
aluna mematikan ponselnya setelah hampir dua jam melakukan panggilan video dengan papi maminya. meskipun belum dapat menghapus rindunya. tetapi sudah cukup memberikan penawar. aluna membolak balikkan badannya diatas ranjang kamar hotel. 2jam yang lalu aluna sudah cek in disebuah hotel mewah dikota bandung. hotel dimana aluna akan mengikuti seminar. entah seminar tentang apa aluna pun tak paham. karena memang dr.dini yang mengajak untuk menemaninya.
seminar akan dilakukan esok hari. tetapi rey meminta aluna berangkat hari ini agar tidak terburu buru. setelah pak agus sopir bibi nela yang lain mengantarkan aluna sampai hotel. aluna sudah memberi kabar kepada rey lewat panggilan. tetapi berkali kali rey tidak menjawab panggilan aluna. aluna mengirim pesan kepada rey. tetapi hanya dibaca oleh rey tanpa dibalas.
perut aluna tiba tiba bersuara. aluna baru ingat siang tadi hanya mengisinya dengan susu coklat kotak. aluna melihat menu resto yang ada dikamarnya dan tidak tertarik. aluna menghembuskan nafasnya kasar.
"apa aku meminta pak agus mengantarkanku beli makanan diluar ya? apa aku terpaksa makan makanan hotel?"
aluna bingung. disisi lain ingin sekali rasanya keluar hotel mencari makanan. disisi lain aluna kasiahan kepada pak agus karena sudah berkendara dari jakarta ke bandung.
aluna turun dari ranjangnya dan jalan menuju kejendala. dibukanya gorden dan aluna sangat terpukau melihat kota bandung dimalam hari.
"wooow kenapa aku tidak sadar kalo kamar ini menghadap kota bandung." aluna sungguh girang
"sepertinya didepan hotel banyak sekali makanan makanan enak." aluna bergegas mengganti pakaian santainya dengan pakaian yang lebih pantas. aluna keluar dari hotel dan jalan sebentar didekat taman kota. aluna melihat lihat semua kedai yang berjajar dengan berbinar.
"aluna." aluna menghentikan langkahnya dan menoleh kesumber suara.
"kak azka ,, kaka sudah sampai juga di bandung." aluna berbinar dan segera menghampiri azka.
" kau pasti belum makan kan?" azka menggeser bangku yang ada didepannya untuk memudahkan aluna duduk.
"aku pesankan makanan terlezat disini bebek hot." azka dengan cepat memesankan satu porsi bebek dan air mineral dingin saat aluna menjawab minuman apa yang diinginkannya.
saat pesanan datang. aluna menyantap makanan dengan lahapnya karena kebetulan perutnya sudah menjerit jerit minta diisi. bersamaan makan aluna dan azka saling bercanda. tetapi mereka sama sama diam saat seseorang menyapa azka.
"kak azka? kak azka ada dibandung?" gadis cantik yang tersenyum merekah didepan azka dengan spontan duduk di dekat azka. azka nampak tidak nyaman dengan gadis itu. dan gadis itu pun sedikit tidak ramah kepada aluna. suasana sedikit canggung. sehingga membuat aluna tidak nyaman dan pamit kepada azka dan temannya untuk kembali ke hotel.
aluna tampak membeli beberapa makanan dan minuman hangat. aluna berencana memberikan beberapa makanan itu untuk pak agus. saat sampai diloby hotel aluna mencari keberadaan ponselnya tapi tidak menemukannya. aluna teringat sebelum keluar dari kamarnya aluna meninggalkan ponselnya untuk di charge.
"mending aku titipkan saja makanan ini di loby. dan sesampainya dikamar akan ku hubungi ponsel pak agus. you smart aluna." aluna terkekeh sendiri.
aluna berjalan menuju kamarnya dan membawa kantong kantong makanan. membayangkan saja sudah membuat aluna berkali kali menelan ludah.
langkahnya terhenti saat melihat sosok dingin melipatkan tangan di dadanya dan berdiri di depan pintu kamar aluna.
