My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
cake penghilang kesedihan


 


Aluna terbangun, saat merasakan perutnya meronta ronta karena kelaparan. Pandangannya mengedar kesemua arah kamarnya mencari keberadaan suaminya. Perasaannya kecewa saat sosok reymon sudah tidak ada dikamarnya.


perlahan aluna turun dari ranjangnya. berniat mencari sesuatu di kulkas ataupun lemari tempat menyimpan camilan. saat membuka kulkas aluna hanya menemukan beberapa kotak susu dan coklat. aluna tidak berselera. pun dengan lemari yang berisi camilan. aluna hanya menemukan kuaci.


"aku lupa belum belanja." aluna menepuk jidatnya karena sikap cerobohnya sekarang merugikan dirinya sendiri. aluna mencari keberadaan ponselnya. dia berniat untuk membeli makanan menggunakan jasa ojek online. tetapi mata aluna mengerjap saat dia membaca pesan dari reymond.


"ingat aluna jangan dekat dekat dengan laki laki manapun, jangan memakai celana pendek kecuali didepanku. dan makanlah makananmu, aku sudah memesan makanan untukmu,,"


aluna kembali menepuk jidatnya yang ternyata tidak menyadari banyak makanan di meja yang terletak didekat sofa. aluna mengerjap kan matanya berulang ulang saat melihat kue strawbery kesukaannya. satu kotak kue strabery dengan berbagai bentuk. susu coklat hangat yang masih mengebul. dan satu mangkok sup jamur. ingin rasanya aluna menggiring semua makanan itu masuk keperutnya. aluna berkali kali menelan air liurnya. dan aluna mulai berfikir semua makanannya masih hangat. kemungkinan rey belum lama meninggalkan kamarnya. keinginan untuk menyantap semua makanan kesukaannya diurungkan. aluna berniat menghubungi ponsel milk rey.


"hallo,," suara keras terdengar dari ujung ponsel milik rey. seketika aluna gelagapan saat mendengar suara rey.


"hanya suaranya saja mampu membuat aku hanpir mati,huufft,,ada orang seperti ini di dunia ini."


"hallo rey,,kau sudah pulang?" aluna sedikit takut mengucapkannya.


"hem,," jawab rey


"kenapa kau tidak membangunkanku?" aluna mengerucutkan bibir seolah berbicara langsung didepan rey.


"tak apa." jawab rey singkat.


seketika hening tak ada suara dari keduanya.


"ada yang lain?" rey membuat aluna gelagapan.


"eemm,,makasih makanannya." kata aluna dengan tulus.


"makanlah yang banyak. aku lihat kau kurusan. aku tidak ingin mami dan papi berfikir aku tidak memberimu makan." mendengar ucapan rey, aluna sedikit kecewa.


"karena mami dan papi. bukan karena peduli padaku."


"ya sudah,,hati hati dijala.." saat aluna ingin berpamitan rey memotong perkataannya


"luna"


"heem,," jawab luna


"alan tidak akan berani mengganggumu lagi. aku sudah memperingatinya. dua hari aku tidak bisa menjengukmu. tidak perlu menungguku." aluna kecewa hampir saja aluna menanyakan alasan rey tidak datang tetapi diurungkan oleh aluna.


"hem,,"


"setelah menghabiskan makananmu. segeralah tidur" rey akan memutuskan sambungan telpunnya tetapi aluna memanggilnya.


"rey,,"


"heem" jawab rey pelan


aluna bergumam


"aku pasti merindukanmu."


"tidak,,hati hati ya." aluna mengakhiri percakapannya.


dari sudut matanya cairan bening luruh begitu saja.


"kenapa semakin hari perasaanku menjadi aneh, rasanya ingin selalu dekat dengannya. meskipun dia sangat menyebalkan."


