Secrets

Secrets
7. Terpengaruh Obat Perangsang (2)


"Li, aku rasa aku juga sedang dalam pengaruh obat perangsang" ucap Qi Xuan yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi melapor dengan malu.


"Apa?!" ucap Wei Hong Li yang berada di dalam kamar mandi terkejut. "Bagaimana bisa?" tanyanya dengan bingung karena ia sangat yakin kalau Tetua Qi pasti tidak akan mengizinkan keluarganya untuk memberi cucu kesayangannya obat perangsang lalu ia juga sudah memastikan kalau tidak ada yang salah dengan alkohol yang ada di dalam kamar.


"Tidak tau" jawab Qi Xuan.


Setelah merapikan dirinya, Wei Hong Li membuka pintu kamar mandi dengan pakaiannya yang basah. "Pergilah berendam air dingin. Aku akan mengecek kamar kita sebentar" ucap Wei Hong Li sambil berjalan keluar dan melihat-lihat sekeliling kamar.


"Mm..." Qi Xuan mengangguk kecil lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Sesuai dengan nama dan harganya, kamar mandi yang ada di dalam presidential suite cukup besar dan lengkap. Meskipun sudah disediakan shower di dalamnya, bathub juga ada disediakan.


Qi Xuan berjalan masuk mengabaikan shower yang masih menyala dan langsung menceburkan dirinya ke dalam bathub yang sedang diisi air dingin.


Segera, ia mulai merasa nyaman karena perasaan panas yang ada di tubuhnya mulai menghilang.


Disisi lain, Wei Hong Li yang sedang mengamati dengan cermat semua barang yang ada di dalam kamar mulai curiga dengan lilin aroma terapi yang dinyalakan di samping kasur. Ia menghirup dalam aroma lilin tersebut dan mulai merasakan kembali perasaan tidak nyaman di tubuhnya. Segera ia meniup lilin yang menyala itu dan berjalan mendekat ke arah jendela. Ia membuka lebar semua jendela yang ada di dalam kamar agar aroma lilin tersebut dapat segera menghilangkan.


Setelah memastikan kalau tidak ada lagi yang berbahaya di dalam kamar, Wei Hong Li berjalan kembali ke arah kamar mandi karena pengaruh obat perangsang yang ada di dalam dirinya masih belum hilang sepenuhnya. Namun saat ia mengingat kalau Qi Xuan sedang berada di dalam kamar mandi, langkah kakinya terhenti di depan pintu kamar mandi yang tidak tertutup rapat.


"Masuklah. Aku berendam dalam air dingin dan kamu mandi air dingin. Anggap saja kita sedang berada di kamar mandi kita masing-masing dan jangan memikirkan tentang hal lain" ucap Qi Xuan.


"Oke" angguk Wei Hong Li lalu berjalan masuk.


Melihat Qi Xuan yang sedang duduk santai dengan mata terpejam di dalam bathub, Wei Hong Li segera mengalihkan pandangannya dengan gugup. Ia berjalan masuk ke arah air yang mengalir dari shower dan memejamkan matanya.


Teringat kembali akan sosok Qi Xuan yang begitu indah di dalam bathub, Wei Hong Li mulai merasa terangsang. Adik kecil yang ada di antara pahanya itu mulai bangun dan membuat celananya terasa sangat sempit dan sesak.


'Apa kamu sudah gila. Hanya karena melihat wanita cantik sepertinya berendam di dalam air dan kamu segera bangun. Bukankah kamu baik-baik saja sebelumnya' umpat Wei Hong Li dalam hati.


30 menit yang lalu, Wei Hong Li dapat dengan mudah menenangkan dirinya sendiri dari pengaruh obat perangsang tetapi saat ini, ia terus merasa gelisah saat mengingat kalau ia sedang berada di dalam kamar mandi yang sama dengan Qi Xuan.


"Apa itu mu tidak akan bengkok jika terus dikurung?" tanya Qi Xuan dengan suara kecil dan malu-malu.


"Apa?!" ucap Wei Hong Li terkejut dan segera memalingkan wajahnya untuk menatap Qi Xuan.


