Secrets

Secrets
3. Berkunjung (2)


"Apa yang Kakek katakan. Kami baru saja menikah" ucap Qi Xuan malu-malu dengan wajah merona.


"Memangnya kenapa jika baru menikah? Bukankah setiap orang menikah dengan tujuan agar mendapat keturunan" jawab Tetua Qi serius dan tegas.


"Itu memang benar tapi aku masih ingin menikmati masa-masa berduaan saja dengan Li" ucap Qi Xuan memelas.


"Benar Kakek" ucap Wei Hong Li setuju dengan perkataan Qi Xuan. "Lagipula Xuan masih muda. Aku tidak ingin ia menghabiskan masa mudanya hanya untuk membesarkan anak kami" lanjutnya berusaha menjelaskan.


Sambil mendengar perkataan keduanya yang terus berusaha untuk mencari alasan menolak keturunan, Tetua Qi menatap mereka dengan tajam seperti seorang detektif yang berusaha mencari tau segalanya dari tindakan mereka.


"Tetapi jika benih yang kutanam didalam diri Xuan bersikeras untuk tumbuh dan hadir diantara kami. Tentu saja kita akan menyambutnya dengan bahagia kan, sayang?" ucap Wei Hong Li dengan lembut dan penuh kasih sayang menatap ke arah perut Qi Xuan yang rata setelah menyadari tentang kecurigaan Tetua Qi.


"Tentu saja" jawab Qi Xuan bersemangat. "Bagiku tanda cinta kita lebih penting dari pada segalanya termasuk diriku sendiri" lanjutnya dengan lembut dan penuh cinta memeluk Wei Hong Li dengan erat.


"Tidak boleh" ucap Tetua Qi dengan marah menyela momen harmonis keduanya.


"???" keduanya menatap Tetua Qi dengan bingung.


"Kamu tidak boleh terluka sama sekali. Aku tidak akan membiarkan kamu terluka sedikitpun. Kamu adalah yang terpenting bagiku. Kamu adalah hidup dan nyawaku" ucap Tetua Qi memperingati dengan serius dan tatapan setajam pisau.


"Aku mengerti Kakek" jawab Qi Xuan dengan patuh lalu memegang tangan Tetua Qi, ia berkata "Kakek tenang saja. Aku akan mementingkan diriku sendiri yang paling pertama oke?".


"Benar Kakek. Kakek tenang saja. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Xuan. Aku akan menjaganya dengan baik" janji Wei Hong Li serius.


"Mm..." angguk Tetua Qi puas. "Aku harap kalian bisa terus harmonis seperti ini untuk seterusnya" lanjutnya dengan senang hati dan bahagia.


Setelah menikmati waktu bersama selama kurang lebih satu setengah jam, Wei Hong Li dan Qi Xuan pergi meninggalkan kediaman keluarga Qi untuk berkunjung ke kediaman utama keluarga Wei.


"Selamat datang Kakak, Kakak Ipar" sambut seorang pria muda dengan bersemangat.


Pria muda itu adalah satu-satunya adik Wei Hong Li yang bernama Wei Xiu Huan. Berbanding terbalik dengan kakaknya yang memiliki aura tegas dan dingin, Wei Xiu Huan memiliki aura yang lembut dan ramah. Dengan rambut pirang dan mata berwarna emerald miliknya, ia terlihat sangat tampan dan menarik dengan pakaian berwarna cerahnya.


"Halo Adik Ipar" sapa Qi Xuan sambil tersenyum.


"Kakak Ipar, Nenek dan Mama sudah menunggumu dari tadi untuk minum teh bersama di rumah kaca" lapor Wei Xiu Huan dengan bersemangat.


"Benarkah? Kalau begitu aku akan pergi kesana dulu" ucap Qi Xuan sambil melepaskan gandengan tangannya dari Wei Hong Li untuk pergi.


Melihat Qi Xuan telah menjauh, Wei Xiu Huan lalu melihat Wei Hong Li yang berjalan didepannya dan berkata "Apa Kakak dan Kakak Ipar tidak pergi bulan madu?".


"Mm..." Gumam Wei Hong Li menjawab.


"Kenapa? Bukankah bulan madu itu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pengantin baru?" tanya Wei Xiu Huan bingung.


"Apa kamu mau menggantikanku untuk mengurus perusahaan saat aku pergi berbulan madu?" tanya Wei Hong Li dengan serius menatap adiknya.


