Secrets

Secrets
15. Interaksi Antara Wei Hong Li dan Qi Xuan


"Mau kemana kita?" tanya Qi Xuan bingung saat melihat mobil yang dikendarai oleh Wei Hong Li berjalan menjauh dari arah rumah mereka.


"Tentu saja kembali ke perusahaan" jawab Wei Hong Li tegas. "Setelah rapat selesai aku buru-buru pergi menjemputmu meninggalkan beberapa pekerjaan penting yang masih belum ku selesaikan" lanjutnya menjelaskan.


"Baiklah" angguk Qi Xuan patuh. 'Seharusnya tadi aku pulang saja dengan taxi' ucapnya dalam hati.


"Setelah itu kita makan malam bersama diluar. Bibi tadi minta izin cuti padaku selama satu bulan untuk mengurus menantunya yang baru saja melahirkan" ucap Wei Hong Li lagi sambil memarkir mobilnya.


"Benarkah?" tanya Qi Xuan kaget dan sedikit tidak percaya. "Anak laki-laki atau perempuan?" tanyanya lagi dengan rasa penasaran tinggi.


"Tidak tau" jawab Wei Hong Li.


"Apa kamu tidak suka dengan anak-anak?" tanya Qi Xuan dengan mata menyelidik pada Wei Hong Li.


"Bukan begitu" jawab Wei Hong Li singkat.


"Kalau bukan begitu berarti suka?" tanya Qi Xuan kembali dengan nada sedikit menggoda dan sambil tersenyum manis.


"Kenapa? Kamu juga mau punya anak?" tanya Wei Hong Li sambil menatap mata Qi Xuan menyelidik pas di lampu merah.


"Tidak" jawab Qi Xuan tegas lalu memalingkan wajahnya. 'Aku sudah cukup mempertaruhkan nyawaku pada saat melahirkan kedua putraku saat itu dan mereka pasti tidak akan membiarkanku melahirkan lagi selama sisa hidupku' lanjutnya berbicara pada dirinya sendiri di dalam hati.


Keduanya lalu turun dari mobil dan berjalan masuk menuju ke arah lift khusus. Wei Hong Li menekan tombol 89 dan lift segera naik dengan cepat dan tanpa hambatan apapun, pintu lift segera terbuka.


Wei Hong Li berjalan keluar menuju ke arah ruangan CEO miliknya diikuti oleh Qi Xuan yang berada di belakang.


Lantai 89 merupakan lantai khusus yang terdiri dari 1 ruang kerja dengan kamar tidur di dalamnya milik Wei Hong Li, 1 ruang kerja khusus milik asisten Liu, 1 ruang rapat khusus pemegang saham, ruang kerja untuk para sekretaris dan resepsionis, dapur kecil, dan ruang tunggu untuk para tamu.


"Apa kamu ingin berkeliling?" tanya Wei Hong Li sambil membuka pintu ruangannya.


"Boleh" angguk Qi Xuan bersemangat mengikuti.


"Oke. Duduklah dulu. Aku akan menyuruh asisten Liu untuk memandumu" ucap Wei Hong Li sambil duduk di kursinya dan akan menelepon asisten Liu.


"Tidak perlu. Aku akan berkeliling sendiri" jawab Qi Xuan cepat lalu berjalan pergi.


Meskipun ia merupakan CEO sekaligus pemilik dari perusahaan nomor 1 di dunia, Qi Xuan tidak pernah datang dan menampakkan dirinya sama sekali. Ia terlalu sibuk untuk mengurus gengnya dan tidak punya waktu luang sama sekali untuk pergi ke sana jadi ia selalu mengurus semuanya dari balik layar dengan bantuan Paman William.


Saat ini ia sangat bersemangat untuk menjelajahi kantor Wei Hong Li dengan anggapan kalau kantor ini sama dengan kantor miliknya.


2 jam kemudian.


"Dimana kamu?" tanya Wei Hong Li sambil berjalan keluar dari kantornya.


{Kamu sudah selesai? Kita langsung bertemu di tempat parkir saja} jawab Qi Xuan disisi lain.


"Oke" ucap Wei Hong Li lalu mematikan panggilan dan berjalan masuk ke dalam lift.


Tidak lama kemudian, lift akhirnya tiba di lantai dasar dan keduanya keluar secara bersamaan dengan lift yang berbeda.


"Dari mana saja kamu?" tanya Wei Hong Li.


