
setelah masuk kekamarnya aluna pun berbaring diranjangnya. beberapa kali mata cantiknya mengerjap memikirkan perasaannya kepada reymond. entah berapa lama akhirnya mata aluna terpejam.
reymond masuk kekamar aluna dan melihat aluna tertidur. reymond menghembuskan nafasnya kasar.
"anak ini sebenarnya punya penyakit apa?bisa tidur sewaktu waktu asal kepalanya menyentuh bantal."
rey mencoba membangunkan aluna. berkali kali rey menepuk pipi aluna. tetapi belum bisa membangunkan aluna dari tidurnya. rey semakin kesal. rey tertarik dengan bibir aluna yang sedikit terbuka. hampir saja rey membenamkan bibirnya ke bibir aluna. saat rey mulai mendekatkan wajah. rey kaget saat tiba tiba mata aluna mengerjap dan mendorong tubuh rey menjauh darinya.
"apa yang kau lakukan rey." aluna mengerutkan dahinya.
"tidak ada, aku hanya akan memeriksa denyut jantungmu masih ada ato tidak." rey berkata dengan santainya.
"aku tunggu dimobil bersiaplah." rey berlalu meninggalkan aluna.
"sepertinya dia berbohong jelas jelas dia mendekatkan wajahnya kewajahku." aluna menggerutu dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap.
rey mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Pandangannya tetap fokus kejalan. sesekali aluna melirik tetapi mengerucutkan bibirnya kembali saat melihat rey tak sedikitpun memperdulikannya. perjalanan dari rumah bibi nela ke rs rey tidak begitu jauh. tetapi aluna merasakan perjalanannya seperti sangat lama.
"rey,,kenapa kita ke rs lebih cepat?
bukannya kau berkata kita sekalian makan siang diluar?" aluna memandang rey. rey melirik aluna sepintas kemudian kembali fokus berkendara.
"aku ada urusan sebentar." aluna hanya mengangguk.
rey memarkirkan mobilnya disebuah rumah. rumahnya sangat asri. rumah itu mengingatkan aluna akan kostnya.
"disini aku seperti dirumah tante hani" aluna berjalan riang mengikuti rey.
beberapa kali rey menekan tombol pintu. dan beberapa saat tampak pintu terbuka. aluna masih mengedarkan pandangannya ke semua arah rumah itu dan mengagumi. masih ada rumah yang seasri ini di sesaknya kota besar ini.
"rey,,." seseorang benar benar sangat bahagia bisa kembali bertemu dengan rey. ya dia claudia. seketika claudia menghambur memeluk rey. airmata nya tak berhenti mengalir dipipinya. tidak ada ekspresi apapun dari rey. dia tetap datar tetapi tidak menolak pelukan claudia.
"saya ingin bertemu dengan dokter burhan." claudia melepas pelukannya saat rey mulai bersuara. dan menyadari rey bersama dengan seorang perempuan. claudia merasa tidak enak dengan aluna. claudia mempersilahkan aluna dan rey untuk duduk.
aluna tampak mengerutkan keningnya saat melihat seorang perempuan cantik memeluk rey tiba - tiba. hatinya sesak memikirkan siapa perempuan itu dan untuk apa rey membawa aluna menemui perempuan itu. aluna yang sesaat lalu riang berubah menjadi datar seketika. ada penyesalan teramat dalam menyetujui ajakan rey ikut bersamanya. aluna bersusah payah menahan diri agar tidak menangis dihadapan rey ataupun penghuni rumah itu. lamunan aluna seketika hilang saat rey mengaitkan jarinya dengan jari aluna dan membawa aluna untuk masuk dan duduk. aluna mencoba menolak tangan rey. tetapi rey lebih cepat menarik tangan aluna. sepintas claudia melihat rey menarik aluna. hatinya benar benar sedih.
sesekali rey melirik ke arah aluna. rey tau aluna memikirkan sesuatu. rey ingin bertanya kepada aluna tetapi diurungkan saat dokter burhan mendudukkan dirinya dikursi dihadapan rey dan aluna.
