My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
menggandakan kunci


 


rey memarkirkan mobilnya dihalaman kost aluna. dia berjalan memasuki sebuah pintu dan menuju kamar aluna. beberapa kali rey mengetuk pintu tetapi tidak ada sahutan dari pemilik kamar itu. rey mencoba menghubungi posel aluna dan rey kesal saat mendengar dering ponsel aluna terdengar dari kamar didepannya. rey mencoba memutar hendel pintu dan semakin kesal saat tau pintu itu terkunci


 


rey duduk di kursi yang memang ada didepan kamar aluna. rey duduk tanpa melepas kaca mata hitamnya. dengan tangan terlipat didada rey mulai menikmati pemandangan yang disuguhkan dari tempat duduknya. rumah yang asri dan penuh dengan bunga yang cantik membuat udara di sekitarnya juga sangat segar.


dikamar sherly, aluna membaca novel yang kemarin sempat diberikan rey kepada aluna.


sherly tidak henti hentinya mengajak aluna untuk menunggu rey dikamarnya sendiri karena sherly takut sahabatnya itu nanti kena marah jika membuat abangnya menuggu lama. sherly mulai gelisah sedang aluna hanya terkekeh melihat tingkah sahabat nya yang dirasa sangat berlebihan.


"luna,,ayo kita dibawah tunggu saja abangmu didepan kamarmu." ajak sherly berkali kali dan tidak dihiraukan oleh aluna


"kau sendiri yang mengatakan kalo abangmu sangat galak."


"apa kau tidak takut." selidik sherly


"kamu tak perlu khawatir sahabatku, biar aku telpun rey." aluna tampak mencari keberadaan ponselnya. sherly menunggu aluna dengan wajah yang sama khawatirnya. sebenarnya aluna tidak mau menunggu rey dikamarnya karena aluna tidak mau sherly bertemu rey. setiap bertemu rey sherly benar benar menjadi wanita paling menyebalkan, dia terang terangan mendekati rey dan berharap bisa mendapatkan hati rey. saat memikirkan hal itu hati aluna benar benar sedih. aluna sibuk mencari hp nya dan semakin khawatir karena tidak bisa menemukannya. aluna membulatkan matanya saat mengingat ponselnya masih tersimpan didalam tas. aluna berlari cepat tanpa menghiraukan panggilan dari sherly. dan aluna terjungkal tepat dihadapan rey.


"aluna" teriak rey dan sherly bersamaan. sherly merasa khawatir saat melihat aluna ketakutan dan berlari. dan segera menyusulnya sekarang sherly melihat aluna terjungkal.


rey menghampiri aluna. tatapan dingin seperti biasa ditujukan kepada aluna. aluna masih meringis menahan sakit. aluna mencoba berdiri tetapi menjerit pelan karena sakit di kakinya. dengan sigap rey mengangkat aluna dan mendudukkannya di kursi. aluna malu saat rey mulai memeriksa luka dan mulai memijitnya.


"sebentar lagi akan baikan, nanti sampai rumah kita oles salep." rey bangkit dan mengulurkan tangannya ke aluna. aluna bingung hanya memandang rey tak bergeming.


"mana kunci kamarnya? kamu sudah bersiap kan?biar aku ambil tasmu." aluna hanya menurut dan memberikan kunci kamarnya kepada rey. dan melihat punggung rey saat masuk kekamar aluna.


"kalian kakak adik tapi kaku amat. kadang aku berfikir kalian seperti dua orang asing." sungut sherly.


aluna hanya tersenyum.


"luna,,sudah semalaman aku menyusun kata agar bisa ngobrol dengan abangmu. tapi saat melihat sorot matanya yang dingin kata2 nya hilang begitu saja lun." aluna terkekeh melihat sikap sherly yang gemas dengan rey dan kembali datar saat rey membawa tas berisi pakaian dan tas milik aluna.


rey memasukkan semua barang aluna dan mengunci kembali kamar aluna.


"ayo" ajakan rey membuat aluna berusaha berdiri dari tempat duduknya tapi sakit dikakinya membuat aluna meringis. rey membuka mobilnya dan dengan cepat mengangkat aluna masuk kemobilnya. dengan sendirinya aluna mengalungkan tangannya keleher rey. sesaat mata mereka beradu dan gemuruh dihati seakan terdengar nyata dari keduanya.


sherly berdehem mencairkan suasana yang sempat menegang. "makasih ya bang" ucapan sherly membuat dahi rey berkerut


"makasih sudah menjemput aluna." sherly cengengesan dan salah tigkah. rey hanya mengangguk dan pamit ke sherly.


rey memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali melirik aluna yang sedang sibuk melihat jalan. "rey,,sepertinya ini bukan jalan arah bibi nela."


"aku akan ketempat penggandaan kunci. untuk menggandakan kunci kamarmu. aku tidak mau kering menunggumu diluar kamar sedangkan dirimu asyik dengan temanmu tanpa menghiraukanku."


aluna salah tingkah mendengar ucapan rey


"maap" aluna berucap pelan tapi tetap terdengar oleh rey. rey melirik aluna yg terisik pelan


rey menghentikan mobilnya dan mengusap cairan bening disudut matanya.


"anak kecil,,kenapa selalu sedikit sedikit menangis. sangat menggemaskan." rey bergumam pelan.


aluna ikut turun dari mobilnya ketempat penggadaan kunci. tempat itu sangat ramai pengunjung. karena sebuah pertokoan yang berjajar dan sarat akan pengunjung. aluna berjalan dibelakang rey dan sedikut berlari agar sejajar dengan rey. menyadari aluna yang tertinggal cukup jauh rey berbalik arah dan mengaitkan jari nya denga jari jari aluna agar mereka dapat berjalan beriringan. seketika aluna mendongak dan tersenyum saat menyadari perlakuan manis rey. semburat merah dipipinya mulai terlihat saat hatinya mulai bergemuruh.


"lihatlah siapa yang datang." lelaki paruh baya itu berujar dengan penuh keriangan. melihat sepasang lelaki perempuan yang menghampirinya kilat matanya berbinar.


"apa yang kau inginkan rey. siapa gadis cantik ini." sapa tuan pico pemilik toko kunci itu.


"aku kira selamanya dirimu tidak akan pernah menyukai perempuan." tuan piko terkekeh. rey menanggapinya dengan datar. tuan piko sudah berteman dengan rey cukup lama mereka sangat akrab. tuan piko selain memiliki usaha perkuncian. dia juga menjual buku buku kedokteran di daerah yang lain. sehingga rey sering mengunjunginya.


"siapa namamu nak?" sapa tuan piko tulus. aluna terkesiap.


"saya aluna paman." jawab aluna tak kalah tulusnya.


"apa hubunganmu dengan lelaki kaku ini." tuan piko kembali terkekeh memandang rey.


"dia tunanganku." rey menjawabnya singkat.


"hahahah ,, ternyata aku sudah lama tak mengetahui kisah hidupmu anak muda." tuan piko menepuk bahu rey.


mereka terlibat obrolan yang cukup panjang. sampai akhirnya tujuan rey menggandakan kunci milik aluna selesai dilakukan. dan mereka pamit pulang.


***


hai para pwmbaca kesayangan.


terus dukung author ya


caranya like dan komen di setiap episodenya.


terimakasih para pembaca kesayangan.