
aluna mengerjapkan ke dua matanya,, saat sinar mentari perlahan menyusup dari tirai kamarnya. kepalanya berdenyut hebat karena hampir semalaman aluna menangis.
ingatan aluna kembali pada peristiwa malam lalu saat rey marah hebat dan mengeluarkan kata tak pantas buat aluna sedangkan aluna sendiri tidak paham apa penyebab kemarahan rey.
perlahan aluna bangkit dari ranjangnya kemudian berjalan pelan disofa. aluna kembali melihat buket bunga mawar dan boneka panda. aluna tersenyum dan membelai kepala panda dengan sayang. dan kembali mengambil kartu ucapan kemudian tersenyum kembali dan menghembuskan nafas kasar.
***
pertengkaran aluna dan rey sudah didengar oleh papi maminya,,
kedua orangtua aluna berjam jam menelpon aluna, memberikan banyak nasihat yang membuat aluna berkali kali memijat pelipisnya. tetapi kedua orang tua aluna menyerahkan keputusan tetap kepada rey dan aluna.
aluna menghembuskan nafasnya kasar,, aluna merasa tidak perlu memberikan penjelasan kepada reymond. karena reymond sudah berkata kasar. dan bagi aluna rey tidak pantas berkata seperti itu kepada aluna. aluna memutuskan untuk menunggu semua keputusan reymond.
***
"luna,, " sherly menepuk bahu aluna saat berkali kali sherly memanggilnya tak kunjung menyahuti.
"ah kamu sher." aluna merengut
"kenapa akhir2 ini aku melihatmu melamun. dan sudah hampir sebulan sepertinya abangmu tak mengunjungimu." cecar sherly
aluna hanya mengangkat bahunya
"rey sibuk sher,," aluna tersenyum dan menarik tangan sherly untuk kembali ke kelas. aluna menghentikan langgahnya saat mendengar bunyi ponselnya. aluna mencari ponselnya didalam tas. dan saat dibuka aluna benar benar terkesiap saat membaca siapa yg melakukan panggilan.
"bibi nella" aluna bergumam.
aluna menggeser tombol hijau dan mulai berbicara dengan bibi nela
" iya bi,,"
",,,,,,,,,,,"
" rey sakit?"
",,,,,,,,,,,,"
"iya bi,, nanti setelah selesai kelas aluna pulang."
",,,,,,,,,,,"
"tidak perlu bi,, aluna naik taksi saja."
",,,,,,,,,"
aluna mengakhiri panggilan dari bibinya di menyusul sherly kedalam kelas. pikiran aluna tak lepas dari perkataan bibi nela yang mengatakan rey sakit.
sherly kembali menepuk bahu aluna yang mulai melamun.
"nanti jadi ke mall ?" sherly menatap aluna
"pasti ga jadi." sherly merengut
"sorry sher,, aku harus pulang. bibi menyuruhku pulang." aluna memilih tidak mengatakan rey sakit. aluna menghindari kekepoan sherly apabila menyangkut reymond.
***
aluna berjalan memasuki gerbang dan masuk melewati pintu samping yang langsung menghubungkan dengan kamarnya.
setelah membersihkan diri. aluna berniat ingin melihat keadaan reymond. aluna mengetuk pintu kamar reymond. beberapa kali mengetuk tidak ada jawaban dari dalam. aluna berniat memutar hendel pintu tetapi diurungkaan saat bibi nela mengahmpiri aluna.
"luna,,makan dulu nak,, bibi temani kamu makan yah." aluna merasa benar benar sungkan sudah sebulan aluna tidak pulang. pasti bibi nela mengira aluna lari dari permasalahannya dengan reymond.
luna memulai menyantap makanan bersama bibi nella. aluna makan sangat lahap saat tau masakan bibi nela hari ini sop buntut kesukaannya.
"kamu sangat kurus lun,, makan yang banyak. bibi sengaja membuat masakan kesukaanmu. " wanita paruh baya itu sungguh menyayangi aluna sama seperti menyayangi reymond.
"mmm,, bibi maafkan luna ya sudah sebulan luna tidak pulang." luna tersenyum getir dan menggigit bibir bawahnya saat berbicara dengan bibinya.
dengan seketika bibi nela memeluk aluna. dan mengelus punggung aluna berkali kali.
"apapun yg terjadi dirimu tetap keponakan bibi yang bibi sayangi." aluna tersenyum saat ucapan bibi aluna yang tulus.
"bicara baik baik dengan reymond,, selesaikan dengan baik y nak. bawakan bubur ini untuk reymond." bibi nela menyerahkan nampan berisi bubur kepada aluna.
aluna berjalan pelan kearah kamar. perasaannya campur aduk. ada rindu tetapi segera ditepisnya saat mengingat ucapan reymond malam itu. tetapi aluna masih terngiang kata2 papi mami dan bibi nella. aluna menghembuskan nafasnya kasar. setelah berkali kali mengetuk pintu kamarnya dan tidak ada jawaban. aluna memutar hendel pintu kemudian masuk ke dalam.
aluna terkesiap. pemandangan kamar gelap dan pengap. aluna melihat sosok yang dirindukannya tetapi juga sangat dibencinya. aluna berjalan pelan menuju ranjang.
"rey,,." aluna berucap pelan.
rey hanya diam tanpa menyauti. matanya mulai dibuka. dahinya mengernyit.
"ingat pulang ,,." rey berucap sarkas. aluna mencoba tidak terpancing ucapan rey.
"rey,, aku membawakan bubur dari bibi nella,, makanlah." ucap aluna. menyodorkan bubur kepada reymond.
" huuuhhh bibi nella,, bibi nella selalu bibi nella,, apa yang kau bisa? bubur saja harus bibi yang memberikan kepadamu." rey mulai emosi
aluna sudah malas menanggapi emosi reymond. aluna berjalan memulai membuka jendela kamar reymond dan memunguti baju baju kotor reymond.
"tidak perlu memperdulikanku,, keluar dari kamarkuuu." reymond berteriak dan membanting mangkuk bubur yang berada di nakas disamping ranjangnya. aluna terperanjat. cairan bening yang dia tahan seketika merembes dikedua sudut matanya. aluna benar benar tidak menyangka reymond akan kembali membentaknya.
***
hai hai readers kesayangan author
i'm come back
jangan lupa dukung terus author yaaaa
biar author terus semangat berkarya
jangan lupa like dan commentnya
terimakasih