Secrets

Secrets
13. Nyonya Wei dan Nyonya Muda Wei


Di villa pribadi Wei Hong Li.


"Kamu sudah kembali" ucap Wei Hong Li yang sedang duduk santai di sofa menonton berita saat melihat Qi Xuan sedang berjalan masuk dengan banyak barang belanjaan ditangannya.


"Iya" jawab Qi Xuan sambil mengangguk kecil. "Aku tadi pergi berbelanja dengan teman-temanku" jelas Qi Xuan singkat lalu berkata "Bisakah kamu tolong bantu aku bawa barang belanjaanku ke kamar?".


"Tentu" angguk Wei Hong Li setuju lalu berjalan mendekat ke arah Qi Xuan.


"Di mobil" jelas Qi Xuan cepat saat melihat Wei Hong Li salah paham dengan perkataannya. "Masih ada banyak barang di mobil. Aku tidak sanggup membawanya sendiri" lanjutnya malu-malu.


"Oke" angguk Wei Hong Li mengerti lalu berjalan keluar.


15 menit kemudian.


"Thankyou" ucap Qi Xuan dengan tulus.


"It's My pleasure" jawab Wei Hong Li spontan lalu bertanya dengan penasaran "Kenapa kamu tidak menggunakan kartu pemberianku?".


"Untuk apa?" tanya Qi Xuan bingung. "Aku pergi untuk membeli barang-barangku sendiri jadi tentu saja aku harus membayarnya dengan kartuku sendiri" lanjutnya tegas.


"Aku mengerti" angguk Wei Hong Li. "Apa kamu sudah makan malam?" tanyanya lagi.


"Sudah" angguk Qi Xuan. "Kalau kamu?" tanyanya kembali.


"Sudah" jawab Wei Hong Li singkat. "Kalau begitu istirahatlah. Aku akan kembali ke kamarku" ucapnya sambil berjalan pergi.


"Good Night" ucap Qi Xuan lalu menutup pintu kamarnya.


Wei Hong Li mengangguk kecil sebagai respon lalu berjalan masuk ke kamar tidurnya.


'Aku tidak menyangka uang bulanan yang diberikan oleh Keluarga Qi padanya sangat banyak sampai bisa membuatnya menghabiskan beberapa miliar hanya dalam sekali berbelanja' ucap Wei Hong Li dalam hati kagum.


Keesokan harinya.


Qi Xuan terbangun oleh nada dering handphonenya yang berisik. Ia melirik dengan malas ke arah layar handphonenya yang menyala dan membaca tulisan 'Mama' dalam kondisi setengah tidur.


'Siapa Mama?' tanya Qi Xuan acuh tak acuh dalam hatinya.


30 detik kemudian.


Qi Xuan yang mendapat pencerahan secara tiba-tiba dari otaknya segera duduk tegap dan mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Halo Ma" ucap Qi Xuan bersemangat. "Maaf ya buat Mama nunggu lama. Tadi Xuan lagi ada di kamar mandi" lanjutnya dengan nada bersalah.


"Ngak apa kok Xuan. Kamu udah sarapan?" tanya Nyonya Wei yang ada diujung telepon penasaran.


"Belum Ma. Xuan biasanya ngak ada sarapan" jawab Qi Xuan jujur.


"Kenapa? Apa kamu diet? Kamu udah sempurna kok. Jangan siksa diri kamu sendiri ya" ucap Nyonya Wei dengan khawatir.


"Iya Ma. Xuan ga diet kok. Xuan cuman ngak biasa aja sarapan makanya jadi kebiasaan" jawab Qi Xuan mencoba menenangkan. "Mama telepon kenapa?" tanyanya mencoba mengalihkan perhatian.


"Oh... Ngak ada masalah besar kok. Mama cuman mau ajak kamu buat kumpul bareng teman-teman Mama sekalian juga mau kenalin kamu ke mereka. Kamu mau ikut ya?" ucap Nyonya Wei berharap.


"Oke. Kapan Ma?" tanya Qi Xuan.


"Nanti sore jam 2 Mama jemput kamu lalu kita pergi berangkat bareng ya" ucap Nyonya Wei bahagia.


"Oke Ma" angguk Qi Xuan setuju.


"Oke. Mama infoin ke mereka dulu ya. Bye sayang" ucap Nyonya Wei.


"Bye Ma" ucap Qi Xuan lalu menutup panggilan dan kembali menjatuhkan tubuhnya ke kasur.


5 jam kemudian.


"Mama" sambut Qi Xuan dengan bahagia.


