Secrets

Secrets
17. Rouvin dan Rozlyn (2)


Setelah pergi bermain ke berbagai tempat dengan Qi Xuan dan para bawahannya yang lain selama enam hari berturut-turut.


Rouvin dan Rozlyn yang awalnya merasa tidak nyaman karena harus bertemu dengan banyak orang asing yang tidak mereka kenal akhirnya menjadi lebih terbiasa mengabaikan mereka.


Setelah Qi Xuan menunjuk Daniel sebagai pemimpin tim pengawalan pribadi mereka dan mengizinkan mereka untuk berpergian sesuka hati mereka di mall, Rouvin dan Rozlyn yang merasa dibebaskan mulai berani untuk keluar dari zona aman yang dibentuk oleh Qi Xuan dan juga orang-orang yang berada disekitar mereka.


Dimulai dari keluar dari pintu gerbang Dawn Cluster, mereka mulai menjelajahi daerah-daerah yang ada disekitarnya dan menjadi lebih jauh lagi dengan izin dan pengawasan langsung dari Daniel dan Cristyela serta para bawahan lain yang mengawasi dari jauh agar tidak terlalu menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka.


{Gawat Niel. Kita harus segera kembali. Aku baru saja melihat mobil Rara sedang melewati jalan ini menuju ke Dawn Cluster} terdengar suara Bryan melaporkan dengan panik dari jarak jauh menuju airpod Daniel.


"Apa!?" teriak Daniel terkejut lalu melihat ke arah Cristyela yang menganggukkan kepalanya mengerti.


"Vin, Lyn bagaimana kalau kita kembali sekarang? Rara pasti akan khawatir jika dia tidak melihat kalian saat datang nanti" ucap Cristyela membujuk.


"Mommy akan datang?" tanya Rozlyn bersemangat.


"Aku dengar Sis Rara sedang dalam perjalanan" jawab Cristyela mengangguk.


"Benarkah? Kalau begitu Aunty Risty cepat suruh Mommy untuk bertemu kami disini" ucap Rouvin.


"Sepertinya itu tidak bisa" ucap Cristyela ragu. "Sis Rara harus menyelesaikan pekerjaannya dengan Bro Sam dahulu" lanjutnya sambil tersenyum canggung.


"Kalau begitu kami akan kembali setelah Mommy menyelesaikan pekerjaannya" ucap Rouvin lalu lanjut jalan-jalan dengan Rozlyn.


"Tidak bisa. Ayo kembali sekarang" ucap Daniel melangkah maju untuk menggendong keduanya.


"Vin, Lyn" suara Qi Xuan terdengar dari belakang dan membuat Daniel serta Cristyela terdiam.


"Mommy" panggil kedua pria kecil itu dengan bersemangat lari ke pelukan Qi Xuan.


"Apa yang kalian lakukan disini Babies" tanya Qi Xuan penasaran.


"Jalan-jalan" jawab Rozlyn bersemangat.


"Apakah pekerjaan Mommy sudah selesai?" tanya Rouvin bingung.


"Mm..." angguk Qi Xuan. "Mommy tidak ada kerjaan hari ini" lanjutnya sambil tersenyum.


"Kalau begitu ayo kita jalan-jalan bersama Mommy" ucap Rozlyn bersemangat menggenggam tangan Qi Xuan.


"Oke" angguk Qi Xuan lalu berdiri dan berjalan pergi sambil menggandeng tangan Rouvin dan Rozlyn mengabaikan kedua orang yang masih terdiam di belakang.


'Tamat sudah hidupku' ucap Daniel dalam hati.


Setelah berjalan-jalan sebentar, Qi Xuan dan yang lainnya masuk ke dalam sebuah restoran.


"1 ruang VIP untuk 50 orang" ucap Qi Xuan kepada resepsionis muda dan cantik dibelakang meja.


"Maaf? Bisa diulangi sekali lagi?" ucap resepsionis berusaha tidak memperlihatkan kebingungannya.


"Aku pesan 1 ruangan VIP untuk 50 orang sekarang" ucap Qi Xuan dengan perlahan dan pasti.


"Baik. Mohon tunggu sebentar" ucap resepsionis dengan sopan lalu berjalan masuk untuk mencari manajernya.


Alasan sang resepsionis melakukan hal itu sangat sederhana yaitu karena dia merasa ragu untuk membukakan Qi Xuan yang datang dengan berjalan kaki bersama para bawahannya sebuah ruangan.


