
rey menyesap cappucinonya. tetapi pandangannya tak lepas dari balkon kamar aluna. rey bangkit dan berjalan menuju kamar aluna. saat jalan dari balkon melewati kamarnya. ponsel rey berdering. rey memicingkan matanya saat nomer yang menghubunginya bukanlah nomer yang dikenalinya. rey malas menjawab panggilan dari ponselnya. rey mengubah mode deringnya menjadi silent dan meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas. kemudian rey keluar menuju kamar aluna.
rey memutar hendel pintu kamar aluna. tetapi sepertinya pintu aluna dikunci dari dalam. rey kesal dan berjalan kembali kekamarnya untuk mengambil kunci cadangan milik aluna. rey mencoba membuka kamar aluna tetapi usahanya sia sia. rey mengetuk berkali kali kamar aluna. rey geram dan mengetuk lebih keras dan memanggil manggil nama aluna.
"anak ini tidur apa pingsan,,menyebalkan sekali."
aluna mengerjap ngerjapkan matanya saat mendengar namanya dipanggil. menyadari rey yang memanggilnya dari luar aluna bergegas membukakan pintu kamarnya dan berjalan terhuyung huyung karena semua nyawanya belum terkumpul sempurna.
"rey,,kenapa?"aluna mengerjap ngerjapkan matanya. saat aluna berhasil melepas pengait pintu dan membuka pintunya lebar. raut wajah rey yang dingin dan datar membuat aluna sadar bahwa rey sangat marah. seketika aluna merinding saat melihat rey mengepalkan kedua tangannya dan meremasnya. rey menarik tangan aluna kasar dan mendudukkan aluna diatas ranjang. badan aluna sedikit terpental membuat aluna terbaring diranjang sedangkan kakinya masih menjuntai dilantai. spontan aluna menutup dadanya dengan kedua tangannya. ingin rasanya menindih istrinya itu, tetapi mengurungkannya saat melihat aluna benar benar ketakutan.
"duduklah,,aku ingin bicara denganmu." rey tetap berdiri bersandar di tembok dekat dengan ranjang. aluna bergegas duduk.
"kenapa kau mengunci pintumu hah?" suara rey pelan tetapi penuh penegasan.
aluna meremas2 seprainya untuk mengurangi ketakutannya.
flash back on
aluna benar benar dibuat kesal oleh rey. aluna sedikit berlari kekamarnya. berkali kali aluna memegang bibirnya. saat duduk dedepan meja riasnya aluna mengingat kejadian itu. perasaan aluna sangat aneh disisi laen sangat kesal karena ciuman pertamanya diambil rey tanpa persetujuannya. disisi lain hatinya sangat berbunga bunga.
aluna pergi kekamar mandi dan membersihkan dirinya. setelah berpakaian santai aluna berbaring diranjang. sayup sayup aluna mendengar hiruk pikuk di bawah acara bibi nela belum usai. aluna mulai bosan berkali kali dia melihat ponselnya. berharap ada pesan dari rey. tetapi nihil adanya.
aluna duduk dikursi balkon kamarnya dan melihat balkon kamar rey,,kamarnya masih gelap. menandakan penghuninya belum menginjakkan kaki disana. rey mulai gelisah saat arloji tangannya menunjukka pukul 11 malam.
"sudah selarut ini dan rey belum kembali kekamarnya." karena sangat bosan aluna keluar dari kamarnya. pandangannya kearah kamar rey dan entah kenapa aluna benar benar penasaran ingin masuk kekamar rey.
aluna membuka handel pintu. pemandangan yang sama seperti pertama kali aluna masuk kekamar rey. buku buku berserakan. ada beberapa pakaian tergeletak disofa. seperti biasa aluna mulai memunguti satu persatu buku rey dan menata nya dengan rapi di rak. pakaian yang dirasa masih bisa dikenakan di pasang hanger dan diletakkan digantungan lemari. aluna mulai merapikan seprai tanpa mengganti karena seprainya masih terlihat bersih. saat dirasa kamar rey sudah sempurna aluna membaringkan dirinya diranjang suaminya itu.
beberapa kali aluna menghirup bau suaminya dari bantal rey. rasanya benar benar menenangkan. hampir 1 jam aluna berada dikamar rey. aluna mulai kesal dan bosan. pikirannya kemana mana. mungkinkah rey sedang bersama perempuan yang dipeluknya tadi. karena kesal aluna bangki dari ranjang rey dan kembali kekamarnya setelah sebelumnya aluna merapikan seprainya kembali.
aluna masuk kekamarnya. perasaan kesalnya semakin menjadi setelah mbok ratmi kekamar mengantarkan susu hangat buat aluna.
