My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
3. aku laki laki normal


aluna mengeratkan pelukan.ke maminya,,air mata nya tak berhenti menetes ,berat rasanya berpisah dr kedua orangtuanya


"jadilah istri yg baik luna,turuti kata suamimu nak, bersabarlah,,karena mami tau kamu anak yang baik,,hidupmu akan bahagia " mami alya berkata lirih dan menahan tangisannya agar putri semata wayangnya tak mencemaskannya


"rey..jaga luna untuk papi,dia putri kami satu2nya,bersabarlah,,buat luna bahagia nak" rey mengangguk dan membalas pelukan mertua lelakinya,, kemudia merekatkan tangannya dengan tangan luna dan berjalan menjauh


hati rey bergumam dapatkah aku memenuhi janjiku?


semoga lirih dalam hatinya,,


1.5 jam akhirnya mereka tiba dibandara soetta pak atmo sopir bibi nela sudah menjemput dan menunggu 1jam yang lalu, selama dijakarta reymond tinggal di t4 bibi nela ,bibi nela adalah kakak dari papa reymond papa anton,meskipun dijakarta sudah ada rumah dan apartemen buat reymond tp reymond.memilih tinggal bersama bibinya mengingat kesibukannya meneruskan pendidikan spesialisasinya,,dan saat ini pun reymond memilih tetap tinggal dirumah bibinya meskipun sudah menikah,luna pun hanya menyetujui usulan reymond tanpa memperpanjangnya,,


setelah apa yg dikatakan reymond pada malam pernikahannya,mengembalikan niat awal luna untuk menjadi dokter penyakit dalam,luna akan mewujudkan impiannya tanpa memikirkan sikap reymond lagi,,dia akan tetap semangat dan ceria demi impian dan demi mami papinya,,aluna tersenyum tanpa menyadari sepasang mata legam sedang memperhatiaknnya,,


Dikediaman bibi nela


mobil masuk kedalaman halaman rumah yg sangat besar,,rumah bergaya eropa klasik itu menggambarkan sang pemilik merupakan orang yang cukup disegani dikalangan perumahan realestet tersebut


senyum bibi nela dan paman daniel yg tak lepas menyambut kedatangan keponakan yang sudah dianggap anak kandungnya itu


senyum hangatnya,,membuatkan luna yg merasa canggung awalnya mulai mencair dan nyaman


"luna apa perjalananmu capek nak? (memeluk luna) selamat datang luna,ini juga rumahmu nak,jadi jangan sungkan ya nak


"tidak bibi,luna tidak capek,terimakasih bibi dan paman menyambut kami,,nantinya luna dan rey akan sll merepotkan bibi dan paman." luna berkata tulus


"bibi rey capek,bolehkah rey kembali kekamar rey untuk istirahat? dan apakah kamar luna sudah siap"


tanya rey dingin tapi tetap.sopan


"rey kalian sudah menikah apakah tidak seharusnya kalian berbagi kamar?"tanya paman daniel


"luna yang menginginkannya paman bibi,luna akan sibuk menjadi mahasiswa rey juga sibuk dengan studynya,tidak ada salahnya kita memiliki kamar sendiri2 lagian luna bisa kekamar rey begitu juga rey sebaliknay" luna berbicara dengan penuh keyakinan


"baiklah nak,,bibi tau kalian tau yg terbaik buat kalian" bibi nela tersenyum tulus


rey dan luna sudah menempati kamar masing2,,kamar luna terbilang besar cat putih bersih kontraa denga gorden warna coklat susu satin membuat kamar itu terkesan mewah tp.ttp.nyaman,,


luna menata baju2 dan buku2nya tak lupa piama.dewasa hadiah rey saat mereka menikah kemarin,,


setelah selesai luna masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri,luna terlihat segar,rambutnya dikuncir kuda,luna hanya memakai lipglos agar kelihatan lebih segar


luna mulai berfikir dia harus membantu rey menata pakaiannya setidaknya tugas sebagai istri harus tetap dijalani


saat luna ingin mengetuk pintu kamar rey,,bersamaan rey keluar


"rey aku akan membantu meletakkan bajumu dr koper ke lemari" luna menundulk


"tak perlu semua sudah ditata bik ratmi" reymond datar dan meninggalkan luna


Aluna pov


ada ya,,orang keterlaluannya,,ampuunn,dia pikir aku bakalaan mengemis cinta ke diaa? maaf saja


kalo tidak harus tinggal.dijakarta kuliah dit4 impian kuu,,


semangat lunaa,,


luna brjalan menuju dapur,,luna ingin membantu bibinya didapur


bibi nela memiliki 3 org anak yg semuanya perempuan


anak pertamanya bernama ines ikut suaminya ke amerika mengurusi bisnisnya


anak keduanya mela kuliah di inggris mengambil jurusan desiner


anak ketiganya ica masih kelas 12 ,sehingga rey keponakan cowok satu2nya yg sangat disayangi bibi dan pamannya sangat diharapkan mau menemani paman dan bibinya dirumah


dirumah ada 5 orang pembantu wanita yang membantu bibi didapur dan mengurus rumah suasana dapur rame


