My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
6. mengantar ke kampus


aluna sedang bersiap, rok motif bunga panjang selutut dipadu dengan atasan polos senada dengan rok menempel pas dibadan gadis cantik itu,rambut panjang sebahu diurai dan hanya diberi penjepit,,wajahnya hanya dipoles dengan bedak tipis dan bibirnya hanya diberi lipstik warna soft tetap membuat aluna cantik sempurna


hari ini adalah hari pertama aluna mengikuti mata kuliah dikampusnya,setelah 3 hari melakukan ospek.


aluna diterima sebagai mahasiswa kedokteran di sebuah universitas swasta ternama di jakarta.


aluna keluar dari kamarnya dan bergabung dengan paman bibi dan juga sepupunya dimeja makan untuk sarapan.


rey belum bergabung dengan mereka dimeja makan,aluna berfikir untuk membangunkan rey,tp niatnya diurungkan ketika bibi nela mengatakan rey sudah berangkat pagi2 tadi karena ada operasi mendadak


aluna sudah terbiasa tak bertemu dengan rey dalam jangka waktu yang lama.


aluna juga sudah terbiasa kekampusnya menggunakan taxi online karena tidak mau merepotkan pak atmo supir bibi nela. karena pak atmo sangat disibukkan dengan jadwal les ica yang sudah kelas 12.


,,,,


aluna turun dari taxi online dan berjalan masuk ke gedung kampusnya


"lun,,lunaa"


aluna menoleh mencari sumber suara yang memanggil. sherly dia adalah teman aluna sudah tiga hari ini selama ospek mereka selalu bersama dan sudah sangat akrab,sebenarnya selama tiga hari ini mereka sudah dekat seperti memiliki kelompok yang cocok banget saat mengobrol tiga perempuan dan dua laki laki. tiga perempuan termasuk aluna,sherly dan amira. dua laki laki adalah panji dan bayu.. mereka ber lima terlihat menonjol diantara mahasiswa yang lain.


"heei,,, "


aluna melambaikan tangannya ke sherly, mereka berdua masuk kekelas dan sudah disediakan bangku kosong oleh amira mereka ber lima duduk bergerombol,,


panji yang genit dan gokil selalu menggoda aluna,tetapi sherly selalu memarahinya,membuat aluna selalu terkekeh setiap melihat panji dan sherly bertengkar.


aluna menerima mata kuliah anatomi dasar dan fisologi dengan baik,dia mencatat apa saja yang dikatakan oleh dosennya. aluna sangat antusias mempelajari anatomi manusia..catatannya begitu rapi.


dua mata kuliah sudah selesai, panji berinisiatif mengajak ke empat sahabatnya kekantin


"ayo kita ke kantin, kebetulan emak ngasie uang jajan lebih nanti kalian aku traktir es teh deh"


ke empat sahabatnya ber huuu secara bersamaan


"dasar pelit,sok2an mo traktir kita,gitu katanya anak pengusaha batu bara,,kamu cocoknya jadi anak pengusaha batu bata"


ucap sherly dan menoyor kepala panji spontan semua tertawa, panji hanya cengengesan


aluna bergegas keluar kampus untuk menghampiri taxi online yang sudah dipesannya. aluna mulai gelisah setelah melihat jarum jam ditangannya menunjukkan pukul delapan malam. dia merutuki dirinya sendiri kenapa tidak meminta nomer telpon rumah bibi nela, ponsel milik bibi nela atau menyimpan nomer reymond. aluna takut bibi nela beranggapan pulang kuliah luna tidak langsung pulang. aluna semakin gelisah saat sopir taxi mulai memperlambat lajunya


"kenapa pak?"


aluna menyelidik


"jam segini memang biasanya macet mbak,karena bersamaan jam pulang kantor"


aluna seketika lemas,pasti akan berjam jam sampai rumah bibi nela. nafasnya pun dihembuskan dengan kasar. besok adalah hari pertama aluna masuk ke laboratorium anatomi, dan harus mempersiapkan diri untuk pretest. hari ini kuliahnya berakhir pukul empat sore. tetapi aluna harus mengikuti pengarahan asisten dosen untuk kegiatan praktikumnya besok.


lamunan luna seketika hilang, saat kaca taxi onlinenya ada yang mengetuk dan ternyata adalah panji


"luna,,ayo aku antar kamu pulang, bisa tengah malam sampe rumah kalo jam segini menggunakan mobil, aku akan mengantarmu lebih cepat"


aluna mulai berfikir dan mempertimbangkan tawaran panji, badannya sudah sangat lengket, yang dia inginkan sekarang hanya berendam di dalam bathup.


saat aluna masih berfikir, dengan segeran panji membuka mobil dan menarik tangan aluna.


"sudah jangan banyak pertimbangan "


"tapi,,," bayangan rey dan perkataan rey untuk tidak dekat2 dengan laki - laki melintas begitu saja, tapi luna mulai menepisnya.


"pasti rey masih sibuk dengan operasinya " gumam luna pelan.


suasana rumah begitu sepi. rey memarkirkan mobilnya digarasi berjajar dengan mobil yang lain. hari ini rey beruntung karena dr.burhan mengijinkannya pulang sore. sebagai tanda terimakasi karwna selama ini dapat menggantikannya menghandel operasi operasinya. arloji ditangannya menunjukkan pukul 5 sore.


hari ini bibi nela menemani om daniel keluar kota untuk urusan bisnis dan ovha sepupunya tentu saja disibukkan dengan les lesnya.


