
aluna dan sherly berjalan beriringan menuju kantin. aluna sudah sangat merindukan gado2 bu dewi langganannnya. sherly tidak suka dengan gado gado lebih memilih bakso pak agus. setelah memesan mereka memilih kursi dekat dengan jendela sehingga angin bisa masuk membelai wajah cantik mereka dan mengacak acak anak rambut mereka.
"sepertinya sudah beberapa hari ini bang rey tidak menjengukmu lun." aluna mengentikan bermain hp saat perkataan sherly membuatnya mengingat rey. sudah 3 hari rey tidak mengunjunginya. aluna tidak menyadari karena 3hari ini disibukkan dengan jam kuliahnya praktikum dan harus mengikuti azka. sehingga membuat luna sejenak lupa keberadaan rey. saat mengingatnya kembali aluna merasa sangat merindukan rey. aluna menghembuskan nafasnya kasar.
"entahlah mungkin rey sibuk operasi."
jawab aluna singkat dan mengaduk aduk gado2nya yang beberapa saat datang dan aluna sudah tak berselera memakannya.
"lun,,bang rey sudah punya pacar belum? bang rey tipe cewek yang disukai seperti apa lun?"
tiba tiba amira datang dan ikut memberondong pertanyaan tentang rey. membuat luna semakin kesal 2 orang sahabatnya mengincar suaminya. aluna hampir dilempari botol kecap saat aluna mengatakan bahwa rey tidak menyukai perempuan. mereka tertawa bersamaan. suasana semakin hancur saat ke 3 sahabat laki lakinya ikut nimbrung.
mereka memutuskan setelah magrib nanti mereka ber3 akan pergi ke mall. ke 3 teman lelakinya ingin ikut. tapi dengan cepat sherly menolak mengingat abang aluna tidak mengijinkan aluna dekat dekat dengan lelaki.
aluna bergegas masuk kekamarnya saat melihat mobil rey ada ditempat parkir. sherly yang sangat menyukai rey mengekor dibelakang aluna.
"lun,,kangen banget aku sama abangmu. boleh ya aku masuk kamarmu." sherly memohon. aluna kesal dengan sikap sherly.
" kau mau rey ilfeel melihatmu kusut dan bau asap?" aluna terkekeh saat melihat sherly lari terbirit2 menaiki tangga kamarnya.
aluna masuk kekamarnya dengan perlahan saat melihat rey tertidur diatas ranjang. rey masih menggunakan sepatunya. aluna mengambil kaos santai milik rey dilemari. aluna dengan sigap melepas sepatu rey dan mengganti kemeja rey dengan kaos santai. aluna membelai pipi rey dan mengagumi ketampanan rey.
"kalo saja saat kau bangun, wajahmu seteduh ini,tidak galak seperti macan.pasti akan sangat menyenangkan." aluna mencubit pipi rey berkali2 sambil terkekeh pelan. takut rey terbangun. aluna menambah temperatur ac nya agar suhu dikamarnya lebih nyaman. aluna menyelimuti rey sampai pinggang saat rey merasa nyaman dengan memeluk guling aluna.
aluna masuk kekamar mandi dan membersihkan diri. setelah beberapa saat aluna keluar kamar mandi dan sudah menggunakan baju santainya. aluna mulai menyelonjorkan kakinya diatas sofa dan mulai berfikir mengirimkan pesan singkat bahwa aluna tidak jadi ikut ke mall karena rey tidak mengijinkannya. dan aluna terpejam saat kepalanya mulai di sangga oleh bantal yang diambil dari sisi rey. berkali kali aluna menguap dan akhirnya tidur dengan pulas.
"mami,,aluna rindu."
aluna semakin mengeratkan pelukannya dan mencium berkali kali punggung reymond.
rey merasa bagian bawahnya semakin menegang saat melihat bibir aluna terbuka dan bergumam. rey seketika membenamkan bibirnya ke bibir aluna.
cukup lama rey melakukannya dan sedikit ******* bibir aluna. dan rey terkekeh saat aluna kembali bergumam.
"heem,, kue strawbery".
rey mengusap pipi aluna pelan dan memindahkan nya ke ranjang. rey benar benar gemas dengan istrinya itu. setelah makanan yang dipesan online datang. rey mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada aluna sebelum pulang dan mengunci kembali pintu kamar aluna.
rey melaju dengan kecepatan sedang. beberapa kali ada panggilan masuk dari ponselnya tetapi tak dihiraukannya. rey mengabaikan panggilan itu. rey membelokkan mobilnya disebuah mini market yang dekat dengan komplek kos aluna. rey pergi membeli cappucino hangat dan duduk dikursi yang disediakan oleh mini market tersebut. rey memeriksa ponselnya. dahinya berkerut saat mengenali nomer yang telah menghubunginya. beberapa saat nomer itu menghunginya lagi. dan rey tetap tidak menghiraukannya. pikirannya hanya pada aluna. gadis itu sudah membuat hatinya ragu. ragu akan penilaiannya selama ini bahwa perempuan tidak dapat dipercaya. saat ponselnya berdering lagi rey memeriksa dan menerima panggilan itu. raut wajah rey datar dan dingin. rey memberi beberapa peringatan kepada lawan bicaranya sebelum rey mengakhiri pembicaraannya. rey menyimpan kembali ponselnya disaku dan rey beranjak dari dudukmya. tampak jelas dua sudut bibirnya terangkat keatas.
***
terus dukung author ya para pembaca kesayangan
like komen dan vote yaaa
terima kasih para pembaca kesayangan.