Secrets

Secrets
4. Menghadiri Acara Ulangtahun Perusahaan


"Xuan" panggil Wei Hong Li dengan lembut dan penuh kasih sayang sambil berjalan mendekat ke arah Qi Xuan.


"Apa pembicaraanmu dengan Kakek dan Papa sudah selesai?" tanya Qi Xuan penuh perhatian.


"Mm..." gumam Wei Hong Li sambil duduk di kursi kosong sebelah Qi Xuan.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Qi Xuan penasaran.


"Kakek ingin kita mengungkapkan hubungan kita di acara ulangtahun perusahaan tahun ini" jawab Wei Hong Li jujur.


"Apa!?" jawab Qi Xuan terkejut. "Aku tidak mau Li" lanjutnya dengan wajah memelas dan manja pada Wei Hong Li.


Melihat Qi Xuan yang sangat bersikeras, Nyonya Tua Wei bertanya dengan penasaran "Bisakah kamu memberitahu Nenek alasan kamu tidak ingin mengumumkan hubungan kalian?".


"Aku malu" jawab Qi Xuan jujur.


"Malu kenapa?" tanya Nyonya Wei penasaran.


"Meskipun Li adalah putra sulung keluarga Wei dan sudah sewajarnya ia menjadi CEO berikutnya di perusahaan kalian tapi dia tidak hanya menunggu dalam diam melainkan terus bekerja keras sampai akhirnya ia menjabat sebagai seorang CEO berkat kepandaian dan keahliannya sendiri. Selain itu ia juga sangat tampan sampai-sampai selalu menjadi suami nomor 1 yang dipilih oleh para wanita" jelas Qi Xuan sambil menatap Wei Hong Li dengan kagum.


"Karena itu, bagaimana bisa aku yang hanya cucu perempuan Jenderal Qi yang tiba-tiba muncul ini akan diakui. Aku takut aku terlalu tidak pantas untuk bisa mendampingi Li" lanjut Qi Xuan sedih.


"Bagaimana mungkin" ucap Tetua Wei yang baru saja tiba dengan Tuan Wei kesal. "Kamu adalah satu-satunya cucu menantu yang kami akui" lanjutnya mengumumkan dengan tegas.


"Benar. Bagaimana bisa kamu membandingkan statusmu yang merupakan cucu perempuan satu-satunya Jenderal Besar Qi dengan status orang biasa lainnya" lanjut Nyonya Tua Wei serius.


"Benar. Jangan merendahkan dirimu sendiri lagi. Kamu adalah satu-satunya Nyonya Muda Wei saat ini" ucap Nyonya Wei membujuk.


"Benar. Datang dan tunjukkanlah pada semua orang bahwa kamu adalah Nyonya Muda Wei" ucap Tuan Wei serius.


Mendengar semua bujukan itu, Qi Xuan hanya bisa menatap Wei Hong Li dengan tatapan cemas dan meminta bantuan.


Melihat hal itu, Tetua Qi menatap Wei Hong Li dengan tajam dan berkata "Mulai sekarang kamu harus membawa Xuan di setiap acara yang kamu hadiri agar dia terbiasa sebagai Nyonya Muda Wei".


Mendengar hal itu, Qi Xuan terdiam lalu melihat Wei Hong Li dengan penasaran menunggu jawabannya.


"Tentu. Jika Xuan mau" jawab Wei Hong Li santai.


"..." Qi Xuan menatap Wei Hong Li dengan tatapan tidak percaya. 'Beraninya pria ini membebankan semuanya padaku' teriak Qi Xuan dalam hati.


"Baiklah" jawab Qi Xuan menyerah. "Sebagai Istri tercintanya aku akan terus menemaninya di situasi apapun" lanjutnya mengumumkan dengan senang.


"Bagus sekali" ucap Nyonya Tua Wei senang.


"Karena Li sibuk bekerja, ayo kita pergi mencari gaun malam bersama" ucap Nyonya Wei dengan bersemangat.


"Oke" angguk Qi Xuan dengan senang hati setuju.


"..." Wei Hong Li terdiam.


Di hari acara ulangtahun perusahaan.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Asisten Liu yang sedang menunggu di ruang kerja CEO.


"Ayo berangkat" ucap Wei Hong Li yang baru saja keluar dari kamar disebelah ruang kerjanya.


