In Another Life

In Another Life
cara bikin anak


"Joe kamu gak papa kan sayang?" tanya seorang wanita seumuran Mami, tak lain Bunda Sarah


"gak papa kok bun, Joe baik baik aja" ucapku


tak ingin membuat bunda Sarah khawatir


"bunda bawain kamu coklat, mau gak?" tanya bunda Sarah sambil mengeluarkan coklat bentuk hati dari dalam tasnya


"mau bun, Joe paling suka coklat" ucapku sambil menerima coklat dari Bunda Sarah


"Joe kamu gak papa?" tanya seseorang saat masuk ke dalam kamar dengan wajah penuh kecemasan, Yoshi.


"gak papa kok, kamu kok bisa disini? bukannya harus sekolah ya?" tanyaku


"bolos sehari gak papa lah" ucap Yoshi sambil terkekeh


"iya gak papa, nanti Yoshi makin pinter kalo belajar terus" sahut bunda Sarah


keluarga ambyar semua ini mah. batinku


"Oo, kalo gitu nanti ajarin ya, gimana caranya bikin anak" ucapku sambil bercanda


"sekarang juga gak papa, udah ready aku mah" timpal Yoshi


"bisa ae kau, bawa apaan tuh?" tanyaku karena tangan Yoshi disembunyikan di belakang tubuhnya


"buat kamu" ucap Yoshi sambil memberikan bunga favoritku, red rose.


"wah....., makasih ya" ucapku lalu beranjak mengambil bunga favoritku itu, hingga aku lupa jika kaki ku harus istirahat total


"ah...." teriakku saat kaki ku terasa sangat nyeri karena gerakan yang aku buat untuk mengambil bunga


"eh.., jangan gerak! katanya harus istirahat total, jangan gerak ya, kamu bikin khawatir tau gak" ucap Yoshi sedikit marah yang membuatku tertawa


"kok ketawa sih?" tanya Yoshi kesal karena tawaku yang begitu keras dan nyaring hingga terdengar menggelegar di seisi rumah


"siapa yang sakit kamu yang nangis" ucapku saat melihat mata Yoshi yang berkaca kaca


"duh...., anak muda jaman sekarang ini, gak bisa apa romantis romantisannya nanti aja" ucap bunda Sarah yang sedari tadi memperhatikan aku dan Yoshi


"hehehe, maaf bunda" ucapku sambil memegang daun telingaku


suasana berubah menjadi canggung, karena Yoshi hanya diam menatapku, tak bergeming sama sekali.


"ekhem... beduaan aja ni, ntar yang ketiga setan lho" ucap seorang pria yang tak lain adalah kak Martin


"yang disini manusia, yang ketiga setan itu ya yang ngomongnya" ucapku rada nyolot


"wis... nyelo wae atuh neng, jangan marah" ucap kak Martin sambil terkekeh


"kok gak ke kampus?" tanyaku saat melihat kak Martin berada di depan pintu


"kelasnya siang, lagi pula, males sekarang mah, mungkin besok ke kampusnya" ucap kak Martin sedangkan Yoshi hanya tersenyum mendengar pembicaraanku dan kak Martin


"kak, bakal buluk kalo di rumah terus, ajak maen napa" ucapku teringat jika harus istirahat selama satu setengah bulan


"ajak wae si Yoshi, kan gada kerjaan juga, kalo abang mah banyak tugas skripsi" ucap kak Martin yang menyebut dirinya abang


"ya udah bang, beliin aja mie ayam 2 porsi buat neng cantik sama aa Yoshi" ucapku sedikit bercanda


"gak ah, males gue, kalo mau ya beli sendiri" ucap kak Martin


"bilangin Mami lho" ancamku sambil menahan tawa


"siap Nyah, laksanakan, tapi bagi duitnya" ucap kak Martin


"yank Yoshi, bagi duit dong buat beli makan" ucapku sambil manja manja cantik pada Yoshi


"emang si sayang gak ada uang? kasian ya, nanti aku kasi 1 juta perhari kalo udah nikah" ucap Yoshi sambil bercanda lalu mengeluarkan dompet miliknya


"jangan mesra mesraan di depan gue napa, jiwa jomblo ku meronta ronta nih" ucap kak Martin yang membuatku dan Yoshi tertawa


"gak usah, makasih, nih uangnya" ucapku menolak uang dari Yoshi dan memberi uang milikku pada kak Martin


"duitnya kok cepe si Ra?" tanya kak Martin


"emang abang gak mau?" tanyaku sambil tersenyum jahil


"kalo gak mau mah ya syukur deh, rada ngirit juga" ucapku


"hehehe, emang adek terbaek dah" ucap kak Martin lalu segera pergi membeli mie ayam