
Kembali ke saat Rouvin dan Rozlyn baru saja tiba di kota X.
Setelah pesawat pribadi mereka mendarat di bandara, para bawahan Qi Xuan segera melakukan perannya masing-masing. Ada yang mengambil kendaraan, mengurus barang bawaan dan lain-lain.
"Uncle, bisakah kami pergi berkeliling?" tanya Rouvin dan Rozlyn bersamaan dengan tatapan memohon.
"Mm... pergilah" angguk Samuel lalu melihat Daniel, ia berkata "Niel, jaga mereka baik-baik".
"Oke" angguk Daniel lalu menarik dua pria di sebelahnya, ia berkata "Kalian juga ikut denganku".
"..." kedua pria yang ditarik hanya bisa dengan pasrah mengikuti. 'Kenapa harus kami' protes keduanya di dalam hati.
"Aku juga ikut" ucap Cristyela dengan bersemangat mengikuti Rouvin dan Rozlyn dibelakang. 'Aku harus memastikan keselamatan kedua putra Sis Rara dengan mataku sendiri' tegasnya dalam hati.
"Kami juga" ucap 2 pria lainnya mengikuti. 'Nona Muda akan kami jaga' ucap mereka dalam hati.
'Seharusnya kalian mengajukan diri kalian lebih cepat sebelum kami harus ditarik paksa' protes kedua pria yang ditarik oleh Daniel di dalam hati.
Didepan, Rouvin dan Rozlyn terus melihat ke arah sekitar dengan tatapan penasaran dan tidak peduli sedikitpun dengan tindakan para orang dewasa di belakang mereka.
Saat rombongan Rouvin dan Rozlyn sedang berjalan keluar dari ruang tunggu VIP. Seperti ada sebuah cahaya yang menyilaukan dari mereka, mata semua orang yang lewat langsung tertarik pada mereka dengan berbagai tatapan.
Dengan bucket hat berwarna abu-abu diatas rambut hitam kedua pria kecil tersebut, sepasang kaos lengan pendek dengan celana pendek kotak-kotak berwarna coklat menampilkan kulit keduanya yang seputih susu. Dikaki mereka, sepatu putih tanpa noda setitikpun terpasang disana.
Diikuti dari belakang, Cristyela dengan rambut dan mata peachnya memakai dress berwarna pink dan juga heels berwarna pink ditubuhnya yang seputih salju dan membuat dirinya seperti mengeluarkan aura bunga sakura yang sedang bermekaran di musim dingin.
Berdiri di sampingnya, 2 pria yang memiliki aura dan postur tegap seperti tentara yang sedang menjalani tugas mereka sambil menyamar dengan pakaian casual mereka juga tidak terlihat buruk sama sekali.
Namun dalam hal wajah yang tampan dengan sifat bebas seperti burung yang terbang tanpa gangguan sedikitpun di angkasa. Daniel jelas lebih menarik banyak perhatian dengan rambut pirang berwarna kuning keemasan dan mata emeraldnya.
Di sisi kiri dan kanannya, 2 pria dengan pakaian santai dan mata pandanya yang terlihat sangat kelelahan berjalan dengan malas disampingnya.
"Bro, ayo kesana" ucap Rozlyn sambil menunjuk ke arah tertentu dengan satu tangannya lagi menarik Rouvin pergi bersama sambil berlari.
"Bruk" suara tabrakan kecil terdengar diikuti dengan suara rintihan kesakitan.
Melihat Rouvin dan Rozlyn yang sepertinya akan terjatuh karena tidak bisa menyeimbangkan berat tubuh mereka, Daniel sangat terkejut dan dengan refleks yang sangat cepat, ia segera mengambil postur menangkap mereka. Namun tindakan yang diambilnya itu telat selangkah dibelakang pria dewasa yang ditabrak oleh Rouvin dan Rozlyn.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Wei Xiu Huan dengan khawatir kepada dua pria kecil yang ada di hadapannya saat ini.
"Mm..." angguk keduanya bersamaan.
"Baik-baik saja dari mana. Ayo ke tempat Sis Ashe sekarang" ucap Daniel panik sambil menggendong keduanya dan berlari pergi.