Sang resepsionis takut jika mereka hanya memiliki penampilan yang baik saja tapi tidak mampu untuk membayar makanan mereka nantinya.


Setelah 15 menit menunggu, sang resepsionis akhirnya kembali dengan seorang manajer muda.


"Maaf. Saat ini semua ruangan kami sudah terisi penuh jadi silahkan pergi" ucap manajer muda sambil tersenyum.


"Penuh?" tanya Qi Xuan bingung.


"Baiklah. Kalau begitu cari tempat terdekat lainnya" ucap Qi Xuan sambil melihat Daniel.


"Kalau begitu saya permisi" ucap manajer lalu berjalan pergi.


"Maaf ya nona-nona dan tuan-tuan semuanya" ucap sang resepsionis dengan sopan dan hormat sambil membungkuk. "Jika kalian mengizinkan, saya ingin merekomendasikan sebuah restoran yang enak di dekat sini" lanjutnya sambil tersenyum dan sedikit berharap.


"Dimana?" tanya Qi Xuan sedikit penasaran.


"Life Restaurant yang berada di seberang sana" ucap sang resepsionis sambil melihat dan menunjuk ke arah restoran itu berada.


"Life?" tanya Qi Xuan bingung karena nama restoran yang ia datangi sekarang bernama Live Restaurant.


"Kamu bercanda kan?" tanya Daniel dengan nada tidak percaya saat melihat restoran yang ditunjuk oleh sang resepsionis. "Kamu menyuruh kami untuk makan di tempat yang kotor dan jelek itu?" lanjutnya marah sambil menatap tajam sang resepsionis.


"Itu hanya tampilan luarnya saja. Saya bisa jamin kalau didalamnya itu rapi dan bersih" jawab sang resepsionis yakin.


"Tidak perlu. Kita cari restoran lain saja Rara" ucap Daniel tegas.


"Tidak. Kita akan kesana" ucap Qi Xuan yakin.


"Apa?!" teriak Daniel terkejut.


"Terima kasih atas sarannya Feifei. Kami akan pergi mencobanya" ucap Qi Xuan sambil tersenyum.


"Sama-sama" jawab Feifei dengan wajah merona dan malu-malu setelah beberapa detik terdiam.


"Ayo pergi" ucap Qi Xuan sambil berjalan pergi dengan kedua putranya.


"Apa kamu benar-benar akan membiarkan Vin dan Lyn makan di tempat yang kotor seperti itu?" tanya Daniel yang mengikuti dari belakang masih tidak percaya dengan perkataan Qi Xuan.


"Apa kalian keberatan Babies?" tanya Qi Xuan.


"Tidak. Kami akan mengikuti Mommy" jawab Rouvin dan Rozlyn tidak keberatan sama sekali.


"Kamu dengar kan Niel" ucap Qi Xuan sedikit acuh.


"Astaga. Bisa gila aku" ucap Daniel frustasi. "Apa kamu tidak masalah Risty?" tanyanya kesal.


"Mm... Aku akan mengikuti keinginan Sis" jawab Cristyela santai.


Melihat keharmonisan mereka dari belakang, Feifei tersenyum. 'Aku harap aku bisa memiliki teman seperti itu juga di masa depan' ucapnya dalam hati.


"Terima kasih untuk makanannya Xie Tian" ucap Song Yue Ying sambil tersenyum.


"Sama-sama Nona Song. Silahkan datang lagi" ucap Xie Tian sang manajer dengan sopan dan hormat.


"Mm..." angguk Song Yue Ying lalu berjalan keluar.


"Hati-hati dijalan Nona" ucap Xie Tian sambil tersenyum.


Setelah mobil Song Yue Ying pergi, Feifei bertanya dengan penasaran "Pak, kenapa Bapak bilang kalau ruangan kita sudah penuh?".


"Tentu saja agar penipu-penipu itu bisa pergi dari sini" jawab Xie Tian dengan santai sambil berjalan masuk.


"Penipu?" tanya Feifei tidak mengerti.


"Iya. Untung saja ada Nona Song. Dia memberitauku kalau mereka itu adalah sekelompok orang yang datang untuk makan enak dengan menggunakan jasa pekerjaan kasar selama beberapa hari untuk membayar tagihannya" jelas Xie Tian santai.


"Benarkah?" tanya Feifei tidak percaya. "Tapi penampilan mereka tidak terlihat seburuk itu" lanjutnya yakin.


"Tentu saja. Mereka harus terlihat seperti pelanggan pada umumnya dulu agar kita mau menerima dan melayani mereka makan" jelas Xie Tian lagi yakin.