"rey,, kau di sini." aluna benar benar girang melihat sosok rey.
"cepat buka pintunya. kau membuat kaki ku kram dan mati rasa karena lama menunggumu." aluna sudah terbiasa dengan sarkas rey. aluna segera membuka kamarnya dan masuk diikuti oleh rey.
"rey kau mau menemaniku seminar?" ucap aluna dan mulai menata makanannya dimeja dekat sofa kamarnya.
"heem." rey duduk disamping aluna.
"dari mana kau?" selidik rey.
"kenapa keluar tidak meminta pak agus menemani?"
rey kembali melipat tangannya didada.
"aku lapar.. aku hanya cari makan didepan." jawab aluna tanpa mengalihkan pandangannya pada martabak manis didepannya.
"kau masih ingat pesanku bukan?" rey memajukan wajahnya didekat telinga aluna. seketika aluna menegang saat nafas rey berhembus ditelinganya.
"eemm apaaaa?" jawab aluna ragu.
"jangan pernah bedekatan dengan lelaki manapun kau ingat kan?"
deg ,, jantung aluna memacu cepat saat perkataan rey membuatnya teringat makan malam tadi dia bertemu dengan azka dan makan bersama.
"aluna kenapa kamu sampai lupa pesan rey." aluna merutuki dirinya sendiri.
"jangan sampai rey tau ,, atau aku akan habis." aluna terpejam sejenak dan menghela nafasnya pelan.
"iyaaa reeyy,, aku masih ingat." aluna malas melanjutkan makan martabak manisnya karena masih memikirkan perkataan rey.
"kenapa kau tidak makan makananmu?" rey masih tak bergeming.
"aku sudah tak berselera." jawab aluna enteng.
"apa kau mau coba rey." aluna mengambil irisan besar martabak manis dan pikiran jail ada dikepalanya. martabak itu didekatkan dibibir rey berkali kali rey menghindar. tetapi akhirnya martabak itu berhasil menyentuh bibir rey. aluna terkekeh dan benar benar puas membuat pipi dan bibir rey kotor.
"heeem,, kau sudah mulai berani ya." kedua tangan aluna dicekal rey. tetapi aluna masih terkekeh belum menyadari kilat marah dimata rey.
"baiklah rey,, akan aku bersihkan." aluna mencoba melepas tangan rey yang memegang tangannya.
tetapi rey tidak membiarkannya.
"lepas rey,, aku akan mengambil tissu dan membersihkannya." detak jantung aluna sudah mulai bereaksi. rey mendekatkan wajahnya ke wajah aluna. aluna mulai menegang. saat rey berbisik.
"bersihkan dengan ini." rey membenamkan bibirnya di bibir aluna. dan entah kenapa aluna bereaksi dengan alaminya aluna memejamkan matanya saat rey mulai menyecap manis bibir aluna. tanpa perlawanan rey mulai menelusupkan lidahnya di dalam mulut aluna. diabsennya satu persatu gigi aluna menggunakan lidahnya. tangan rey mulai bergerak masuk kedalam menemukan apa yang dicari. dua buah gundukan kenyal. rey hanya membelai sekilas sudah membuat aluna mengerang. seketika bagian bawah rey menegang. diremasnya gundukan itu bergantian. rey benar benar sudah tidak tahan. yang ada dipikirannya saat itu hanya meminta haknya sebagai suami.