Dibelakangnya, Cristyela dan 4 pria lainnya tadi juga segera berlari mengikuti Daniel dengan khawatir di belakangnya begitu juga dengan Wei Xiu Huan dan 3 orang pengawalnya.
Mendengar hal itu, Ashelyn segera berlari ke arah dua pria kecil itu berada dan melihat mereka dari ujung kepala sampai ke ujung kaki satu per satu secara bergantian.
"Apa yang terjadi?" tanya Samuel menginterogasi.
"Mereka berlari lalu menabrak seseorang dan hampir terjatuh" jelas Daniel cepat dan singkat.
"Tidak ada masalah. Kalian baik-baik saja" ucap Ashelyn mengumumkan sambil tersenyum lega.
"Baguslah" ucap Wei Xiu Huan sambil menghela nafas lega.
"Siapa kamu?" tanya Samuel menyelidik saat menyadari ada orang asing didekat mereka.
Mendengar pertanyaan Samuel, para bawahan Qi Xuan langsung menatap rombongan Wei Hong Li dengan tatapan curiga dan waspada.
"Aku Wei Xiu Huan, orang yang ditabrak oleh dua pria kecil itu" ucap Wei Xiu Huan sambil melepas kaca topi, kaca mata hitam dan maskernya. "Karena khawatir dengan keadaan mereka, tanpa sadar aku jadi mengikuti kalian sampai kesini" lanjutnya menjelaskan dengan tawa sedikit canggung.
"Aku mewakili mereka untuk minta maaf padamu" ucap Daniel dengan sopan sambil membungkuk sedikit lalu berkata, "Sebagai kompensasi kerugian, kami akan mengabulkan satu permintaanmu".
"Tidak perlu. Aku harus segera naik ke pesawat jadi aku permisi dulu" ucap Wei Xiu Huan dengan sopan lalu berjalan pergi sambil memakai kembali topi, kaca mata hitam dan maskernya.
"Uncle, Terima kasih sudah menyelamatkan kami" teriak Rouvin dan Rozlyn dengan bersemangat.
Mendengar teriakan mereka, Wei Xiu Huan berhenti lalu memalingkan wajahnya untuk melihat ke arah sumber suara namun yang ia lihat tetaplah dinding manusia yang menutupi kedua pria kecil tersebut.
"Sama-sama. Jaga diri kalian baik-baik" teriak Wei Xiu Huan kembali lalu berjalan pergi.
"Tunggu" ucap Samuel sambil berjalan mendekat ke arah Wei Xiu Huan, ia mengeluarkan kartu namanya dari dompet dan diberikannya pada Wei Xiu Huan sambil berkata "Jika kamu sudah memikirkannya, kamu bisa memberitauku lewat nomor ini".
"Drrtt..." suara panggilan masuk terdengar dari handphone Wei Xiu Huan. Melihat nama manajernya tertera di layar handphonenya, Wei Xiu Huan segera menyadari jika ia sudah terlalu lama menghabiskan waktu disini karena pesawat yang akan ia tumpangi sudah hampir mencapai waktunya untuk berangkat.
"Aku segera kesana" ucap Wei Xiu Huan singkat setelah mengangkat panggilan tersebut sambil berjalan pergi mengabaikan Samuel.
Dengan keahliannya, Samuel dengan cepat dan tanpa disadari oleh Wei Xiu Huan dan para body guardnya telah memasukkan kartu namanya ke dalam saku jaket Wei Xiu Huan tepat saat ia sedang berbalik dan akan berjalan pergi.
"Ayo kita pergi" ucap Samuel lalu berbalik dan berjalan ke arah Rouvin untuk menggendongnya.
"Oke" angguk Daniel lalu menggendong Rozlyn.
Mereka semua pun segera berangkat menuju ke Dawn Cluster dan meninggalkan bandara.
Disisi lain, Wei Xiu Huan yang baru saja sampai di tempat duduknya dalam pesawat lalu melepaskan jaketnya dan melemparkannya ke arah manajernya.
'Kartu nama siapa ini?' tanya manajer penasaran sambil mengambil kartu nama yang jatuh saat Wei Xiu Huan melemparkan jaketnya.