"Aku bukan sengaja ingin melihatnya" jelas Qi Xuan dengan wajah merah merona dan mata tertutup rapat. "Aku hanya ingin meminjam handphonemu untuk memutar lagu agar suasananya bisa menjadi sedikit lebih baik" lanjutnya jujur.


"Oke. Pergi dan ambillah sendiri" ucap Wei Hong Li dengan nada setenang mungkin sambil menutup matanya berusaha menangkan diri.


"Mm..." angguk Qi Xuan lalu berdiri dan melangkah keluar dari bathub.


Akibat dari keterburu-buruan dan ketergesaannya, Qi Xuan terpeleset karena lantai yang basah dan licin.


Mendengar teriakannya, Wei Hong Li segera melihat ke arah Qi Xuan yang sedang duduk dilantai dan berjongkok. "Apa kamu baik-baik saja?" tanya Wei Hong Li dengan gugup dan khawatir.


"Tidak. Pantat dan pinggangku sakit" jawab Qi Xuan sambil memegang tulang ekornya yang kesakitan.


"Biar aku bantu membawamu ke kasur" ucap Wei Hong Li sambil mengulurkan kedua tangannya ke kaki dan punggung Qi Xuan lalu berdiri perlahan sambil menggendong Qi Xuan seperti tuan putri.


Qi Xuan yang takut akan terjatuh juga langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Wei Hong Li.


"Tidak. Tolong masukkan aku kembali ke bathub saja" ucap Qi Xuan memohon dengan malu-malu.


"Oke" angguk Wei Hong Li gugup lalu dengan patuh menaruh Qi Xuan di dalam bathub dengan lembut.


"Tolong bantu aku ambil handphonemu juga" ucap Qi Xuan memohon dengan tulus pada Wei Hong Li.


"Oke" angguk Wei Hong Li kecil lalu dengan patuh berjalan keluar mengambil handphonenya dan masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk menyerahkan handphonenya kepada Qi Xuan.


"Terima kasih" ucap Qi Xuan dengan senang hati menerima handphone Wei Hong Li.


"Mm..." gumam Wei Hong Li kecil lalu berbalik dan masuk kembali ke dalam air yang mengalir.


Meliriknya sekilas, Qi Xuan segera memalingkan wajahnya ke arah handphone yang sedang ia pegang. Ia membuka kunci layarnya dengan lancar lalu mulai mencari aplikasi untuk membuka lagu.


"Bolehkah aku mendownload beberapa game juga?" tanya Qi Xuan dengan lemah sambil terus fokus menatap ke arah handphone yang ia pegang.


"Oke" jawab Wei Hong Li dengan nada acuh.


Melihat Qi Xuan yang sedang fokus dengan handphonenya, Wei Hong Li segera membuka celananya untuk membebaskan adik kecilnya.


Setelah satu jam berlalu, Wei Hong Li akhirnya merasa kalau tubuhnya sudah menjadi lebih baik dan ia segera merapikan dirinya sendiri. Melihat ke arah bathub, Qi Xuan sedang tidur dengan tenang.


Ia berjalan mendekati wanita di dalam bathub itu lalu memanggilnya dengan lembut "Xuan".


Mendengar namanya dipanggil, Qi Xuan mulai membuka matanya perlahan. "Sudah selesai?" tanyanya masih setengah sadar.


"Mm..." angguk Wei Hong Li pelan. "Apa kamu bisa berjalan?" tanyanya perhatian.


"Mm..." angguk Qi Xuan sambil berdiri sendiri dan berjalan pergi melewati Wei Hong Li dengan malas.


Melihat hal itu, Wei Hong Li yang ditinggal sendirian di dalam kamar mandi tersenyum. Selama satu jam ini, ia sangat tersentuh dengan tindakan Qi Xuan yang sangat perhatian.


Demi membantunya menghilangkan pengaruh obat perangsang dengan leluasa, ia sengaja meminjam handphonenya untuk memutar lagu dengan keras demi mengalihkan perhatian dan menutupi suara pelepasan nafsunya. Selain itu, meskipun ia lelah dan mengantuk, ia juga tidak mengganggunya dan memilih untuk tidur di dalam bathub yang keras.