"bibi ada yang bs luna bantu"


luna malu2,,dari seberang meja makan ada sepasang mata elang yg sll memperhatikannya,,ya rey sll memperhatikan istrinya yg sangat cantik tanpa luna sadari


"luna sayang,,bergabunglah dengan rey dimeja makan,makan siangmu sudah trlewat lama nak,ini sudah hampir jam 3sore"


ucapan bibinya menyadarkan luna untuk mengedarkan pandangannya kemeja makan dan melihat rey menyendokkan makanan kemulutnya tanpa melepas matanya menatap luna,,dada luna berdesir,dia takut tak bs mengendalikan jantungnya yg sll bergemuruh saat berdekatan dengan rey


"kenapa dia sll menatapku seperti itu?kenapa jantungku sll sperti ini?menyebalkan"


batin luna


aku tidak lapar bik,,hampir saja luna berkata seperti itu,tp bunyi perutnya yg terdengar nyaring mengurungkan niatnya dan berjalan ke arah meja makan, dia ikut bergabung dengan rey dan makan tanpa bersuara


akhirnya luna bisa membaringkan badannya diranjang empuk dikmarnya sekarang,setelah makan siang luna membantu bibi nela didapur,dan menyiapkan makan malam,,dari bibi nela,luna belajar membuat kue ataupun cake yang enak,luna juga tau makanan kesukaan rey dan makanan yang tidak disukai rey,bibi nela bercerita banyak hal tentang rey,,


rey memang sudah lama tinggal dengan bibinya sejak pendidikan dokter umunya dan sekarang mengambil spesialisasi,,


bibi nela mengatakan sejak rey tinggal di jakarta rey menjadi pendiam dan dingin,dulu rey adalah anak yang ceria dan murah senyum entahla bibi nela puntidak tau kenapa rey berubah menjadi sosok yang dingin dan menakutkan


luna mulai memejamkan matanya tetapi dia merasa disisi lain ranjangnya ada seseorang ikut tidur,spontan luna menoleh


"rey,,sejak kapan kau disini,mengagetkanku saja" pekik luna,,seketika wajah luna memerah,karena dr tadi luna hanya menggunakan handuk untuk membalut tubuh mungilnya dia juga mengganti pakaian dikamr itu,luna panik apakah rey melihatnya telanjang bulat?luna sungguh frustasi


"apaan sih,,tidurlah badanku capek" rey masih terpejam


luna menarik nafas lega,dia berharap rey tertidur pulas dr tadi


"rey,apakah kau tidur disini malam ini?"


luna hati2 mengatakannya


"biasakanlah berbagi kamar dan ranjang ini bersamaku,karena aku tidak mau bibi dan pamanku bertanya2 kenapa aku tidak tidur dengan istriku"


rey sedikit berteriak,akhirnya luna mengiyakan dan kembali tidur disisi rey,perlahan luna meletakkan guling agar badannya tak bersentuhan dengan luna


Rey pov


aku laki laki normal melihatnya telanjang bulat didepanku ingin rasanya aku menerkamnya dan membawanya dipelukanku,,


gadis itu sungguh keterlaluan,membuat bagian bawahku menegang,,


aaahhh,,aluna aku menginginkanmuuu,,


(rey mengacak rambutnya kasar,,rey duduk dan melihat aluna,gadis itu sungguh cantik,bibirnya tanpa olesan lipstik sudah merah seperti cery,ingin sekali rey membenamkan bibirnya ke bibir aluna,disentuhnya bibir aluna menggunakan jarinya)


lama lama aku bisa gila berdekatan dengannya, rey keluar dari kamar aluna dan kembali ke kamarnya rey tidak tahan,dia harus memastikan hatinya dan benar2 yakin bahwa aluna bukan seperti wanita2 yang dibencinya


aluna pov


dia menyentuh bibirku,,mamii,,aku takut,,dia akan melakukan apa terhadapkuuu,,mami aluna takuutt


dia hanya menyentuh bibirku (luna merutuki dirinya sendiri karena sudah berfikiran mesum diotaknya, melihat rey yang keluar dari kamarnya membuat perasaan luna lega dan kecewa,entahlah perasaan luna bercampur jadi satu).


***


para pembaca kesayangan,,jangan lupa dilike dan komen ya,,


author akan sangat berterimakasih dan terus bersemangat untuk melanjutkan episodenya,,


terimakasih para pembaca kesayangan.