diangkatnya aluna keranjang. aluna hanya pasrah dan begitu saja mengalungkan tangannya dileher rey. dibaringkan dengan lembut aluna diranjang. rey menindih aluna dan kembali membenamkan bibirnya di bibir aluna. rey bergerak kebawah ke leher jenjang aluna. di sesapnya leher putih itu dan ditinggalkan beberapa tanda kepemilikannya. tangan rey mulai membuka kancing baju aluna. dan rey benar benar tidak tahan saat melihat dua gundukan indah milik aluna yang dibalut oleh kain hitam kontras dengan warna kulit aluna yang seputih salju. dibukanya penutup itu dengan lembut. aluna spontan menutup dadanya dengan kedua tangannya. dan rey dengan telaten memindahkan tangan aluna dari mainan barunya. dua gundukan polos dengan ujung merah jambu yang menantang membuat hasrat rey bergejolak. rey kembali menangkupkan tangannya di gundukan kenyal aluna dan rey menyesap mencicipi nikmatnya seperti bayi kelaparan yang dengan rakus bergantian menyesapnya. setelah dirasa cukup rey kembali merangkak ke atas dan ******* bibir aluna kembali. tetapi tangannya sudah bergerak ke bawah area sensitif milik aluna. saat rey menyentuhnya aluna mengerang. dan rey berbisik.
"kau basah sayang. sepertinya kau sudah siap." perkataan rey membuat wajah aluna merona aluna menggigit bawah bibirnya untuk menutupi rasa malunya.
dan saat rey ingin menyatukan dirinya dengan aluna.
"ting tong." seketika kesadaran mereka kembali.
rey mengumpat pelan saat gairahnya benar benar sudah tidak bisa ditahan. rey ingin kembali menyatukan tubuh mereka tetapi tangan aluna sedikit menahan dada rey. rey sangat kesal dan meninggalkan aluna dengan marah dan masuk kekamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.
aluna mulai memunguti pakaiannya dan memakainya kembali. aluna mulai merapikan rambutnya dan melihat siapa yang memencet bel kamarnya.
"maaf buk,, mengganggu istirahatnya. tetapi titipan makanan di resepsionis belum ada yang mengambil dan kami menghubungi ibu berkali kali. tetapi sepertinya telpun kamar ini sedang dalam perbaikan." seorang roomboy berkata dengan sopan membuat aluna memukul dahinya pelan menyadari kebodohannya yang lupa menghubungi pak agus.
"maaf mas saya benar benar lupa. boleh tidak titipan saya diantar ke kamar b12." aluna dengan sopan meminta tolong dan tak lupa memberikan tiping kepada roomboy.
rey keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandi hotel. rambutnya yang basah menetes didada bidang rey yang tidak tertutup oleh jubah mandi membuat aluna menelan ludahnya. aluna masih ingat pergulatan mereka beberapa menit lalu membuat raut wajahnya memerah. aluna bergegas masuk kamar mandi. aluna mulai membersihkan diri dan saat dirinya bercermin aluna kembali dibuat malu melihat dirinya yang sekarang.
lehernya penuh tanda merah kepemilikan rey. dadanya sedikit membengkak. rasa ngilu masih terasa. aluna keluar dari kamar mandi dan lengkap dengan baju tidurnya.
rey masih disofa memainkan ponselnya. aluna tidak tau harus bagaimana. aluna akhirnya naik diatas ranjang dan menarik selimut menutupi sebagian wajahnya. suasana benar benar hening. rey beranjak dari duduknya dan mendekat kealuna. rey menarik selimut aluna dan menatap aluna tajam. aluna hanya menunduk. rey mendekatkan wajahnya kewajah aluna.
"apa kau akan melakukannya lagi rey?" aluna sungguh polos.
"tidurlah,, lain kali aku akan benar benar meminta hak ku. dan kau sudah harus memperispkan diri." rey menutup selimut aluna sampai dada dan meninggalkan kecupan singkat dibibir aluna.
"aku ambil key cardmu satu." ucap rey menutup pintu kamar aluna dan kembali ke kamarnya.
aluna tersenyum dan memejamkan matanya.
"***ini seperti mimpi indah"
***
hai hai para pembaca kesayangan
jangan lupa terus dukung author
like comment dan vote ya
terimakasih pembaca kesayangan semuanya
i love u***