Secrets

Secrets
12. Pergerakan Geng Diavolos


Di dalam ruang rapat Dawn Cluster, Qi Xuan bersama dengan 9 bawahan kepercayaannya sedang duduk melingkar di meja bundar.


"Bagaimana situasinya?" tanya Qi Xuan serius.


"Meskipun memakan lebih banyak waktu tapi berkat bantuan dari Paman Qi semuanya berjalan dengan lancar tanpa diketahui oleh geng lain" jawab Samuel dengan yakin.


"Baguslah" angguk Qi Xuan puas.


"Bagaimana denganmu?" tanya Samuel penasaran.


"Tidak ada masalah besar tapi aku tidak tau sampai kapan sandiwara ini akan terus berlangsung" jawab Qi Xuan dengan lelah.


"Kalau begitu bagaimana dengan Vin dan Lyn?" tanya Daniel penasaran.


"Tentu saja kalian yang harus mengurus mereka" jawab Qi Xuan tegas.


"Sudah kuduga pasti akan begitu" ucap Daniel sambil menghela nafas lelah.


"Semuanya dengar" teriak Qi Xuan tegas.


"..." mendengar hal itu, setiap orang yang ada di dalam ruangan langsung menatap Qi Xuan dengan wajah serius.


"Mulai saat ini, aku Farrania Revika Alfrarecy Diavolos yang merupakan pemimpin Geng Diavolos menunjuk Daniel Harnos Fernandez sebagai pemimpin tim pengawalan pribadi kedua putraku yang bernama Rouvin Szeanwyl Alfrarecy Diavolos dan Rozlyn Szeanwyl Alfrarecy Diavolosy. Semua hal yang berhubungan dengan kedua putraku saat aku tidak ada mulai saat ini akan diurus olehnya dan menjadi tanggungjawabnya" ucap Qi Xuan tegas.


"Baik" jawab semuanya dengan tegas.


"Tolong jaga kedua putraku ya Niel" ucap Qi Xuan sambil tersenyum manis pada Daniel.


"Baik" jawab Daniel patuh. 'Sialan kau. Dasar Iblis' ucapnya menangis dalam hati.


"Apakah masih ada hal yang harus kita bahas?" tanya Qi Xuan sambil melihat ke arah semua bawahannya.


"..." semua diam.


"Kalau sudah tidak ada ayo bubar" ucap Qi Xuan sambil berdiri dan pergi yang diikuti oleh semua orang lainnya yang berada di dalam ruangan.


"Mommy" suara teriakkan dua pria kecil terdengar mendekat.


"Apa rapatnya sudah selesai?" tanya Rouvin penasaran.


"Kemana kita akan bermain hari ini?" tanya Rozlyn dengan mata penuh harapan.


Qi Xuan berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan kedua putranya lalu menghadap Rouvin, ia berkata "Mm... Rapatnya baru saja selesai" lalu melihat ke arah Rozlyn, ia berkata "Bagaimana kalau kita pergi bermain di Mall?".


"Mall??" tanya keduanya bingung.


"Iya" angguk Qi Xuan dengan matanya yang berbinar penuh harapan menunggu persetujuan mereka.


"Oke" jawab keduanya setuju tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang" ucap Qi Xuan sambil menggandeng tangan kedua putranya dan berjalan pergi dengan bersemangat.


Dibelakang, para bawahan Qi Xuan hanya bisa mengikuti mereka dibelakang dengan berat hati.


'Bermain apanya? Kamu hanya ingin pergi berbelanja setelah sekian lamanya kan Rara' ucapnya sambil menggeleng kecil saat memikirkan tingkah Qi Xuan yang seperti anak kecil dimatanya.


'Hahaha' tawa Cristyela di dalam hatinya. 'Rasanya aku ingin segera mengeluarkan handphoneku untuk memotret ekspresi mereka semua saat ini' lanjutnya dalam hati.


'Pasti mereka berdua setuju dengan hal itu meski tidak mengerti apapun karena Qi Xuan terlihat sangat bersemangat' ucap Ashelyn dalam hati.


Setelah 1 jam berlalu, rombongan Qi Xuan akhirnya tiba di X Grand Mall yang merupakan salah satu dari pusat perbelanjaan terbesar di negara C.