"Apa kamu sudah siap Xuan?" tanya Nyonya Wei dengan ramah sambil melihat penampilan Qi Xuan.


"Mm..." angguk Qi Xuan kecil lalu berputar di depan Nyonya Wei dan bertanya dengan nada suara yang sedikit manja "Bagaimana dengan penampilanku sekarang Ma? Apakah aku terlihat cantik?".


"Kamu terlihat sempurna sayang" ucap Nyonya Wei yakin. "Ayo kita berangkat" lanjutnya sambil dengan bersemangat menggandeng tangan Qi Xuan pergi.


Setelah 50 menit menempuh perjalanan di dalam mobil. Nyonya Wei dan Qi Xuan akhirnya tiba di kediaman Mo.


"Selamat datang Nyonya Wei, Nyonya Muda Wei" sapa kepala pelayan dengan sopan.


"Halo Bi. Apakah yang lain sudah datang?" tanya Nyonya Wei ramah.


"Ya Nyonya. Semua Nyonya sudah datang dan berkumpul di rumah kaca" jawab kepala pelayan.


"Ayo Xuan" ajak Nyonya Wei membawa Qi Xuan pergi.


Keduanya bisa berjalan menuju ke rumah kaca dengan lancar tanpa bantuan kepala pelayan karena Nyonya Wei sudah terbiasa berkumpul dengan Nyonya Mo dan teman-temannya disana.


"Kalian akhirnya datang juga" ucap Nyonya Mo saat melihat Nyonya Wei masuk.


"Jam berapa ini sekarang?" tanya Nyonya Wei pada teman-temannya. "Apakah jam dirumahku rusak? Tumben sekali kalian semua sudah pada berkumpul disini dan sedang menungguku" lanjutnya sambil tersenyum.


"Berhentilah bercanda. Cepat kenalkan menantumu pada kami" ucap Nyonya Xie dengan tegas.


"Baiklah" angguk Nyonya Wei sambil tertawa kecil penuh kemenangan. "Perkenalkan semuanya. Dia adalah menantuku dan istri dari Hong Li, Qi Xuan" lanjutnya sambil memperkenalkan Qi Xuan yang berada dibelakangnya dengan bangga lalu dari kanan ia menunjuk para Nyonya dan berkata "Xuan, mereka adalah teman-teman yang Mama ceritakan tadi. Nyonya Jiang, Nyonya Xie, Nyonya Mo dan Nyonya Wu".


"Halo para Nyonya" sapa Qi Xuan dengan sopan dan bersemangat. "Namaku Qi Xuan. Panggil saja aku Xuan" lanjutnya sambil tersenyum.


"..." melihat wajah Qi Xuan, para Nyonya terdiam.


"Halo Xuan. Apakah kamu memiliki hubungan keluarga dengan Jenderal Besar Qi?" tanya Nyonya Wu yang paling pertama sadar dengan penasaran.


"Dia adalah kakekku" jawab Qi Xuan jujur.


"Kamu adalah putri dari anak yang ke berapa?" tanya Nyonya Jiang penasaran.


"Ibuku adalah anak ke empat sekaligus putri bungsu dari Kakek" jelas Qi Xuan dengan santai.


"Kamu putri kandung Ai Xuan!?" tanya Nyonya Mo terkejut.


"Iya" angguk Qi Xuan yakin.


"..." keempatnya terdiam lagi.


'Bukankah Ai Xuan sudah lama meninggal?' 'Jadi bagaimana bisa dia adalah putri kandungnya?' 'Tapi dia terlihat sangat mirip dengan Ai Xuan. Terutama di bagian matanya' 'Apa dia benar-benar merupakan putri kandung Ai Xuan?' 'Tapi dengan siapa?' '...'


Semua pertanyaan yang sangat mengganjal di pikiran mereka itu sekarang ada begitu banyak sampai mereka tidak tau harus bertanya dari yang mana dulu.


"Teman-teman, aku tau kalian sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Ai Xuan tapi tolong ingatlah. Xuan disini sebagai menantuku dan istri dari Hong Li. Bukannya cucu Jenderal Besar Qi dan putri dari Ai Xuan" jelas Nyonya Wei dengan tegas.


Mendengar perkataan Nyonya Wei, para Nyonya lalu mengangguk mengerti.


"Maaf ya Xuan, kami telah membuatmu tidak nyaman ya? " ucap Nyonya Mo sambil tersenyum.


"Tidak apa Nyonya" ucap Qi Xuan sambil tersenyum.