My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
8. Bagaimana denganku?


 


aluna mengetuk pintu kamar rey. beberapa kali mengetuk tanpa ada sahutan. aluna memberanikan diri memutar hendel pintu. aluna masuk kekamar dan kaget saat pemandangan yang disuguhkan dalam kamar itu. kamar yang gelap dan pengap. tampak beberapa buku berserakan. baju yang kemarin rey pake tampak berserakan diranjang dan sofa kamar. aluna berfikir, kenapa kamar rey sangat berbeda dengah kamar aluna. mungkin rey tidak mengijinkan pembantu rumah bibi nela untuk membersihkan kamarnya.


aluna mulai merapikan kamar rey. gorden kamar dan jendela kamar dibuka. udara pagi yang sejuk menerpa wajahnya. aluna memulai memunguti satu persatu buku buku rey dan merapikannya di rak. seprai diganti dengan yang bersih. baju dipilah dan dimasukkan ke keranjang kotor dan membawanya ke daput untuk diberikan kepada pembantu. tak lupa aluna meminta tolong mbok ratmi menyapu fan mengepel kamar rey. sudah sangat sempurna batin aluna. aluna menutup pintu kamar rey kembali kekamarnya.


rey baru saja kembali dari aktivitasnya. setiap sabtu pagi rey selalu menyempatkan diri untuk pergi tennis ataupun ke tempat gym. baru saja rey turun dari mobilnya. bersamaan itu mobil milik james yang didalamnya sudah ada alan,richard dan andrew masuk dihalaman rumah bibi nela.


"kau baru pulang rey,,kebetulan sekali." james berkata dan memukul bahu rey pelan


"ayo kita nongkrong di cafe, sudah lama sekali kita tidak berkumpul." sahut richard


"aku tidak bisa,,luna sendirian dirumah."sahut rey dingin.


 


"kalian masuklah, aku mandi dulu." rey berlalu meninggalkan teman temannya.


 


rey masuk kamarnya. pemandangan kamar yang berbeda dari biasanya. wangi lavender dari tungku aromaterapi yang baru dinyalakan. udara yang brganti dari jendela kamar yang hampir tak pernah dibuka. seprai warna abu muda yang baru saja dipasang sempurna diranjangnya. pasti aluna gumam rey.


rey turun menghampiri teman temannya. penampilannya sangat sempurna seperti biasa. mereka akhirnya memutuskan menunda waktu ke cafe dan memilih menghabiskan waktu dirumah bibi nela. tetapi pandangan rey mulai memicing saat tidak menemukan alan.


 


"dari mana kamu." rey menyelidik, saat alan masuk dari arah taman belakang.


"aku baru saja dari toilet belakang rey" alan salah tingkah melihat pandangan rey. rey akan menyauti dengan pertanyaan kenapa alan tidak memakai toilet ruang tamu yang lebih dekat tetapi diurungkannya.


  rey mengahampiri aluna di taman belakang. aluna tidak menyadari saat rey berada didekatnya dan memandang tajam kearahnya. aluna sibuk membaca novel yang dipinjamkan alan padanya. ada beberapa buku yang bertumpuk disebelah aluna.


"sepertinya kau mulai akrab dengan alan." rey membentak aluna. aluna menjatuhkan novel yang dibacanya karena kedatangan rey dan bentakan membuat aluna gemetar. tubuh aluna semaki gemetar saat tangan rey memegang dagunya. pandangan tajam dan dingin. hampir tak ada jarak dari keduanya. aluna menahan nafas sebisa mungki agar tak terhembus di wajah rey


"aku terlalu tertarik dengan novel2 ini tanpa memikirkan resikonya. aku yakin rey tidak akan memberiku ijin untuk kost. kenapa aku sebodoh ini. aluna kenapa kau sangat bodoh." aluna merutuki dirinya sendiri.


aku bisa menbelikanmu buku sepertu itu. kalo kau masih mengangkapku suaminu. kembalika buku itu.


"rey melepas tangannya dan berlalu meninggalkan luna yang terdiam.


"terimakasih untuk kamarku." sebelum rey benar2 berlalu meninggalkan aluna.


aluna memberanikan diri mengetuk pintu kamar rey. saat ada sahutan dari dalam alu a memutar handel pintu dan masuk kedalam. aluna mendekati rey yang duduk di balkon kamarnya. aluna menunduk.


"rey..aku minta tolong kembalikan bukunya ke alan dan maafkan aku ya rey." aluna masuh terisak.


"lupakan aluna." rey beranjak dari duduknya menghampiri aluna.


"kenapa tadi kau kemari" selidik rey melihat aluna yg masih menunduk


"apa kau mau memaafkanku rey?"aluna masih menunduk


"baiklah,,ayo katakan apa tujuanmu tadi kekamarku." luna mulai tersenyum


"aku ingin meminjam buka fiologi dasar rey." aluna bersemangat.


rey tampak berjalan dirak buku yang tinggi.


"aluna, ambil saja apa yang kau perlukan semua buku bukuku ada disini".


"untuk keinginanmu kost didekat kampusmu, akan aku ijinkan asal kau mau menjauhi semua teman laki lakimu." rey berkata tanpa menatap aluna. seketika aluna berlari menghampiri rey dan memeluknya. spontan aluna mencium pipi rey tanpa aluna sadari karena kegembiraannya.


"rey,,terimakasih" masih mengeratkan pelukannya


"gadis ini sungguh polos, sebentar sedih, sebentar senang. sangat menggemaskan." rey tersenyum dan berencana menggoda aluna


"tapi bagaimana denganku." rey menatap aluna. aluna hampir saja tertawa keras mendengar ucapan rey. tetapi dengan cepat diurungkan. aluna takut rey membatalkan ijinnya.


"setiap weekend aku akan pulang rey,,kau juga bisa mengunjungiku kan?" aluna meyakinkan


"aku janji rey, semua pesanmu akan kujalankan." aluna memasang wajah memelas.


"baiklah." rey menarik aluna ke dalam pelukannya. jatung mereka bergemuruh bersama.


"kenapa rasanya senyaman ini." rey dan aluna bergumam dalam hati masing masing. dan saat menyadarinya kedua saling melepas pelukannya. aluna tampak salah tingkah. tetapi lain halnya dengan reymond. lelaki itu lebih pandai menutupinya. rey kembali datar dan dingin seolah tidak pernah melakukan apapun. dan aluna kesal dibuatnya.


***


hallo para pembaca kesayangan.


jangan lupa like dan komen disetiap episodenya ya.


author sangat berterimakasih.


dukung terus author ya.