My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
tidak tau malu


"rey ,, apa sebenarnya hubunganmu dengan kak claudia?" aluna sangat berhati hati saat menanyakannya.


seketika rey menginjak rem. rahangnya mengeras. tatapannya tak lepas dari kemudi


"aluna kau harus tau batasanmu." raut wajah rey yang dingin dan marah membuat aluna menciut.


"maaf,, ." aluna berkata pelan.


***


kehidupan sudah berjalan seperti biasa. rey sibuk dengan residensinya dan aluna sibuk dengan kuliahnya. pun dengan pertengkaran mereka tentang claudia seperti sudah hilang begitu saja. aluna masih rutin pulang akhir minggu dan rey hampir setiap hari mengunjungi aluna meski hanya sekedar mampir mengganti baju olahraganya yang ditempatkan dikamar kos aluna.


bulan depan aluna akan mengikuti ujian akhir semester 4. tidak terasa aluna sudah hampir 2 tahun berada dijakarta dan berpisah dari kedua orang tuanya.


aluna berjalan gontai memasuki halaman rumah tante hani dan bergegas masuk kedalam kamarnya. saat dirasa mobil rey terparkir dihalaman rumah itu.


rasa lelah aluna seketika hilang.


aluna masuk kedalam kamarnya dan melihat rey yang berbaring diatas ranjang dengan tangan ditempatkan didahinya dan mata terpejam.


aluna tidak ingin membuat rey terbangun dengan hati hati aluna menyimpan tasnya dan mengganti heelsnya dengan sendal rumah yang nyaman. aluna bermaksut membersihkan diri tetapi keinginannyapun dia urungkan saat melihat buket bunga mawar di meja dan juga boneka panda putih yang sangat menarik hati aluna.


"kenapa rey bisa seromantis ini." batin aluna.


aluna berjalan menghampiri bunga yang tergeletak didepan meja dan boneka panda putih dibelainya berkali kali. raut wajah aluna memerah merekah seperti mawar karena merasa tersanjung dengan perlakuan rey.


aluna membaca kertas ucapan yang terselip di dalam buket bunga.


"


"tidak tau malu." rey berucap dengan keras dan dengan tatapan dingin.


aluna baru menyadari rey duduk melipatkan kedua tangannya didada. wajah rey merah karena marah.


"rey,,." aluna berkata pelan dan belum paham apa yang sebenarnya membuat rey marah.


"kau seorang wanita terhormat,, keluargamu orang terhormat,, tapi kelakuanmu seperti ******." rey mencengkeram bahu aluna.


"penilaianku terhadapmu salah aluna,, aku pikir kau beda,, ternyata sama saja,, sama saja dengan semua nya,, kau hanya seorang ******,, ****** luna."


"cukup rey,, cukup." aluna benar benar geram. aluna mengusap air matanya kasar. nafas yang berhembus kasar menahan amarah dan wajah yang memerah dan geram.


"iya cukup,, cukup aluna,, semua sudah cukup,, tidak perlu kita perpanjang." telunjuk rey menunjuk muka aluna.


reymond meninggalkan aluna dan membanting keras pintu kamar aluna. air mata membanjiri wajah aluna dan seketika aluna merosot kebawah dan menangis sejadi jadinya. ucapan rey kemarahan rey menari nari difikiran aluna.


" kenapa dia berkata seperti itu. kata kasar yang baru pertama kali ku dengar dari mulut orang yang sudah cukup penting dihidupku." aluna kembali memejamkan matanya dan memeluk kedua lututnya yang ditekuk.


semalaman aluna tidak tidur menangisi dirinya. menangisi nasibnya mencoba mencerna kata kata reymond. dan aluna semakin tidak mengerti dengan semua yang terjadi dihidupnya.


aluna merasa takdir seperti mempermainkannya. bahagia,, sedih,, berjuang,, sedih bahagia sedih seperti tidak bisa ditebak. aluna sudah berjam jam menangis, meratapi semuanya.


arlojinya menunjukkan pukul 4 pagi,, aluna bangkit dan terhuyung. dia menjatuhkan badannya yang remuk seremuk hatinya diatas ranjangnya. dia memejamkan kedua matanya untuk mengurangi sakit kepala yang seketika menyerangnya. dan aluna tertidur dengan sempurna.


***


reymond menjadi kaco sekacau kacaunya. gadis yang mulai mengobati traumanya. gadis yang menurutnya spesial pun sama saja dengan wanita yang lain. reymond menghembuskan nafasnya kasar setiap mengingat akan senyum gadis itu. manja dan selalu menyenangkan. tapi tega berbuat hal yang sangat memalukan.


reymond seketika membanting beberapa benda yang ada disekitarnya untuk mengurangi kemarahannya. nafasnya yang memburu dan raut wajah yang memerah karena kemarahan yang tidak bisa terkontrol. seketika rey bangkit dan meremas kedua tangannya. dan reymond menyebutkan satu nama dan akhirnya dia bangkit dan pergi.


***


hai hai hai


para pembaca kesayangan


jangan lupa tinggalkan jejak ya


vote like dan komen disetiap episode ya kesayangan author


terimakasih