Rey menuju kamarnya dilantai atas sebelumnya dia mampir kedapur meminta pembantu membuatkannya cappucino.


saat berjalan dia terlebih dulu melihat luna dikarnya. tanpa mengetuk seperti biasa rey buru2 masuk. dahi reymond mengerut saat melihat kamar luna masih rapi menandakan penghuninya belum menjamahnya. reymond berdecak kesal


" kemana gadis itu? kenapa dia tidak minta ijin kepadaku?"


 


rey masuk kekamarnya dan mulai membersihkan diri. setelah selesai rey menikmati cappucino yang sudah diletakkan mbok ratmi di meja balkon kamarnya. rey mengambil beberapa buku dan mulai membacanya. sudah satu jam rey membaca buku dan mulai bosan. rey meletakkan buku bukunya dan berjalan ketempat gym yang memang ada dirumah bibi nela. rey selalu menjaga kebugarannya setiap hari meski aktivitasnya sangat padat. tanpa terasa rey sudah melakukan aktivitasnya satu jam.


 


rey kembali kekamarnya dan membersihkan diri. celana jeans selutut dan kaos polo melekat apik di badannya. rambutnya yang belum kering membuat rey semakin mempesona.


rey kembali mendecak kesal saat didapatkan kamar aluna masih kosong tanpa penghuni.


rey gusar,,beberapa kali melihat ponselnya tidak ada pesan dari aluna. rey kembali mengumpat saat dia baru sadar bahwa dia tidak mgetahui nomor ponsel aluna.


"apa kata papi kalo aku menanyakan nomer ponsel aluna sedangkan kita sudah menikah selama 4bulan."


rey menghembuskan nafasnya kasar.


 


mata rey memanas saat melihat orang yang ditunggu tunggu baru datang, bersama dengan laki laki yang tidak rey kenal dan berboncengan motor dengan mesra pikir rey. seperti tersambar petir, saat aluna melihat rey ada didekat pagar rumah bibi nela. gemuruh hatinya begitu saja muncul.


 


"hiisst kenapa dia sudah pulang, hidupku benar benar sial"


saat aluna turun dari motor panji, aluna bingung memperkenalkan reymond sebagai siapa.


"terimakasih sudah mengantar adikku pulang."


rey mengetahui kepanikan aluna. aluna seperti terselamatkan oleh ucapan rey dan saat panji pamit aluna merasa bahwa kali ini hidupnya akan benar2 berakhir.


rey mencekal lengan luna tanpa menyalitinya


aluna tau rey benar benar sangat marah. aluna mulai bergidik.


"apa saja yang kau lakukan dengan laki laki itu huuuhh sampe jam segini kamu baru pulang. aku kira kamu gadis polos ternyata baru 4hari kuliah sudah berani2 pergi dengan laki laki yang baru kau kenal. kau anggap aku apa sehingga berani2nya perkataanku dulu untuk tidak dekat dengan laki laki lain tidak kau hiraukan."


aluna hanya diam dari susdut matanya cairan bening sudah keluar dengan sendirinya. rasanya aluna sudah tidak mampu memberikan penjelasan kepada rey. impiannya untuk berendam pum sudah tidak ada lagi dibayangannya. aluna hanya ingin membaringkan tubuhnya diranjang kamarnya.


rey mulai melunak saat melihat air mata luna sudah menetes tak berhenti. dia merasa bersalah sudah membentak luna.


"mana ponselmu?" rey berkata lembut


aluna menyerahkan ponselnya begitu saja kepada rey tanpa membantah. dengan cepat rey mengetik nomer hpnya dan melakukan panggilan. ponsel aluna diserahkan kembali ke pemiliknya setelah reymond menyimpan nomer ponselnya dan mengetik namanya.


"cepatlah mandi aku tunggu dimeja makan, jangan membiarkanku tambah kelaparan karena menunggumu."


 


" ingat luna jangan sekali kali dirimu akrab dengan teman kampusmu."


aluna berlari kekamarnya dia segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan baju santai dirumah. aluna hanya menyisir rambutnya tanpa mengoleskan bedak. aluna hanya mengenakan lipglos.


tampilan aluna yang sederhana berhasil membuat rey terbius karena kecantikan luna. saat mata mereka beradu dengan cepat aluna menunduk.


makan pun usai tanpa ada suara dari keduanya.saat rey hendak bangkit dr duduknya tanpa sengaja aluna menyentuh tangan rey


"rey, aku tidak pergi dengan panji tadi."


ooww lagi2 itu bernama panji rey berdeciiih.


"aku tadi ada pengarahan dr asisten dosen untuk praktikumku besok, dan karena sudah malam jalanan macet, panji lewat dekat taxi ku tanpa berfikir panjang aku meminta panji mengantarkanku karena aku takut kemalaman sampe rumah. "


aluna tidak mengatakan bahwa panji yang memaksa nya untuk ikut dengannya


"lain kali, jangan seperti itu, hubungi aku, aku akan menjemputmu."


rey berkata pelan


"pergilah tidur, tidak perlu belajar untuk pretesmu besok. papi mami selalu memuji kepintaranmu jadi tidak ada yg perlu dikhawatirkan."


kata rey sarkasme


aluna malas menyauti perkataan rey, karena aluna hanya ingin membaringkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.


 


"besok aku akan mengantarkanmu ke kampus."


aluna mendongak saat rey mengatakan itu, dan aluna tersenyum. entah kenapa hatinya berbunga bunga saat rey mengatakan hal itu. tubuhnya lelah seketika bersemangat.


aluna berlari dengan riang menuju kamarnya. rey heran dengan sikap gadis itu.


***


para pembaca kesayangan jangan lupa dukung selalu author ya.


tekan like disetiap episodenya.


terimakasih para pembaca kesayangan.