
Sudah hampir seminggu sejak Qi Xuan terus berada di Dawn Cluster untuk menemani kedua putranya.
"Kemana kita akan bermain hari ini Mommy?" tanya Rozlyn dengan bersemangat.
"Mm... Biar Mommy pikirkan dulu" jawab Qi Xuan sambil berpikir keras. 'Akuarium, taman bermain, perpustakaan, museum mainan, wisata alam dan kebun binatang semua sudah. Selanjutnya pergi kemana lebih bagus ya?' pikirnya dalam hati.
*drrtt* suara panggilan masuk terdengar memecahkan keheningan.
"Tunggu sebentar. Mommy harus menjawab panggilan sebentar" ucap Qi Xuan sambil berjalan keluar membawa handphonenya.
Melihat hal itu, Rozlyn menjadi murung dan berkata dengan sedih "Sepertinya kita tidak bisa bermain dengan Mommy lagi untuk beberapa hari kedepan".
"Mau bagaimana lagi. Mommy sangat sibuk. Makanya kita harus cepat tumbuh besar agar bisa membantu Mommy" ucap Rouvin tegas.
"Tapi Mommy bilang kita tidak perlu memikirkan hal itu dan hanya harus bermain seperti anak-anak lainnya" ucap Rozlyn serius.
"Anak-anak yang lain berbeda. Mereka memiliki Mommy yang selalu menemani mereka dan Daddy yang mencari uang untuk mereka sedangkan kita hanya memiliki Mommy" ucap Rouvin serius.
"Sebenarnya kenapa kita tidak memiliki Daddy seperti anak-anak yang lain?" tanya Rozlyn sedih.
"Tidak tau. Mommy selalu sedih jika kita bertanya tentang Daddy karena itu kita sudah saling berjanji untuk tidak bertanya tentang Daddy lagi kan" ucap Rouvin sambil memeluk adiknya.
"Mm..." angguk Rozlyn.
"Hapus tampang sedihmu sekarang. Mommy akan segera kembali" ucap Rouvin sambil tersenyum.
"Aku mengerti Bro" jawab Rozlyn sambil tersenyum.
"Maaf Babies. Mommy ada pekerjaan nanti malam. Bagaimana kalau hari ini kita memancing saja di danau?" tanya Qi Xuan sambil berjalan mendekati kedua putranya.
"Okay Mommy" jawab keduanya setuju.
8 jam kemudian, di lobi utama Wei Yi Corp.
"Selesaikan semuanya besok sebelum jam 12 siang" perintah Wei Hong Li dengan santai kepada asisten Liu yang sedang mengikuti dari belakang.
"Baik Bos" angguk Asisten Liu patuh.
"Tuan Muda" sapa Song Yue Ying sopan.
"Mm..." gumam Wei Hong Li kecil sambil terus berjalan pergi tanpa melirik kesamping sedikitpun.
"Apakah kita juga akan makan malam ditempat yang sama tahun ini?" tanya Song Yue Yin dengan santai berjalan di samping Wei Hong Li.
"Tunggu sebentar Manajer Song. Bukankah aku sudah mengirim seseorang untuk memberitahumu kalau mulai sekarang kamu tidak perlu lagi menjadi pendamping Bos?" tanya Asisten Liu bingung sambil menghalangi jalan Song Yue Yin
"Benarkah? Aku tidak pernah mendapat pesan seperti itu dari siapapun" jawab Song Yue Yin sambil tersenyum dengan percaya diri dan melewati Asisten Liu.
"Kalau begitu sekarang aku akan memberitaumu langsung. Kamu tidak perlu menjadi pendamping Bos lagi mulai dari sekarang" ucap Asisten Liu dengan tegas sambil menghalangi jalan Song Yue Yin lagi.
"Li" panggil Qi Xuan dengan suara manisnya yang penuh kasih sayang sambil berjalan ke arah Wei Hong Li.
Saat ini, Qi Xuan mengenakan gaun malam berwarna merah muda yang tampak sederhana namun elegan. Meskipun gaun itu menutupi seluruh tubuh Qi Xuan dengan baik dari dada sampai ke ujung kaki, gaun itu memiliki desain terbuka dan tanpa lengan dibagian atas. Hanya ada seutas tali kecil yang diikatkan ke belakang leher.
