terus bekerja menggantikannya" lanjutnya dengan kesal.
"..." para pengawal diam.
"Pergi ke perusahaan itu terlebih dahulu" ucap pria tua itu dengan kesal.
"Baik Tuan" angguk kepala pengawal patuh.
Setelah 1 jam perjalanan, pria tua itu akhirnya tiba di Wei Yi Corp. Bersama dengan para pengawalnya, ia berjalan masuk dan disambut oleh asisten Liu.
"Selamat datang Wakil CEO Cristian" sambut asisten Liu hormat bersamaan dengan beberapa sekretaris lainnya.
"Dimana CEO Wei?" tanya Cristian sinis.
"CEO Wei sedang menunggu Wakil CEO Cristian di ruangannya. Mohon izinkan saya untuk mengantar anda semua" ucap asisten Liu dengan sopan.
"Oke" jawab Cristian setuju.
Sambil berjalan masuk bersama, Cristian terus mengamati sekelilingnya diam-diam tanpa disadari oleh siapapun. Melihat para wanita mengenakan pakaian yang rapi dan sopan, Cristian merasa puas.
'Tidak buruk. Awas saja jika kamu berani selingkuh dari Rara. Aku akan pastikan perusahaan kecilmu ini menghilang dari muka bumi dalam semalam' batin Cristian.
Sesampainya di depan ruangan CEO. Asisten Liu dengan sopan mempersilahkan Cristian masuk dan berkata "Silahkan masuk Wakil CEO Cristian".
"Selamat datang Wakil CEO Cristian. Maafkan saya karena sudah lancang tidak menyambut anda di luar dan malah membuat anda sendiri yang mendatangi saya ke sini" ucap Wei Hong Li dengan sopan.
"Tidak masalah. Kamu pasti sibuk juga. Ayo cepat selesaikan pekerjaan kita lalu kembali beristirahat" ucap Cristian sambil tersenyum kecil.
Setengah jam kemudian.
"Proposal yang bagus. Apa aku bisa bertemu dengan pembuat proposal ini?" tanya Cristian.
"Tentu" angguk Wei Hong Li setuju. "Panggil Manajer Lin ke sini" perintahnya pada Asisten Liu.
"Oke" jawab Asisten Liu patuh lalu berjalan pergi.
Setelah Asisten Liu keluar dari ruangan, Cristian mengisyaratkan para pengawalnya untuk pergi dan meninggalkan mereka berdua.
"???" Wei Hong Li bingung.
"Apa kita bisa berbicara tentang masalah pribadi sebentar, CEO Wei?" tanya Cristian dengan ramah.
"Tentu" angguk Wei Hong Li setuju.
Wei Hong Li diam selama beberapa detik lalu mengangkat tangan kirinya, ia berkata "Aku baru saja menikah beberapa minggu yang lalu".
"Benarkah? Sayang sekali. Padahal aku ingin menjodohkanmu pada putriku" ucap Cristian pura-pura kecewa.
Mendengar ucapannya, Wei Hong Li tersenyum kecil dan berkata "Sepertinya kami tidak berjodoh".
"Padahal aku memiliki istri yang sangat cantik, baik dan juga elegan tapi kenapa aku memiliki putri yang sangat nakal dan sulit diatur sampai dirinya saja selalu bisa membuatku khawatir dan sakit kepala setiap hari" omel Cristian tiba-tiba dengan kesal.
"..." Wei Hong Li diam dan tidak berkata apa-apa.
"Padahal aku sudah mengajarinya semua hal yang aku bisa dan dia butuhkan untuk menjadi seorang penerus agar aku bisa beristirahat dengan tenang menikmati masa tuaku bersama cucu-cucuku yang imut tapi dia malah tidak peduli denganku dan terus menyuruhku untuk bekerja sampai sekarang" ucap Cristian dengan sedih.
"Sepertinya anda sangat kerepotan dengannya Wakil CEO Cristian" ucap Wei Hong Li turut prihatin.
"Mm..." angguk Cristian setuju. "Hidupnya juga sulit. Orang tua kandungnya meninggal saat dia berumur 7 tahun dan sejak saat itu dia harus menjalani hidup tidak seperti anak seusianya yang lain demi menjadi penerus keluarganya" lanjutnya dengan sedih.
Setelah diam selama beberapa detik, ia pun melihat Wei Hong Li dengan senyum kecil dan mata penuh harapan lalu berkata "Sekarang aku hanya berharap dia bisa menemukan pasangan yang baik dan selalu ada untuknya lalu membentuk sebuah keluarga kecil yang bahagia untuk selamanya".
"Aku harap juga begitu" angguk Wei Hong Li sambil tersenyum kecil.
"Tuan, mereka sudah disini" ucap kepala pelayan melaporkan dari luar.
Mendengar hal itu, Cristian segera menyingkirkan semua emosinya dan kembali menjadi Wakil CEO yang dingin dan tegas.
"Masuk" ucap Cristian dengan tenang.
Kembali ke sisi Qi Xuan.
"Aku sudah kenyang Mommy" ucap Rouvin yang sudah merebahkan dirinya di sandaran kursi sambil mengelus perutnya yang mulai buncit.
"Aku juga" susul Rozlyn bersama.
"Mommy juga" angguk Qi Xuan sambil merebahkan dirinya.
"Tempat ini adalah restoran terenak yang pernah aku datangi selama ini" ucap Daniel dengan bahagia lalu lanjut makan dengan bersemangat.
"Setuju" ucap yang lainnya disaat yang bersamaan.
"Terima kasih atas makanannya Chef" ucap Samuel sambil tersenyum kecil kepada seorang pria muda yang mengenakan pakaian koki.
"Aku yang harusnya berterima kasih karena kalian sudah datang dan mencoba makananku" ucap sang koki dengan bahagia dan sangat bersyukur.
"Bagaimana jika kamu menjadi koki pribadi di rumah kami saja?" tanya Ashelyn tiba-tiba.
Mendengar hal itu, Qi Xuan segera menatap Ashelyn dalam dan penuh pertanyaan lalu berkata "Sis?".
"Kenapa tidak?" tanya Ashelyn bingung. "Masakan yang ia buat pasti akan sangat membantuku dalam memenuhi semua selera tinggi yang kalian miliki" lanjutnya sambil tersenyum meyakinkan.
Mendengar hal itu, Qi Xuan mulai merasa sakit kepala dan berkata dengan marah "Aku juga tau hal itu tapi untuk apa? Dia tidak akan mungkin bisa bertahan".
"Kita harus mencobanya dulu untuk tau tentang hal itu" ucap Ashelyn tidak mau mengalah.
"Brak" Qi Xuan memukul kuat meja di depannya dengan marah sambil berdiri dan berkata "Aku tidak akan pernah menyetujui hal ini" lalu berjalan pergi.
Melihat hal itu, otak semua orang tiba-tiba berhenti selama beberapa detik dan hanya menyaksikannya.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Samuel yang paling awal tersadar dengan khawatir kepada Ashelyn.
Ashelyn menggelengkan kepalanya dan hujan mulai turun dari kedua matanya.
Melihat hal itu, Samuel segera memeluk Ashelyn dengan erat lalu mencium keningnya dan berkata "Tidak apa. Jangan menangis. Semua akan baik-bail saja nanti".