***


aluna bergegas keluar dari kamarnya dan hanya membawa tas kecilnya yang berisi dompet ponsel dan beberapa barang penting lainnya. aluna tidak membawa pakainnya. karena banyak pakaiannya yang masih dia tinggal dikamarnya dirumah bibi nela pak atmo supir bibi nela sudah menunggu aluna duduk dikursi di depan kamar aluna. hari ini memang yang menjemput aluna pak atmo bukan rey. karena semalam rey sudah memberikan pesan singkat bahwa dia tidak bisa menjemput aluna. tanpa memberikan alasan sehingga aluna kecewa dan memutuskan tidak akan pulang akhir minggu ini. tetapi bibi nela menelpon aluna bahwa pak atmo akan menjemput aluna dan dengan terpaksa aluna mengiyakannya.


mobil yang dikendarai pak atmo masuk kehalaman luas milik keluarga daniel paman rey. aluna mengatakan kepada pak atmo untuk tidak menurunkannya dipintu masuk. melainkan di garasi mobil yang kebetulan ada tangga yang langsung bisa menuju kamar aluna dan rey. saat aluna menaiki tangga aluna dapat melihat ruang tamu. dan hati aluna sangat sakit saat melihat rey memeluk seorang perempuan dan mencoba menenangkannya. beberapa saat aluna melihat perempuan itu mengusap sudut matanya dan rey memegang bahunya. aluna tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. dan aluna melihat mereka tertawa bersama.


"katanya trauma dengan perempuan. tapi apa? mereka berpelukan bahkan mereka tertawa bersama. sedangkan denganku? apalagi tertawa, tersenyum saja dia tidak pernah melakukannya."


hati aluna sakit. cairan bening keluar begitu saja dari sudut matanya. tetapi dengan segera aluna menghapusnya.


"aku janji tidak akan menangisinya lagi."


aluna bergegas kekamarnya, setelah membersihkan diri dan mengganti bajunya. aluna berniat untuk turun membantu bibi nela didapur.


setelah sampai didapur. bibi nela menyambut aluna dengan antusias.


"luna kau sudah pulang nak?" bibi nela memeluk luna dengan erat.


"iya bik,,apakah akan ada acara bik? kenapa bibi banyak sekali membuat makanan?" luna bertanya tetapi pandangannya mengedar keseluruh penjuru daput. dapur yang sangat besar. tampak semua pembantu sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. aneka kue lezat dan ditata indah, makanan2 eropa maupun chinesfood dan makan2 indonesia tampak memenuhi meja2 hidang didapur itu.


"tampaknya rey lupa mengatakan padamu nak."


bibi nela membelai rambut aluna dengan sayang.


"nanti malam ada acara makan bersama ulang tahun pernikahan bibi dan paman daniel. kamu makan siang lah dulu. rey sepertinya masih ada tamu luna."


aluna seketika kaget. dia belum menyiapkan kado untuk bibinya. aluna berniat minggu depan saat aluna pulang lagi kerumah bibi nela akan menyiapkan kado untuk paman dan bibinya.


luna sebenarnya masih malas untuk makan karena sarapannya memang sudah cukup siang tadi. tetapi aluna tidak ingin mengecewakan bibinya. sesaat pandangan aluna melihat cake di dalam showcase milik bibi nela. ada banyak cake dalam toples berbagai rasa. aluna melihat cakejar strawbery kesukaannya.


"bibi,,luna makan cake strawbry saja ya."aluna menelan ludah pandangannya tak lepas dari showcase bibi nela.


" pasti nak bibi memang sengaja membuat cake strwbery kesukaanmu. makanlah yang banyak nak."


aluna segera mengambil cake strawbery dan menikmatinya. kesedihannya sedikit terobati saat menikmati cake lezat dari bibinya. tanpa menyadari sepasang mata hazel memperhatikannya.


***


hallo para pembaca kesayangan


jangan lupa dukung terus author


tekan like komen dan vote ya para pembaca kesayangan


terimakaaih