In Another Life

In Another Life
ngiri bilang bozz


"pag......" ucapku namun terhenti karena suasana rumah sangat sepi, terlebih lagi aku baru bisa berjalan seperti biasa lagi


"kak? Mi? Pi? pada kemana sih? kok sepi banget?" tanyaku lalu berjalan perlahan ke dapur untuk sarapan


"Hallo?" tanyaku karena rumah benar benar sepi layaknya kuburan.


lampu masih menyala, di meja tak ada makanan hanya air putih tersisa


"lagi pula kemarin malam siapa yang memberi jaket hitam yang diberi kak Martin? tulisannya juga aneh, Me Too. tulisan apaan sih?" tanyaku pada diriku sendiri. kertas di dalam jaket itu bertuliskan


"harus dipake besok, kalo nggak bakal ada terror yang bikin kamu jantungan"


"apaan sih? gak jelas banget. dan juga kenapa gue pake jaketnya ya?" tanyaku


aku kelaparan karena tak ada makanan, namun aku belum melihat isi lemari es.


"tersiksa lahir batin ini mah namanya" ucapku saat melihat lemari es yang kosong, dan lagi yang tersisa hanya air putih. lalu aku ke ruang tamu mencari seluruh orang.


"pada gak ada? ini tuh pada kemana sih? masih pagi juga udah berangkat aja, kan seenggaknya kasih tau biar gak nyariin" aku berdecak kesal karena di ruang tamu pun tak ada orang


DUARRR.......


"selamat ulang tahun adek abang yang ke 18 tahun, semoga panjang umur, sehat selalu dan juga makin tinggi dong, biar cocok sama calon laki" ucap kak Martin sambil membawa kotak dengan hiasan pita. kado.


"selamat ulang tahun anak Mami" ucap Mami sambil membawa kado besar dan mereka menghampiriku. aku tak bisa lepas dari seseorang yang mengenakan jaket hitam bertuliskan I Love You. yang tak lain adalah Yoshi, ia membawa kue ulang tahun berukuran lumayan besar. ia terlihat sangat tampan dengan style yang sangat cocok pada kulit putihnya.


"selamat ulang tahun" ucap Yoshi sambil tersenyum dan meletakkan kue ulang tahun di meja


"papi gak ada?" tanyaku saat tak melihat kehadiran papi di ulang tahunku yang ke 18 tahun


"gak papa deh, kan dari dulu juga gak pernah ada" ucapku sedih


"papi!" teriakku lalu memeluk papi dengan erat, aku menangis karena aku terharu, karena papi sekarang dapat ikut hadir di hari ulang tahunku


"makasih pi" ucapku sambil terus memeluknya


"udah ih! ntar Mami cemburu lho" ucap kak Martin sambil melepaskan pelukanku dari Papi


"nggak kok" ucap mami


"enggak salah lagi" ucap papi lalu tertawa


"ngiri bilang bozz" ucapku lalu menghapus air mata


"anak papi umurnya udah 18 tahun, tapi papi cuma bisa nemenin beberapa kali aja, maafin papi ya" ucap papi sambil membelai kepalaku dengan lembut


"gak papa kok pi, Ara seneng kok" ucapku


"ekhem... jaket couplenya bagus juga" ucap kak Martin hingga aku tersadar jika jaketku dan Yoshi berpasangan


"ngiri bilang bozz" ucap Yoshi mengikuti cara bicaraku


"selamat ulang tahun ya" ucap Yoshi lalu mengambil sesuatu di dalam celananya yang berwarna putih


"buat kamu" ucap Yoshi sambil memberikan sebuah kotak kecil


"apa ini?" tanyaku sambil menerimanya


"buka aja, nanti juga tau sendiri" ucap kak Martin


"mang tau apa isinya?" tanyaku lalu membuka kotak kecil itu