My Story Is My Dream

My Story Is My Dream
tidak menyerah dengan berkali kali penolakan


aluna memijat mijat kakinya yang kelelahan setelah 2jam berkeliling mengikuti asdos yang sedang memberikan pengarahan kepada mahasiswa yg akan melakukan praktikum. sudah 3 hari ini aluna harus mengikuti azka, seorang asdos anatomi yang terkenal smart dan asdos killer. aluna menghela nafasnya kasar saat dirasa kakinya lecet karena terlalu lama berjalan.


"apa kau lelah luna?" azka menyodorkan air mineral dingin untuk aluna. aluna menggeleng dan menerima air mineral dari azka.


"makasih kak. mmm kak aku mau tanya boleh tidak?"


azka sesaat melihat luna dan meneguk air mineralnya.


"hem,,katakanlah."


"sebenarnya apa salahku sehingga dr.dini menghukumku." aluna mngeeucutkan bibirnya dan menerawang.


"ini bukan hukuman luna,,ini karena bagi dr.dini kamu istimewa." jelas azka bersungguh sungguh


"apa istimewanya? aku mahasiswa baru. aku juga bukan mendapat peringkat pertama masuk kampus ini." aluna semakin bingung. azka hanya tersenyum dan menepuk pundak aluna.


"sudahlah,,pulang dan istirahatlah." azka berlalu meninggalkan aluna.


flashback on


"aska aku titip mahasiswa baru yang bernama aluna, bimbinglah aluna." dokter dini menemui azka saat bertemu dilaboratorium anatomy.


"kenapa aluna dok?" dahi azka mengkerut bingung


"kamu pasti mau mengatakan banyak yang lebih pintar dari aluna kan?" dr.dini tersenyum


"aluna istimewa az , dia jujur, dia pekerja keras dan dia mau berusaha." dr.dini meyakinkan azka


"kau tau? setiap hari dia mencatat ulang catatannya di sebuah buku. dia lebih memilih mencatat ulang catatannya dan menstabilo hal yang dianggap penting." dr.dini menerawang


"dan kau tau az, aku mengenal aluna sudah sangat lama." tatapan dr.dini sedih dan saat menyadari azka semakin bingung dr.dini tersenyum dan menepuk bahu azka.


"sudahlah,,suatu saat kamu akan tau kalo aluna sangat istimewa." dr.dini berlalu meninggalkan azka


flashback off


*rey berjalan terburu buru menuju parkiran mobilnya. tanpa menghiraukan panggilan claudia yang memang sengaja menunggunya selesai operasi. yang ada dipikiran rey hanya meminta penjelasan kepada aluna tetang surat dan novel dari alan.


aluna merasa segar setelah beberapa saat yang lalu membersihkan diri. rambutnya dikuncir kuda dan hanya mebubui sedikit wajahnya dengan bedak tipis dan lipglos. kaos tipis santai dan celana pendek diatas lutut mengekspos paha putihnya. aluna sengaja memakai celana pendek agar memudahkan dirinya memijat kakinya yang sakit dengan serangkaian oil aroma terapi hadiah dari bibi nela.


aluna mulai mengoles betis kaki dan juga pahanya menggunakan oil pepermint yang dipilihnya setelah beberapa saat membaca catatan dari bibinya tentang manfaat manfaatnya. bersamaan dengan itu rey masuk kekamar aluna setelah berhasil membukanya dengan kunci yang sempat dia gandakan kemarin. pandangan rey tepat di paha putih milik aluna. seketika rey menelan ludahnya dan seluruh badannya terasa panas melihat pemandangan itu. dan seketika bagian bawahnya menegang.


rey mengumpat pelan dan seketika kaget mendengar aluna menjerit


aluna menjerit jerit kepanasan saat oil yang dia pakai mulai bekerja. rey berlari mengahmpiri aluna.


"rey,,panas hiks panas rey." aluna menangis. rey melihat oil oil hadiah dari bibi nela.


"kau langsung mengoleskan oil ini dikulitmu luna?"


rey berbicara keras dan tegas. membuat luna bergidik dan ketakutan. rasa takut dan panas bercampur jadi satu. aluna mengangguk. dengan cekatan rey mengambil oil yang ukurannya lebih besar dan mengoleskan di kaki betis dan paha putih aluna. bagian bawah rey semakin memberontak saat tangannya bersentuhan langsung dengan kulit aluna.


"lain kali encerkan dulu oilnya dengan oil pengencer ini." rey bangkit meninggalkan aluna dan masuk kekamar mandi setelah sebelumnnya mengambil handuk dari lemari aluna. rey sengaja meminta aluna membawakan beberapa baju ganti dan keperluan lainnya. sehingga saat rey selesai dari rumahsakit bisa langsung ke tempat aluna seperti sekarang.


rey mendinginkan otak dan juga bagian bawahnya dengan air shower yang dia guyurkan. dan sesaat rey melakukan pelepasan. rey keluar kamar mandi dalam keadaan segar. rey hanya menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya. aluna sudah menyiapkan baju ganti milik rey dan menyiapkan capoucino hangat kesukaan suaminya. jantung aluna serasa ingin keluar dari dadanya saat melihat pemandangan yang bagi aluna sangat sangat tabu.


setelah berpakain rey kembali menghampiri aluna di sofa dan meminum cappucino miliknya.


"alan sering kemari?" rey berkata tanpa memandang aluna. aluna menggeleng.


"aku harap kau tidak lupa dengan peringatanku luna." tatapan rey menajam kearah aluna dan sesaat melihat paha luna yang merah hampir terbakar oleh oil bibi nela.


"aku tidak tau alan datang. malam itu aku menunggumu. tiba tiba ada ketukan dan ketika aku yakin itu bukan dirimu aku tidak membukakan pintu. aku takut dia orang jahat." aluna mencoba memberi penjelasan kepada rey. rey mendekat ke aluna dan mencengkram bahu aluna tetapi tidak menyakitinya.


"kau takut dia orang jahat dan tidak membukakan pintu. bagaimana kalau kau tau dia alan? apakah kau akan dengan senang hati membukakan pintu. dan keluar dari kamarmu dengan pakain menggoda sperti sekarang?" rey mulai geram. aluna mendorong rey tetapi tidak dapat membuat tubuh kekar rey bergeming dari hadapan aluna.


"rey,,kenapa selalu berfikiran buruk kepadaku." aluna menjawab lirih. ingin rasanya aluna marah dan berkata kasar kepada suaminya tetapi diurungkan karena badannya sangat lelah. aluna hanya terisak.


"lain kali pakai pakaian ini hanya dihadapanku." rey mulai melunak.


"saat akhirnya aku tau itu alan karena kertas yang diselipkan dibawah pintu itu. aku tetap tidak membukakan pintunya rey dan pakaian ini aku pakai agar aku mudah memijat kakiku yang sakit." aluna kembali terisak.


"aku minta tolong kembalikan novel novel alan dan katakan padanya jangan pernah menemuiku."


aluna semakin kesal mengingat teman rey yang tidak pernah menyerah akan penolakan aluna berkali kali.


***


hei para pembaca kesayangan


terimakasih atas dukungannya


selalu like and komen disetiap episodenya ya


terimakasih