"Ayo masuk Babies" ucap Qi Xuan sambil membawa kedua putranya masuk dengan bersemangat.


Dibelakang mereka, 8 bawahan kepercayaan Qi Xuan sedang mengikuti mereka dalam diam sedangkan para bawahannya yang lainnya juga sedang mengawasi mereka dari jarak jauh agar tidak terlalu menarik perhatian.


"Wow..." suara kagum Rouvin dan Rozlyn terdengar saat mereka terus melihat ke kiri dan ke kanan dengan tatapan kagum dan bersemangat.


Selama 4 tahun lebih mereka tumbuh besar di pulau pribadi yang tertutup, kota ini adalah tempat asing pertama yang mereka datangi dan setiap hal yang mereka lakukan bersama Qi Xuan sejak datang ke kota ini adalah pengalaman pertama bagi mereka yang tumbuh besar di tempat tertutup.


"Pergilah dan ambil apapun yang kalian inginkan Babies" ucap Qi Xuan sambil menyerahkan sebuah kartu hitam kepada Rouvin.


"Mm..." angguk keduanya lalu berjalan pergi sambil bergandengan tangan.


Daniel sebagai pemimpin tim pengawalan pribadi Rouvin dan Rozlyn tentu saja langsung mengikuti mereka dari belakang bersama dengan 2 orang lainnya.


"Ayo kita berbelanja juga Sis, Risty" ucap Qi Xuan sambil menarik Ashelyn dan Cristyela berjalan masuk menuju salah satu toko pakaian.


'Semoga saja mobil yang kami bawa cukup untuk menampung semua barang belanjaan mereka' ucap Samuel dalam hati.


3 jam kemudian.


"Astaga" ucap seorang pria berumur 68 tahun terkejut saat melihat tulisan di layar handphonenya.


"Ada apa Pak?" tanya sekretaris Dylan yang berada di sampingnya dengan khawatir.


"Coba lihat. Ini asli bukan?" tanya pria tersebut sambil menyodorkan handphonenya pada Dylan.


Setelah membaca semua tulisan yang tertera di layar handphone tersebut, sekretaris Dylan terdiam saat melihat nominal uang yang telah digunakan.


"Bagaimana?" tanya pria itu lagi dengan penasaran.


"Itu asli Pak" jawab sekretaris Dylan segera setelah tersadarkan dari lamunannya. "Apa kartu Bapak sedang digunakan oleh pencuri?" tanyanya khawatir.


"Tidak mungkin" jawab pria itu dengan yakin lalu berjalan pergi meninggalkan asistennya dan masuk ke dalam ruangan pribadi miliknya sendiri.


"Sudah kuduga ia akan memanfaatkan kesempatan emas ini untuk bersenang-senang sepuasnya" ucap pria itu sambil duduk dengan malas di kursinya.


Pria itu adalah teman baik sekaligus asisten pribadi dan orang kepercayaan Ayah Farrania saat masih hidup dulu. Setelah Ayah Farrania meninggal, ia juga dipercayai oleh Kakek Farrania untuk mengurus semua urusan perusahaan menggantikan Farrania yang masih kecil. Meskipun sekarang Farrania telah mengambil ahli semua keputusan akhir perusahaan, Farrania tetap memilih untuk bergerak dibalik layar dan terus menjadikan pria ini sebagai wajahnya.


Pria ini bernama William Youth Fernandez yang juga merupakan Ayah dari Samuel dan Daniel. Meskipun ia membesarkan kedua putranya dengan harapan suatu saat nanti mereka bisa menjadi orang-orang kepercayaan Farrania di perusahaan. Berbanding terbalik dengan harapannya, ketiganya malah lebih memilih untuk hidup di dalam dunia gelap dari pada menjalani hidup seperti orang biasa.


Setelah puas berbelanja. Qi Xuan, kedua putranya serta para bawahannya kembali ke Dawn Cluster dengan mobil penuh dengan barang belanjaan.


"Apa yang kalian beli Babies?" tanya Qi Xuan kepada kedua putranya dengan penasaran.


"Tunggu sebentar Mommy. Kami akan segera membagikannya setelah semua barangnya selesai diturunkan" ucap Rozlyn dengan anggukan setuju dari Rouvin.


"Baiklah" angguk Qi Xuan setuju juga.