"kau sudah lama rey?" dokter bertanya kepada rey tetapi pandanganny tak lepas dari aluna. aluna yang menyadarinya menjadi salah tingkah.
"aku ingin membicarakan sesuatu yang penting rey." dokter burhan kembali menatap aluna tajam. aluna menyadari bahwa kehadirannya sepertinya akan mengganggu obrolan mereka.
"rey,,aku tunggu diluar ya."aluna bangkit menunduk dan tersenyum pamit kepada dokter burhan. tetapi tangan aluna di tarik oleh rey.
"aku tidak lama. tunggulah dimobil." rey menyerahkan kunci mobil kepada aluna. dan aluna bergegas keluar dari rumah itu.
aluna bernafas lega saat dirinya sudah berada diluar rumah. seperti kembali mendapat oksigen saat dia keluar dari ruang hampa udara. aluna berjalan menuju mobil rey. tetapi dia mengurungkan saat melihat taman bunga yang cantik. aluna memilih duduk di bangku dekat taman bunga. aluna duduk dan merunduk menikmati kecantikan bunga bunga ditaman itu. aluna dikagetkan seseorang yang mendudukkan dirinya disamping aluna.
"hai,,kenapa tidak duduk didalam bersama rey." aluna menoleh dari arah suara yang menyapanya. perempuan yang menurut aluna sangat sempurna. wajahnya yang lembut dan ramah membuat hati aluna menciut dan bertanya tanya tentang sosok yang menyapanya.
"saya takut mengganggu." aluna tak kalah sopan dan tersenyum kearah perempuan cantik itu.
"claudia,," claudia mengulurkan tangan kearah aluna dan tersenyum tulus.
"aluna." luna membalas tak kalah tulusnya.
"luna,,jangan sungkan. aku teman sma rey semoga kita juga bisa berteman ya." claudia tersenyum kearah aluna.berharap aluna juga menceritakan siap dirinya dan apa hubungan aluna dengan rey.
***
disisi laen dokter burhan dan rey tampak berbicara serius tentang acara seminar yang akan berlangsung bulan depan. dokter burhan meminta rey untuk menjadi moderator diacara penting itu. sudah sejam mereka berbincang dan akhirnya membuat fix proses acara dan materi. rey ingin bangkit dari duduknya untuk berpamitan. karena merasa aluna sudah sangat lama menunggunya dan mereka belum makan siang.
"rey,," dokter burhan memegang tangan rey membuat rey mendudukkan kembali dirinya.
"ada hal lain yang ingin kubicarakan." ucapan dokter burhan membuat kening rey berkerut.
"kenapa kau tidak bertanya hubunganku dengan claudia." ucap dokter burhan pelan. rey menangkap ada kesedihan dirauh wajah lelaki paruh baya itu saat membicarakan claudia.
"maaf dok,,kalau sudah tidak ada yang dibicarakan tentang seminar nanti. saya ingin pamit pulang." rey tetap datar dan tak berekspresi.
dokter burhan kembali memegang tangan rey. dia mencegah rey untuk pamit.
"rey,, apa boleh kita berbicara diluar kita sebagai dokter?"ucap dokter burhan tulus.
rahang rey mengeras mendengar ucapan dokter burhan. rey paham arah pembicaraan dokter burhan. pasti ini tentang claudia. entah apa hubungan dokter burhan dengan claudia.yang jelas rey tidak peduli.