"non luna mbok liat non belum makan. mau mbok ambilkan makanan?" aluna menggeleng dan tersenyum.
"susu ini cukup mbok,,mmm mbok apa tamu2 bibi nela sudah pulang?" aluna ragu bertanya kepada mbok ratmi
"jam 10 tamu2 tuan dan nyonya sudah pulang non. hanya tinggal tamu tamu tuan rey." mendengar ucapan mbok ratmi hati aluna benar benar menjadi panas. setelah menghabiskan susunya.aluna bergegas keatas ranjang dan tidur dengan wajah yang masih merengut. tiba2 aluna bangkit dan menuju pintu kamarnya. dengan segera pengait pintu kamar dikaitkan pada ujungnya.
" rey tidak akan kuijinkan masuk kamar. biar dia tidak seenaknya saja." setelah mengganti lampunya menjadi lampu tidur hanya hitungan menit aluna sudah terlelap.
flash back off
rey mencekal kedua bahu aluna saat aluna melamun.
"luna,," mata rey yang menatapnya tajam membuat aluna sedikit gemetar.
"aku tidak sengaja rey,," aluna menjawab dengan pelan. rey melihat cairan bening dari sudut mata aluna dan rey melunak.
"jangan kunci kamarmu lagi,kalopun kau kunci jangan kau kaitkan pengaitnya." rey berdiri meninggalkan aluna dikamarnya. mata aluna terpejam sesaat
"rey ,," rey menoleh saat aluna memanggilnya. aluna berdiri dan berjalan menghampiri rey.
"aku takut saat terjadi sesuatu padamu. aku tidak bisa menolongmu." mendengar ucapan rey. aluna tersenyum dan wajahnya merona.hatinya yang sesak dan sakit berubah menjadi tenang.
"dan apa kata paman dan.bibi saat tau aku.dikunci oleh istriku sendiri." sepintas aluna melihat sudut bibir rey terangkat.
aluna mendorong tubuh rey keluar kamarnya.
" rey,, sudah malam,,kembalilah kekamarmu aku sudah sangat mengantuk." kemudian menutup pintu kamarnya dan aluna terkekeh saat mendengar ucapan rey.
"tidak punya sopan santun." ret tersenyum dan kembali kekamarnya.
***
pagi ini tidak seperti biasanya. rey tidak pergi ketempat gym ataupun pergi untuk berlatih tennis. rey memilih untuk berenang di dekat taman belakang rumah bibi nela. dan aluna menghampirinya.
"rey,,ayo kita sarapan."aluna menunggu rey dipinggir kolam. rey menatap sejenak aluna. dan menyandarkan punggungnya di pinggir kolam.
"heem,," rey bangkit dan menghampiri aluna.
"luna,,paman dan bibi kesingapur ketempat kakakku."
rey duduk disamping aluna.
"aku nanti ke rs sebentar,,ikutlah denganku,,nanti siang kita makan diluar saja."
aluna mengangguk dan mengikuti rey menuju kamar rey. sesaat rey menoleh ke aluna.
"aku mau mandi luna,,apa kau mau ikut denganku." menyadari kebodohanmya aluna gelagapan. aluna menggaruk garuk kepalanya meski tidak gatal. dan aluna meninggal kan rey dan masuk kekamarnya dan memukul mukul kepalanya pelan.
"kau sangat bodoh aluna,,bisa bisa nya mengikuti rey." aluna merutuki dirinya sendiri.
luna menata sarapan dimeja makan. saat rey turun dari kamarnya. aluna benar2 terkesiap. rey selalu tampak menarik. baju santai yang digunakannya membungkus apik tubuh kekar reymond. saat pandangan aluna bertemu dengan rey. aluna memerah masih mengingat kebodohannya yang tadi. tetapi aluna kembali normal saat wajah datar rey tak bergeming.
aluna dan rey memakan sarapannya tanpa bersuar
a. suasana hening diruang makan membuat aluna gusar. setelah selesai makan aluna membereskan meja makan dan kembali kekamar.
***
jangan lupa ya para pembaca kesayangan untuk terus mendukung author.
dengan cara like komen dan vote
terima kasih pembaca kesayangan semuanya.