"Kenapa kamu turun?" tanya Wei Hong Li dengan santai memeluk pinggang Qi Xuan.
"Sudah hampir seminggu kita tidak bertemu. Apa kamu tidak merindukanku?" tanya Qi Xuan sambil tersenyum menggoda pada Wei Hong Li.
'Jadi kamu turun untuk memprotes padaku ya' ucap Wei Hong Li dalam hati. "Aku sangat merindukanmu sampai rasanya ingin berhenti bekerja dan terus berada di sampingmu" ucapnya sambil mendekatkan wajahnya pada Qi Xuan seakan ingin mencium pipinya.
"Benarkah?" tanya Qi Xuan tidak percaya sambil menjauhkan wajahnya dari Wei Hong Li.
"Tentu saja" jawab Wei Hong Li yakin.
"Kalau begitu bagaimana jika kita langsung kembali saja ke rumah?" tanya Qi Xuan berharap.
"Aku kalah" ucap Wei Hong Li menyerah. "Berhenti bercanda lagi oke? Kamu sudah berjanji pada Kakek untuk selalu menjadi pendampingku dipertemuan apapun kan" lanjutnya sambil tersenyum bahagia.
"Baiklah. Ayo pergi" ucap Qi Xuan sambil menarik tangan Wei Hong Li pergi.
Dibelakang, Song Yue Ying yang melihat keakraban keduanya masih terdiam dengan tatapan tidak percaya.
"Kamu sudah lihat sendiri dengan matamu bukan? Mulai sekarang Nyonya Bos yang akan menjadi pendamping Bos di setiap acara dan pertemuan jadi kamu tidak perlu membantu hal ini lagi kedepannya" ucap Asisten Liu dengan tegas lalu berjalan pergi mengikuti Wei Hong Li dan Qi Xuan.
Song Yue Ying yang mendengar hal itu merasa sangat kesal dan langsung mengepalkan tangannya dengan erat sambil menatap tajam pada Qi Xuan. 'Nyonya Bos? Aku yang seharusnya berdiri di samping Hong Li dan menjadi Nyonya Bos' teriaknya marah di dalam hati.
Di saat Wei Hong Li dan Qi Xuan mengumumkan status pernikahan mereka di acara perayaan ulang tahun perusahaan. Song Yue Ying tidak hadir di acara tersebut karena memiliki urusan pribadi.
Setelah ia mendengar hal tersebut dari para rekan kerjanya, Song Yue Ying masih tidak percaya sama sekali kalau Wei Hong Li sudah menikah sampai salah satu pekerja yang diutus oleh Asisten Liu memberitahunya kalau ia tidak perlu menjadi pendamping Wei Hong Li lagi.
Selama ini ia sudah berhasil menjadi satu-satunya pendamping wanita Wei Hong Li mengalahkan wanita-wanita yang lain. Ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Wei Hong Li sejak ia masih kecil dan terus memaksakan dirinya selalu berada di samping Wei Hong Li dengan cara apapun. Ia yakin bahwa dirinya lah satu-satunya yang berhak berada di samping Wei Hong Li dan mendampinginya seumur hidup meskipun ia selalu mendapat respon dingin dari Wei Hong Li.
Di dalam mobil yang sedang membawa Wei Hong Li dan Qi Xuan menuju tempat pertemuan.
"Siapa wanita yang mengikutimu dibelakang tadi?" tanya Qi Xuan penasaran.
"Manajer Song kelompok marketing pertama" jawab Wei Hong Li singkat.
"Sepertinya dia sangat menyukaimu. Dia menatapku dengan sangat tajam saat kita sedang berjalan pergi bersama tadi" ucap Qi Xuan dengan santai sambil tersenyum.
"..." Wei Hong Li diam.
Melihat sikap Wei Hong Li yang sepertinya tidak ingin pembicaraan itu terus berlanjut, Qi Xuan juga tidak perduli lagi dengan hal itu.
Dalam keheningan yang terasa tidak lama dan tidak singkat, mobil yang di kendarai oleh Asisten Liu akhirnya tiba di Restaurant Deluxe.