My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
kau harus tau batasanmu


rey akhirnya menepati janjinya kepada aluna untuk membawanya keluar. rey mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. sesekali rey melirik ke arah aluna yang bersenandung pelan tapi masih bisa didengar oleh rey.


"sepertinya dia sangat senang." rey menarik sudut bibirnya keatas.


"apa kau makan lagi?" rey masih konsentrasi dengan kemudinya.


aluna mengangguk angguk.


"rey,, aku mau makan jagung bakar yang pedaaass." aluana mengerjapkan matanya memohon.


"disini tidak ada cafe yang menjual jagung bakar dengan cita rasa kampungan seperti seleramu luna."


rey menggerutu.


"iissstt,, aku tidak bilang dicafe rey,, tapi di pinggir jalan." cebik aluna kesal.


rey memarkirkan mobilnya disebuah taman kota. rey dan aluna berjalan beriiringan menyusuri taman. mereka duduk disebuah kursi besi fasilitas taman itu. aluna memesan 1 jagung bakar super pedas dan 1 bandrek panas untuk dirinya sendiri. karena sepertinya rey anti makan makanan pinggir jalan.


"hiisst sok higienis ." aluna terkikik dalam hati.


rey mengamati aluna yang menikmati jagung bakar dengan sesekali menyeka keringat didahinya.


"rey kau tidak ingin mencobanya ini sungguh sangat lezat." aluna menyodorkan jagung bakarnya dibibir rey dan rey seketika menghindar.


"lanjutkan makanmu luna. setelah itu kita cepat pulang. angin malam tak baik buat tubuh kurusmu." rey berdecak kesal.


bibir aluna merah. keringat didahi yang disekanya berkali kali menggunakan tissu tak membuat keringat itu surut. pun bandrek panas yang diminum aluna membuat keringat aluna semakin bercucuran.


rey membantu aluna menyeka keringatnya.


"gadis ini makan banyak, tapi masih saja kurus. kemana ya larinya makanan makanan itu." rey tersenyum.


setelah membayar makanannya rey membawa aluna kembali ke hotel tempat mereka menginap. aluna sangat kekenyangan sehingga tanpa dia sepertinyasadari terpejam karena udara sejuk dimobil. setelah memarkirkan mobilnya di basement. rey mengguncang bahu aluna pelan. tetapi tidak ada respon dari aluna. aluna hanya menggeser badannya menghadap ke arah rey dan sedikit bergumam.


"bisa bisanya dia tidur tetapi masih menggodaku." rey membelai pipi aluna bibir yang merekah membuat rey tertarik. rey mencodongkan wajahnya mendekati aluna dan seketika rey membenamkan bibirnya kedalam bibir aluna.


"huuusstt bibirnya sungguh pedas." rey benar benar kesal dan seketika menarik bibirnya dari bibir aluna.


"kenapa sekarang aku menjadi laki laki konyol selalu menginginkan bibir aluna." rey tertawa dan merutuki dirinya sendiri.


rey membawa aluna kedalam kamarnya dan meninggalkannya setelah mencium kening dan menyelimutinya.


***


hari ini hari terakhir mereka seminar. seminar hari ini tidak seperti biasa yang berlangsung sampe malam. seminar hari ini ditutup sebelum jam makan siang.


hari ini aluna bersiap di loby hotel setelah rey memberi pesan singkat akan mengajak aluna jalan jalan membeli oleh oleh. sudah setengah jam aluna menunggu rey. tetapi yang ditunggu tak kunjung datang.


"aluna." seseorang menyapa aluna dan membuat aluna terkejut.


"kak claudia." aluna menyambut claudia dan memeluknya.


"kakak disini juga?" aluna antusias bertanya


"iya,, luna, aku disini berlibur. kalo tau kamu disini juga pasti aku akan mengunjungimu. kita bisa jalan dikota bandung." claudia tulus dan memegang tangan aluna.


claudia mengajak aluna duduk di kursi loby hotel.


"luna,, kau disini bersama rey?" ucap claudia ragu.


"iya" aluna pun mengangguk dengan ragu.


"tapi aku berangkat diantar supir kak." lanjut aluna mencoba mencairkan ketegangan mereka.


"luna,, apa aku boleh bertanya sesuatu yang bersifat pribadi?" claudia menggenggam tangan aluna


"kakak mau tanya apa?" aluna mulai cemas


"eemmm,, luna,, apa hubunganmu dengan rey?" claudia menggigit bibir bawahnya takut aluna tak menjawab pertanyaannya.


"aku dan rey,, " aluna meremas tangannya.


"lunaaa,, ." panggilan keras rey membuat aluna dan claudia menoleh bersama sama.


"rey,," jawab claudia dan aluna bersamaan.


rey menghampiri aluna.


"kau menungguku lama?" rey tersenyum ke arah aluna tanpa menyadari keberadaan claudia. diselipkan anak rambut aluna dibelakang telinganya setelah rey berdiri didepan aluna.


"ayo,, nanti keburu sore kita kembali ke jakarta." rey merekatkan tangannya ke tangan aluna.


"rey." claudia menyapa reymond. dan membuat reymond menyadari keberadaan claudia. senyum rey seketika menghilang di gantikan dengan tatapan dingin dan datar seperti biasa.


"rey,, kak claudia menyapamu." aluna melepas tangannya dari tangan rey. tetapi kesulitan karena rey menggenggamnya erat.


tanpa berkata rey menarik tangan aluna meninggalkan claudia. aluna berjalan agak kesulitan dan sebelumnya aluna pamit dengan claudia.


"kak clau luna duluan ya."


rey membukakan pintu untuk aluna dan berjalan duduk di kursi kemudi mobilnya. tatapan dinginnya memang sangat menyebalkan bagi aluna. aluna benar benar kesaal dengan sikap rey.


"rey tidak seharusnya kau bersikap seperti itu kepada kak claudia." aluna megerucutkan bibirnya tanda dia sedang marah.


"kau mau makan dulu apa langsung beli oleh oleh untuk bibi nela dan temanmu." rey tidak menanggapi kemarahan aluna.


"rey,, aku sedang marah." aluna melototkan matanya kepada rey. raut muka aluna yang marah dan bibir yang memgerucut membuat rey menarik sudut bibirnya keatas.


"jangan memancingku luna. aku tidak ingin membahas siapapun saat ini." rey tetap pada kemudinya.


"rey,, sebenarnya apa hubunganmu dengan kak claudia." aluna dengan hati2 saat mengatakannya.


"luna,, kau harus tau batasanmu." rey berkata dengan raut yang marah membuat aluna seketika menciut.


***


para pembaca kesayangan


jangan lupa vote like dan komen ya


biar author semangat melanjutkan episodenya


terimakasih