"dokter,,maaf hubungan kita hanya sebatas murid dan guru. saya tidak akan ikut campur urusan pribadi dokter. dan saya mohon begitupun jangan campuri urusan saya." ucap rey tegas dan bangkit kemudian berpamitan pulang dengan sopan.
sepeninggal rey dokter burhan menerawang. hatinya perih saat melihat claudia menangis dipelukan reymond. yang ada difikirannya sekarang bagaimana cara membuat claudia bahagia meskipun nantinya akan berbuat tidak adil kepada rey dan aluna.
dokter burhan tersentak saat membaca buku diary milik claudia. banyak foto claudia dengan sosok lelaki yang sangat dia kenal ya reymond. mahasiswa residensi yang sangat dikaguminya meski dokter burhan menolak mengakuinya. reymond adalah cinta pertama claudia dan bahkan sampai detik ini claudia masih menyimpan rasa cinta dihatinya hanya untuk reymond.
dokter burhan berniat mengirim claudia ke london untuk menjalani kehidupannya yang baru. tetapi rencana itu diundur dengan alasan dokter burhan ingin sekali ditemani claudia satu tahun ini dan setelah itu dokter burhan akan mengijinkan claudia pergi ke london. padahal itu hanya alasan saja setelah saat itu dokter burhan melihat claudia bertemu dengan rey di rs. perasaan yang masih mendalam kepada rey membuat dokter burhan berniat membuat keponakannya itu bahagia kembali kepada cintanya.
dan lagi saat hari ini dokter burhan melihat claudia yang seketika memeluk rey dan berlinangan air mata saat mereka bertemu. membuat dokter burhan yakin kebahagiaan claudia hanya pada rey. tetapi dokter burhan merasak kesulitan karena ternyata cinta rey kepada claudia sudah berubah menjadi kebencian. dokter burhan mencoba mencari apakah masih ada sisa cinta untuk claudia dimata rey. tidak bisa dipungkiri cinta itu sudah benar benar hilang dan digantikan dengan sosok perempuan lain. ya sosok aluna mahasiswa kedokteran yang baru semester awal telah berhasil mencuri hati rey. dokter burhan menghempuskan nafas kasar dan mengusap wajahnya.
flashback off
rey keluar dari rumah dokter burhan untuk mencari sosok aluna. dari teras rumah dokter burhan rey melihat aluna akrab dengan seseorang yang sangat dibencinya. ya dia claudia. rey melihat mereka sedang berbincang dan sesekali aluna tertawa dengan lepas. rey tidak peduli dengan keakrapan mereka. yang ada dipikirannya hanya segera pergi dan menjauh dari dokter burhan dan claudia.
"luna aku sudah selesai mari kita pulang." rey mengaitkan tangannya dengan tangan aluna dan menarik aluna untuk masuk ke mobilnya.
"rey sudah sangat siang. apakah kalian tidak makan siang dulu disini?aluna pasti sangat lapar." claudia mencoba membujuk rey.
mendengar ucapan claudia. mata aluna berbinar. saat berbincang tadi claudia menceritakan kemampuannya memasak dan membuat kue kue yang lezat. seketika aluna melepas tangan rey dan menggoyang goyangkan bahu rey manja.
"ayo rey,,aku sudah sangat lapar." aluna memasang wajah memelas. dan aluna kembali menunduk saat melihat kilatan dimata rey yang menandakan rey tidak menyetujuinya.
"claudia,,lain kali pasti aku akan mencoba masakanmu. kita harus cepat pulang." aluna berkata dan mencebikkan bibirnya seolah mengatakan dia sangat kecewa sama halnya claudia.
"lain kali aku akan mengunjungimu luna" senyum claudia tulus dan mengusap bahu aluna perlahan.
dengan cepat rey kembali mengaitkan tangannya dengan tangan aluna dan membawanya pergi menuju kemobilnya. tanpa berkata sedikitpun kepada claudia.
***
raut wajah rey kembali datar dan dingin seperti biasa. membuat aluna tidak bisa mengartikan apa yang sedang rey fikirkan. rey seperti biasa fokus berkendara tanpa mempedulikan aluna.
aluna sebenarnya sangat ingin tau siapa claudia. kenapa rey tidak pernah mau menanggapinya ataupun menjawab ucapan claudia.
