
"selamat pagi semua" ucap pak guru
"pagi" sahut kami serentak
"disini ada murid baru, silahkan masuk" ucap pak guru
"hallo" ucap seorang pria yang tak lain adalah Rin
anak kelas baru lagi. gumamku
"ganteng banget si kamu" ucap Yuna
"perkenalkan kamu" ucap pak guru
"nama saya Yoshida Rinrada" ucap Rin
"salam kenal" ucap semua orang termasuk aku ikut menyapanya
"silahkan duduk, pelajaran akan segera di mulai" ucap pak guru lalu segera menerangkan pelajarannya, aku hanya memperhatikan, malas, bosan, dan juga, kepalaku serasa pecah karena memikirkan masalah semalam hingga membuatku tak nyaman.
pelajaran usai dan digantikan dengan pelajaran indonesia, pelajaran favoritku, entah mengapa rasanya tak semangat hari ini, masih memikirkan masalah kemarin, sama seperti sebelumnya, hanya memperhatikan namun pikiranku tak ada ditempat aku berada. meskipun bu guru itu disebut guru killer, tapi jika muridnya pandai, maka itu bukan halangan bagi mereka. karena pada dasarnya mereka memperhatikan dan mendengarkannya dengan teliti.
"Joe Araya, tolong jawab pertanyaan saya" ucap bu guru, namun aku tak menghiraukannya karena aku melamun dari tadi
"Joe, kau dipanggil guru" ucap Rin sambil menepuk tanganku yang menjadi tumpuan
"eh? apa?" tanyaku sedikit keras karena terkejut Rin. semua orang memperhatikanku, aku tau itu adalah hal paling mengerikan bagi mereka
"kau darimana?" tanya bu guru
"saya tadi bertanya kepada kamu, kenapa tidak menjawab? katanya kamu ada disini dari tadi" ucap bu guru dengan tatapan tajam
gileee, merinding gue jadinya. gumamku lalu berdiri untuk menjawab perkataannya
"saya mendengarkan anda bu, tadi anda bertanya memberi intruksi kepada saya supaya saya bersiap untuk menjawab pertanyaan anda" ucapku dengan jelas
"hmm, seni! seni adalah segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan seseorang maupun dirinya sendiri, betul?" tanya bu guru
"iya bu, seni adalah suatu karya manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan diri sendiri atau orang lain" sahutku dengan tegas dan jelas
"pertanyaannya adalah, apakah menulis sebuah artikel atau cerita itu termasuk ke dalam seni?" tanya bu guru yang membuatku tertawa
"mengapa tertawa? saya bertanya kepada kamu" ucap bu guru dan membuatku kembali memasang ekspresi serius
"ini sangat mudah bu, menulis termasuk ke dalam seni, alasannya adalah karena menulis itu ciptaan manusia, dan juga menulis mampu membangkitkan perasaan diri sendiri maupun orang lain, di dalam menulis, pasti mengandung keindahannya masing masing, seperti dalam genre pada cerita itu sendiri, dan untuk artikel dapat membangkitkan perasaan orang jika artikel yang ditulis dengan menarik agar pembaca lebih tergugah untuk membaca artikel tersebut, sekian jawaban dari saya" ucapku dengan jelas yang membuat guru killer itu terdiam sejenak
"itulah mengapa saya tak dapat memarahimu" ucap bu guru lalu kembali ke mejanya dan aku kembali duduk
"gimana? kagum kan sama gue?" bisikku pada Rin
"gue sih owh aja" ucap Rin tanpa melihat ke arahku yang membuat ku kesal
"seenggaknya bangga punya temen satu kelas yang pinter" ucapku bangga lalu segera memalingkan wajah ke depan.
"ngapain pada liat liat?" tanyaku saat semua orang melihat ke arahku
"perhatian, buka buku halaman 205, baca dahulu lalu kerjakan" ucap bu guru lalu kami mengerjakan tugas kami