"Tidak mau" jawab Wei Xiu Huan nakal. "Masih ada banyak panggung yang sedang menungguku untuk berdiri diatasnya" lanjutnya dengan bangga.


Melihat tingkah menyebalkan adiknya, Wei Hong Li mengabaikannya lalu mempercepat langkah kakinya untuk meninggalkan Wei Xiu Huan.


Meskipun Wei Xiu Huan adalah tuan muda kedua dari keluarga Wei yang berfokus dibidang bisnis, ia tidak pernah menunjukkan ketertarikannya pada bisnis sama sekali dan terus bertingkah liar dan bebas layaknya burung dilangit. Ia menjadi model diusia 15 tahun dan mulai menjadi penyanyi di usia 18 tahun sampai akhirnya sekarang ia sukses menjadi model kelas atas dan penyanyi terkenal di umurnya yang 24 tahun ini tanpa bantuan dari keluarganya sama sekali.


"Kakek, Papa" sapa Wei Hong Li lalu duduk.


"Jelaskan" ucap Tetua Wei dingin.


Mendengar perkataan tanpa awal dan akhir ini, Wei Hong Li mengerutkan keningnya dengan bingung.


"Kenapa kamu tidak melakukan malam pertamamu dengan Xuan?" tanya Tuan Wei serius.


"Haid" jawab Wei Hong Li dengan singkat.


Dengan jawaban singkat yang tidak terduga itu, semua orang yang ada di ruang keluarga terdiam.


"Bagaimana dengan persiapan acara ulangtahun perusahaan minggu depan?" tanya Tuan Wei mengalihkan pembicaraan.


"Semua sudah diatur oleh Asisten Liu" jawab Wei Hong Li.


"Umumkan hubunganmu dengan Xuan disana" ucap Tetua Wei memerintah.


"Tidak" jawab Wei Hong Li tegas. "Bukankah kita sudah sepakat sebelumnya kalau pernikahan ini akan terus dirahasiakan sampai Xuan setuju untuk mengumumkannya?" lanjutnya sedikit kesal.


"Aku tidak peduli. Kamu yang harus membujuknya" ucap Tetua Wei acuh tak acuh.


Disisi lain, Qi Xuan sedang minum teh di rumah kaca bersama Mama dan Nenek mertuanya.


"Beritau Nenek, apa Li jago melakukannya?" tanya Nyonya Tua Wei menggoda Qi Xuan.


"Melakukan apa?" tanya Qi Xuan dengan ekspresi polosnya yang kebingungan.


"Kalian benar-benar belum melakukan malam pertama?" tanya Nyonya Wei penasaran.


"Mm..." angguk Qi Xuan malu.


"Kenapa?" tanya Nyonya Tua Wei bingung. "Apa Li tidak mau menyentuhmu?" lanjutnya penasaran.


"Bukan" jawab Qi Xuan dengan cepat menyanggah.


"Lalu kenapa?" tanya Nyonya Wei bingung.


"Aku..." jawab Qi Xuan gugup.


"Tidak apa Xuan. Beritau Nenek. Nenek akan membelamu" ucap Nyonya Tua Wei menenangkan Qi Xuan.


"Aku sedang haid" ucap Qi Xuan dengan wajah merah merona karena malu.


Mendengar hal itu, Nyonya Tua Wei dan Nyonya Wei terdiam. Setelah beberapa saat, keduanya tertawa lepas.


"Astaga. Bagaimana bisa begitu kebetulan" ucap Nyonya Tua Wei bahagia.


"Iya" angguk Nyonya Wei setuju. "Beritahu Mama bagaimana reaksinya saat itu" lanjutnya penasaran.


Qi Xuan mengingat kembali saat ia membahas tentang rencananya ini pada Wei Hong Li saat sedang dalam perjalanan kesini tadi.


"Kakek sudah tau kalau kita tidak melakukan malam pertama" ucap Qi Xuan tiba-tiba.


"..." Wei Hong Li diam dan menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan.


"Ini hanya firasatku" jelas Qi Xuan singkat. "Tapi jika itu memang benar, maka kita harus menyamakan jawaban yang akan kita jawab nanti saat berada dirumahmu" lanjutnya dengan tenang.


"Apa itu?" tanya Wei Hong Li penasaran.


"Haid" jawab Qi Xuan dengan percaya diri.


Mendengar hal itu, Wei Hong Li menatapnya dengan ekspresi gelap tidak percaya.