"sebenarnya apa hubungan mereka? mengapa rey sepertinya marah sekali saat bertemu claudia. menurutku claudia baik. cantik, dewasa dan dia pintar memasak ." aluna mulai membayangkan makanan yang enak enak buatan claudia.
"kau ingin makan apa luna?" rey bertanya kepada aluna tanpa menoleh kearahnya. pandangannya tetap fokus pada jalan didepannya.
"aku ingin pulang. aku tidak lapar." sahut aluna begitu saja karena masih marah tanpa berfikir panjang.
"baiklah." jawab rey singkat membuat aluna semakin marah dan mengumpat2 didalam hatinya. tetapi seketika aluna panik. dia benar benar sangat kelaparan. apakah dia juga harus melewatkan maka
n siangnya. aluna bingung.
rey membelokkan mobilnya di restoran cepat saji. tetapi rey tidak memarkirkan mobilnya. rey tetap mengendarai mobilnya dan masuk jalur drivethru.
rey hanya memesan satu cheesburger dan cappucino hangat. cacing dalam perut aluna meronta ronta. ingin rasanya aluna keluar dari mobil rey dan pergi sendiri menggunakan taxi karena sangat marah kepada rey.
"ya TUHAN terbuat dari apa hati makhlukmu satu ini benar2 tidak peka."
aluna benar benar ingin menggigit bahu rey.
beberapa saat rey memarkirkan mobilnya. rey membuka kantong yang berisi makanan yang baru saja dibelinya. aroma cheesburger membuat perut aluna semakin meronta. berkali kali aluna memejamkan matanya. rasanya ingin menangis dan mengadu kepada mami papinya tentang kelakuhan menantu pulihan mereka.
"luna kita berhenti sebentar disini tidak masalahkan?aku sangat lapar. setelah aku menghabiskannya kita akan langsung pulang." rey berkata dan melirik aluna
beberapa saat rey berteriak.
"aawww sakit luna." luna menggigit bahu rey memukulinya berulang ulang dan menangis sejadi jadinya.
"kau jahat rey. membiarkanku kelaparan."aluna terus terisak membuat kedua sudut bibir rey terangkat.
rey menyodorkan cheesburger yang baru dibukanya untuk aluna. karena memang rey memesan itu untuk aluna.
"makanlah,,setelah ini kita akan pergi ke restoran." rey mengacak rambut luna gemas. meneguk capucino hangatnya dan melajukan kembali mobilnya. aluna sesekali melirik rey dan menikmati makannya tanpa bersuara.
beberapa saat kemudian rey memarkirkan mobilnya ke sebuat restoran steak dan pasta. rey mengajak aluna masuk disambut antusias oleh aluna. saat waiters memberikan buku menu kepada mereka. aluna benar benar dibuat kalap dengan aneka menu yang menurut aluna benar benar favoritnya. rey mengerutkan dahinya saat mendengar semua pesanan aluna. dan saat semua pesanan datang. memenuhi meja membuat rey terkejut. rey semakin terkejut saat melihat semua pesanan luna benar benar dihabiskan tak bersisa. rey menggeleng gelengkan kepalanya tak paham. bagaimana seorang gadis dengan badan seramping ini bisa menghabiskan makanan sebanyak itu.
"makasih rey sekarang aku sudah kenyang. ayo kita pulang."aluna berlalu meninggalkan rey. yang masih shock dengan selera makannya.
"gadis ini sungguh ajaib dia bisa dengan cepat tidur asal kepalanya bersandar dibantal. punya perasaan yang cepat sekali berubah. antara marah menangis dan tertawa. dan ini bisa menghabiskan semua makanan sebanyak ini." rey bergumam. dia semakin penasaran untuk mengenal aluna lebih jauh lagi. rey tersenyum dan menyusul aluna ke mobil setelah membayar makanan mereka.
***
jangan lupa untuk terus mendukung author melanjutkan kisah cinta reymond dan aluna.
caranya like komen dan vote disetiap episodenya yaaa.
salam sayang untuk pembaca kesayangan semuanya.