"Berbuat amal" jawab Qi Xuan singkat sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


"???" Wei Hong Li bingung namun ia tidak mau perduli dan hanya diam masuk ke dalam mobil.


"Ayo kita makan steak dengan wine" ucap Qi Xuan dengan bersemangat.


"Oke" angguk Wei Hong Li lalu mengendarai mobilnya melaju ke jalanan.


"Kamu membuat proposal ini sendiri?" tanya Wei Hong Li sambil mengamati jawaban Manajer Lin.


"Tentu saja Bos" angguk Manajer Lin kecil.


"Kamu yakin? Cara pembuatan proposalmu kali ini tidak terlihat seperti proposal-proposal buatanmu sebelumnya" ucap Wei Hong Li dengan yakin.


"..." Manajer Lin terdiam kaget mendengar perkataan Wei Hong Li.


Melihat ekspresi terkejut Manajer Lin, Wei Hong Li menjadi semakin yakin dan bertanya "Siapa yang membantumu?".


"Itu... Dia... Nyonya Bos" jawab Manajer Lin ragu.


"Xuan?" tanya Wei Hong Li tidak percaya.


"Iya Bos" ucap Manajer Lin yakin


"Oke. Keluarlah" ucap Wei Hong Li dengan tenang.


"Baik Bos" ucap Manajer Lin lalu berjalan pergi.


'Jadi yang dimaksudnya dengan berbuat amal kemarin itu ini' ucap Wei Hong Li dalam hati. 'Aku tidak pernah menyangka kalau ternyata dia punya kemampuan sehebat ini' lanjutnya sedikit kagum.


Ia mengeluarkan handphonenya dan memanggil Qi Xuan.


"Kamu dimana?" tanya Wei Hong Li.


{Aku baru saja mau pergi ke tempat temanku. Ada apa?} tanya Qi Xuan bingung.


"Kenapa kamu membantu Manajer Lin membuat proposalnya?" tanya Wei Hong Li penasaran .


{Apa dia memberitahumu?} tanya Qi Xuan kembali dengan nada kaget.


"Aku bertanya padanya setelah menyadari ada banyak hal yang berbeda dari caranya membuat proposal" jawab Wei Hong Li.


{Iya. Aku yang membantunya} ucap Qi Xuan.


"Kenapa?" tanya Wei Hong Li penasaran.


{Saat aku sedang berkeliling sendiri waktu itu, aku tidak sengaja mendengar percakapan Manajer Song yang sedang membahas masalah Manajer Lin yang sedang dalam kesulitan karena file proposal yang ia kerjakan hilang akibat komputernya yang terkena virus} jelas Qi Xuan. {Awalnya aku membantunya karena kasihan saat mendengar kalau keluarganya akan kesulitan jika ia akan dipecat nanti tapi selagi membantunya aku jadi tidak bisa menahan diri untuk mengajarinya karena ia memiliki potensi yang besar dan juga merupakan anak yang sangat baik} lanjutnya bersemangat.


"Rupanya begitu" ucap Wei Hong Li mengerti.


{Sudah jelas kan? Aku tutup teleponnya ya. Aku sedang mengemudi} ucap Qi Xuan.


"Oke. Hati-hati dijalan" ucap Wei Hong Li lalu mengakhiri panggilannya.


'Jika dia hanya orang biasa dan bukan cucu dari Kakek Qi dan istriku, aku pasti akan menjadikannya sebagai karyawanku' ucap Wei Hong Li dalam hati.


Disisi lain, Qi Xuan sedang berkendara menuju ke Dawn Cluster setelah ia mengakhiri panggilannya dengan Wei Hong Li.


Saat ia sedang santai mengemudikan mobilnya sambil melihat-lihat ke arah kiri dan kanan sambil memikirkan kemana ia akan membawa kedua putranya berkeliling hari ini. Matanya tiba-tiba sangat tertarik dengan segerombolan orang yang sedang dikerumuni oleh banyak orang.


"Ada apa itu?" tanya Qi Xuan bingung. "Apa ada artis yang sedang syuting disana?" lanjutnya lagi sambil melihat ke arah sana dengan penuh penasaran.


Betapa terkejutnya ia saat ini ketika melihat dua orang pria kecil yang sangat ia kenal sedang berada di tengah gerombolan orang banyak itu.


"Vin dan Lyn? Kenapa mereka bisa ada disana?" tanya Qi Xuan sangat bingung saking terkejutnya.