
sudah sebulan luna tinggal dengan bibi nela,luna mulai bosan dengan aktivitasnya yang hanya membantu bibi nela didapur meski tidak dipungkiri luna semakin jago membuat makanan2 yang enak,,
sudah seminggu lalu rey mulai aktif menjalani residensi nya kembali, aluna mulai kesepian dan merindukan reymond suaminya
luna mengambil 2 novel yang dia bawa dari rumah,luna berjalan ke taman bunga dibelakang rumah bibinya,taman yang sangat terawat dan asri dan disana ada kursi untuk menikmati kolam ikan koi dan ada ayunan tidak jauh dr kursi itu,luna memilih duduk diayunan dan mulai membaca novelnya,tiba tiba ada suara yang menyapanya
"suka baca novel?"
luna mengangkat kepalanya yg sejak tadi menunduk dan mencari sumber suaranya
"novel romatis,,aku punya banyak koleksi novel2 seperti ini"
luna mulai berseri saat lelaki itu mengatakannya
"aku alan,siapa namamu? aku akan meminjamkan novel2ku kalo kamu mau berkenalan denganku "
alan mengulurkan tangannya
"namaku aluna panggil.saja luna,kakak beneran mau minjemin aku novel"
aluna antusias dan mengabaikan uluran tangan alan
dr jauh dua mata elang yang legam mengawasi mereka
"alan teman2 mencarimu, kau malah disini"
bentak rey tak ramah,melihat rey seperti itu aluna mulai beringsut,aluna kembali menundukkan kepalanya
"kau selalu mengganggu kesenanganku rey "
alan terkekeh,alan kembali keruang tengah bergabung dengan ke 5 sahabatnya,sejak pendidikan dokter umum mereka ber 5 menjadi sahabat dengan sendirinya,rey,james ,andrew,alan dan richard adalah perkumpulan dokter ganteng yang semuanya mengambi spesialisasi anestesi kecuali rey,rey mengambil spesialisasi bedah,karena suka menyibukkan dirinya dikamar operasi
aluna membawakan minuman dan beberapa makanan untuk rey dan teman2nya,,bibi nela yang menyuruh aluna mengantarkannya karena ke 5 pembantu sedang sibuk membantu bibi nela membuat pesanan dari kolega paman daniel,,
teman2 rey kaget melihat kedatangan aluna
"siapa dia rey?cantik sekali,,hallo aku james"
"dia tunanganku"
rey dengan cepat menyaut
seketika ke 4 sahabatnya kaget termasuk alan
tp dengan segera aluna menepis perasaan gundahnya,,
"rey pasti punya tujuan yang baik"
batinnya
aluna kembali membaca novel didekat taman,tanpa sadar rey menyandarkan punggungnya disebelah luna
"apa yang kau bicarakan dengan alan tadi?" rey menyelidik
"aku tidak suka dirimu dekat2 dengan temanku luna, kamu harus ingat setatusmu sebagai istriku"
rey menarik dagu luna sejenak kedua mata itu beradu, dada luna mulai bergemuruh, luna menahan nafasnya agar tidak terhembus dimuka rey,,
luna mengangguk bersamaan dengan tangan rey yang melepas dagu luna.
rey berlalu meninggalkan luna sendiri ditaman. luna terpaku menatap punggung rey yang mulai menghilang. aluna benar benar takut akan kemarahan rey. dia benar benar merasa bodoh. karena ketertarikannya terhadap novel membuat dia lupa bahwa rey tidak suka luna dekat dekat laki laki lain meskipun itu sahabatnya sendiri. aluna merutuki dirinya sendiri. pandangannya mulai menerawang mengingat perkataan papinya bahwa rey mencintainya. aluna kembali mempertanyakan kebenarannya dan menghela nafasnya.
dikamarnya, rey menghempuskan nafasnya kasar. rey benar benar marah. rey merasa aluna sama saja dengan semua perempuan tidak dapat dipercaya. rey mengepalkan tangannya.
"alan sepertinya tertarik terhadap aluna. dan sepertinya gadis itu sengaja memberikan jalan untuk alan agar mereka dekat." rey mendecih.
siang itu semuanya sudah berkumpul diruang makan. paman daniel dan bibi nela sudah mendudukkan dirinya dikursi makan. pun dengan rey dan icha sudah duduk dengan rapihnya di tempat tersebut. tampak aluna berjalan terburu buru dan nafas terengah saat dirinya duduk disamping bibi nela dan berhadapan dengan rey.
"maaf kan luna membuat semuanya menunggu." aluna berkata pelan dengan penuh penyesalan.
bibi nela mengusap lengan aluna dengan lembut.
"tak apa luna. kami baru saja bergabung disini. ayo kita cepat makan perut paman daniel sepertinya sudah bernyanyi." celoteh bibi nela mencandai suaminya. aluna ikut tersenyum dan senyumnya pun seketika hilang saat pandangannya bertemu dengan rey. rey menatap aluna tajam. dingin ya yang aluna rasakan rey menatapnya dengan dingin. tangan aluna meremas roknya untuk mengurangi ketakutannya.
setelah mereka menyelesaikan makan siangnya dengan tenang dan tanpa bersuara. paman daniel dan bibi nela berjalan menuju ruang tengah diikuti dengan rey dan icha . setelah ikut membantu membereskan meja makan. aluna ikut bergabung dengan mereka diruang tengah. kegiatan seperti itu sudah rutin dilakukan untuk sekedar mengobrol ataupun melihat acara televisi favorite semua keluarga. rey yang memainkan ponselnya pandanga nya tak lepas dari aluna. aluna sesekali melirik ke arah rey. aluna benar benar ingin membaringkan badannya yang sudah sangat capek memikirkan hidupnya. berkali kali aluna menguap dan saat bibi nela menyadarinya bibi nela tersenyum.
"kembalilah kekamarmu luna, sepertinya dirimu sangat lelah." bibi nela mengusap bahu luna tulus. luna pun mengangguk dan beranjak kekamarnya saat sebelumnya pamit kepada paman dan bibinya. aluna tidak menyadari rey mengekor saat aluna menaiki tangga menuju kamarnya. setelah melihat ranjangnya aluna dengan seketika berbaring terpejam dan tertidur. rey yang menyadari tingkah konyol istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya heran. dan rey ikut membaringkan badannya disisi aluna. dan rey ikut tertidur disamping aluna.
***
hallo para pembaca kesayangan. terimakasih sudah mampir. author sangat senang apabila mendapatkan dukungan dari semua pembaca. jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan komen ya,
terima kasih.
semoga kalian suka dengan ceritakuuu.