My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
5. aluna rindu


"rey,,nanti malam kita ke coffeshop james yuk" ajak alan sambil menepuk bahu reymond


"kita lihat nanti al, badanku sangat capek,hari ini konsultan sedang berhalangan,,semua operasi aku yg mengambil alih,apalagi operasi terakhir ini sungguh menguras tenagaku,banyak perlengketan disana,belum nanti kl ada cito dadakan,aku harus mempersiapkan diri"


reymond berjalan diikuti alan,mereka ingin menghilangkan penat dengan minum capucino hangat dikantin rs


"hari ini aku lihat,jadwal operator pengganti bukan dirimu rey, jangan katakan kl dr.burhan masih sering menganiayamu"


rey mengangkat bahunya, dr.burhan merupakan ahli bedah yang sangat killer terhadap mahasiswanya, apalagi dengan reymond, semua orang tau dr.burhan tidak pernah dibantah oleh mahasiswanya, kecuali reymond, mereka selalu berdebat dan rey sll membuat dr.burhan marah, meski didalam hatinya dokter burhan mengakui kepintaran rey ,sehingga dia selalu mengatakan yg harus menggantikan jadwal operasi apabila dia berhalangan hanya reymond karena itu bentuk hukuman buat reymond karena membantah dr.burhan meskipun hari itu bukan jadwal reymond, reymond harus ttp berangkat kilah dr.burhan, padahal hal itu semata2 karena dr.burhan mempercayakan pasiennya hanya kepada reymond, karena bagi dr.burhan reymond bisa diandalkan


"kalian sudah lama disini rey, al ?" sapa james kepada kedua sahabatnya,,


"sial,,hari ini badanku sungguh remuk, kenapa jadwalku jaga harus bersamaan dengan jadwal dr.burhan,, untung ada kamu rey, tp aku yakin badanmu lebih remuk dari pada aku " kekeh james


james sahabat reymond mengambil spesialisasi anastesi, sehingga dia sering bertemu dengan reymond diruang operasi, sedangkan alan, richard dan andrew mereka mengambil spesialisasi kulit kelamin karena ke 3 sahabat itu tidak suka dengan hal2 yang berbau operasi, mereka hanya berharap nanti pasiennya adalah gadis2 cantik yang mengkonsultasikan kulitnya kepada mereka


"aku tidak melihat andrew dan richard al,kemana mereka pergi? "


james meminum kopi yg baru saja datang


"kelakuan mereka kalian tau sendiri pasti ingin mendekati adek adek coas, dengan dalih memberikan tentiran" mereka semua tertawa kecuali reymond, reymond sibuk menikmati capucino dr cangkirnya,,tp pikirannya hanya dirumah bibi nela, apa yang aluna lakukaan


shiit,, umpat rey pelan,, buat apa dia memikirkan aluna,semua perempuan sama saja buat rey,, rey mengambil kunci mobil dimeja dan segera pergi meninggalkan alan dan james


"anak itu tidak pernah berubah sll menyebalkan" umpat james dan dijawab dengan kekehan alan


rey memarkirkan mobilnya di garasi bibi nela


dia berjalan menuju kamarnya dan sebelumnya mengambil kue didapur


" kau baru pulang rey?"


" iya bi,,hari ini banyak operasi,aku kekamar dulu bik"


rey berlari menaiki tangga menuju kamarnya


"rey segera turun untuk makan malam kami sudah selesai makan malam" teriak bibi nela


sebelum kekamarnya,rey menoleh kekamar luna,,apa yang dilakukan gadis itu?


rey membatin, tangan rey hampir membuka handle pintu kamar luna tapi diurungkan,rey kembali berjalan kekamarnya dan membersihkan dirinya


rey turun ke dapur untuk makan malam, kaos polo putih melekat apik dibadan kekarnya,, celana pendek santai membuat tampilan rey begitu sempurna


pandangan rey tak lepas dr gadis cantik yang sedang berbincang dengan bibinya dimeja makan


"luna,,bagaimana ospekmu nak"


sudah 3 hari luna melakukan ospek dikampusnya, luna diterima sebagai mahasiswa kedokteran di sebuah kampus swasta bergengsi


jawab luna kepada bibi nela


"maafkan rey ya nak tidak pernah mengantar jemputmu"


"tidak apa2 bibi , luna tau rey pasti juga sibuk"


rey menarik kursi disebelah kursi luna tatapan dingin membuat dada luna berdesir


luna menyiapkan makan reymond dan menemaninya,suasana canggung mulai terasa, acara makan malam rey berlalu begitu saja tanpa obrolan keduanya, setelah selesai rey kembali kekamarnya


aluna membereskan makanan bekas rey dan mencucinya meskipun bibi nela melarangnya


luna pamit kembali kekamarnya kepada bibinya


luna membaringkan tubuhnya diranjang,,dari sudut matanya mulai menetes cairan bening


"mamiii,,aluna rindu"


setiap hr mami dan papinya melakukan video call tp rindu aluna kepada orang tuanya masih belum terobati.


luna berkali kali melakukan panggilan kepada mami maupun papinya tetapi tidak ada jawaban. kemudian aluna melakukan panggilan ke rumahnya. ada jawaban dari ujung panggilannya. pembantu dirumahnya pun menginformasikan kepadanya mami dan papinya sedang tidak ada dirumah. aluna pun menghela nafasnya panjang setelah mengakhiri pembicaraannya.


aluna mulai bosan. dia turun dari ranjangnya dan jalan ke balkon kamarnya. terik matahari yang membuat kulit aluna memerah pun tak membuat aluna kembali masuk kekamarnya. pandangan aluna berkali kali ditujukan ke arah balkon kamar suaminya. aluna mulai resah saat tidak dapat melihat sosok reymond disana.


"kemana perginya? " gumam aluna


"selalu saja mengabaikanku. menyebalkan." aluna merengut memikirkan rey suaminya.


sepasang mata hazel tak lepas memandangi seorang perempuan yang terlihat gelisah. saat melihat perempuan itu mulai berkeringat dan kulit putihnya memerah. dia semakin khawatir.


"apa kau ingin kulitmu terbakar." aluna tersentak saat laki laki yang dicarinya sudah ada didalam kamarnya melipatkan tangan dan duduk disofa kamarnya.


aluna bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri rey.


"apa ada yang kau perlukan." jawab aluna lirih tetapi rey masih bisa mendengarnya.


"buatkan aku cappucino dan bawa kekamarku" rey berlalu meninggalkan aluna dan kembali kekamarnya. aluna sangat kesal. kenapa rey tidak meminta tolong kepada pembatu rumah itu dan memilih meminta kepadanya.


"giliran membuat cappucino ingat istrinya. aluna sebenarnya dirimu ini istrinya atau pembantunya sih." aluna terkekeh dengan pikirannya sendiri.


***


hallo para pembaca kesayangan


jangan lupa dukung terus author dengan cara selalu tekan like dan beri sedikit komentar.


terimakasih para pembaca kesayangan semuanya.