Tidak seperti hari-hari biasanya Wei Hong Li selalu mengenakan setelan berwarna hitam, saat ini ia mengenakan setelan berwarna merah maroon.


"Apa kita akan menjemput istrimu dulu?" tanya Asisten Liu sambil mengikuti Wei Hong Li.


"Tidak perlu" jawab Wei Hong Li singkat sambil membuka pintu ruang kerjanya dan keluar.


Diluar ruangan, tidak terlihat satu pegawai pun yang masih bekerja karena khusus dihari acara perayaan ulangtahun perusahaan setiap tahun Wei Hong Li memperbolehkan para pegawai hanya bekerja setengah hari agar mereka bisa terlihat lebih baik saat hadir di pesta perayaan nanti malam.


Meskipun ini adalah acara perayaan ulangtahun perusahaan. Pesta ini tidak hanya mengundang semua pegawai perusahaan saja melainkan juga mengundang semua pemegang saham perusahaan dan juga semua partner bisnis perusahaan.


Di salah satu hotel paling besar dan mewah di kota X, Mega Wonderful Hotel.


Para pegawai yang telah merias diri mereka sebaik mungkin sudah hampir memenuhi setengah aula. Bagi mereka acara ini adalah kesempatan emas untuk mereka memiliki lebih banyak kenalan orang hebat agar kehidupan mereka kedepannya lebih mudah dan terjamin.


Semakin mendekatnya waktu pembukaan acara, mobil mewah yang membawa para pemegang saham beserta keluarga mereka dan para partner bisnis dengan keluarga mereka mulai berdatangan.


Mobil roll royce hitam yang dibawa oleh Asisten Liu juga telah tiba di depan pintu masuk hotel.


Petugas penjaga keamanan yang telah mengetahui siapa pemilik mobil itu juga segera bergegas kesana untuk membukakan pintu mobil.


"Selamat datang Tuan Muda Wei" sapa petugas dengan ramah.


Wei Hong Li hanya mengangguk sedikit sebagai respon dan berjalan masuk sedangkan Asisten Liu pergi memarkirkan mobil yang ia kendarai.


Disepanjang jalan yang Wei Hong Li lewati, para pegawai membungkuk dengan hormat sedangkan para petinggi dan mitra bisnis yang telah duduk di kursi masing-masing juga berdiri untuk saling menyapa dengan ringan dan mengucapkan selamat.


Melihat ke arah meja keluarganya, Wei Hong Li segera berjalan kesana. Kakek, Nenek, Papa, Mama dan bahkan Adiknya sudah duduk di kursi mereka masing-masing namun istrinya tidak terlihat sama sekali.


"Dimana Xuan?" tanya Wei Hong Li penasaran sambil duduk di kursinya.


"Harusnya sedang dalam perjalanan kesini" jawab Nyonya Wei santai.


"Bukankah kalian seharusnya datang bersama?" tanya Wei Hong Li bingung.


"Harusnya begitu tapi karena ia harus menjemput Jenderal Besar Qi jadi ia menyuruh kami untuk datang duluan" jelas Nyonya Wei tidak senang.


"Kakek akan datang?" tanya Wei Hong Li terkejut.


"Iya" angguk Nyonya Wei. "Jenderal Besar Qi tadi meminta Xuan untuk datang mengunjunginya tapi saat ia mendengar Xuan berkata kalau ia tidak bisa datang kesana hari ini karena harus hadir disini. Jenderal Besar Qi lalu berkata kalau ia ingin kesini juga agar dapat menemani Xuan" lanjutnya menjelaskan.


Mendengar hal itu, Wei Hong Li lalu menelepon Asisten Liu dan berkata "Segera siapkan 1 kursi lagi disini" lalu mematikan teleponnya.


Disisi lain, Asisten Liu yang baru saja berjalan masuk dan mengambil segelas minuman untuk dirinya sendiri segera menaruhnya kembali dan bergegas mencari manajer hotel.


'Semua tamu yang akan hadir sudah didata dengan benar dan tepat jadi jika harus menambah 1 kursi lagi di saat terakhir berarti akan ada seseorang yang tidak terdaftar dalam list yang akan datang. Dan orang itu sepertinya adalah Jenderal Besar Qi yang akan datang untuk mendampingi cucu perempuannya' pikir Asisten Liu dengan cermat.