
"selamat pagi Joe, eh sayang" ucap Rin saat di depan kelas yang masih sepi
"apaan sih?" tanya ku kesal
"pagi pagi dah marah, ada apa sih?" tanya Rin
"gue lagi kesel sama orang" ucapku marah marah
"iya sama siapa?" tanya Rin penasaran
"oh iya, kan lo udah tau kalo gue udah ada pacar, kenapa masih di terima aja?" tanyaku mengalihkan pembicaraan
"gue juga gak tau, kan baru ketemu lo di rumah ya jadi gue mau nolak juga karena lo ada di rumah bareng Bunda ya gue mau gimana lagi" ucap Rin menjelaskan lalu masuk ke dalam kelas dan aku mengikutinya
"Rin, kok lo dipanggil Yoshi? terus lo bilang sama gue waktu itu panggilannya Rin?" tanyaku
"ooo, itu karena Yoshi nama panggilan keluarga, kalo lo mau, tinggal bilang aja Yoshi, kalo lo nyaman sama nama Rin ya tinggal bilang gitu aja" ucap Yoshi dengan enteng
"gue baru putus sama dia, boleh gak kita temenan dulu, sekalian nunggu gue move on" ucapku sedih sambil duduk di tempatku, teringat kejadian kemarin, saat Arman bercumbu dengan Rima di dapur
"gak papa kok, asalkan lo bilang sayang di depan gue sekali aja, sama kalo di depan orang tua kita" ucap Yoshi
"iya" ucapku
"oh iya satu hal lagi, kalo gue panggil lo sayang boleh kan? boleh ya....pliss....." pinta Yoshi
"iya sayang, boleh aja" ucapku lalu tertawa
"makasih sayang" ucap Yoshi sambil tersenyum manis
"Yoshi, entar bantu gue ya" ucapku
"bantu apa? tinggal ngomong aja" ucap Yoshi sambil menatap wajahku
"sebenarnya gue belum putus, gue belum bilang karena gue mau mastiin sesuatu, dan ternyata itu bener" ucapku sedih
"jangan sedih, gue pasti bantu kok" ucap Yoshi
"ooo, jadi yang udah nyakitin calon istri gue itu namanya Arman, okay, gue bantu lo putus sama dia, tapi ngomong ngomong lo tau dia ada di sana dikasih tau sama siapa?" ucap Yoshi
"gue janjian sama sia semalem, gue bilang ajak Rima juga sekalian biar rame" ucapku kesal
"ya udah, sekarang ke kantin dulu aja, anter gue beli pulpen" ucap Yoshi lalu menarikku ke luar kelas.
aku dan Yoshi menjadi pusat perhatian di sepanjang jalan. maklumi saja, aku adalah ratu sekolah dan Yoshi adalah anak baru yang dikenal cuek
"oh iya, gue belum tau dimana ruang osis, lo bisa anter gak?" tanya Yoshi setelah membeli pulpen
"ya udah, ikut gue" ucapku lalu menggandeng tangan Yoshi hingga membuat seluruh sekolah gempaR
"permisi" ucap Yoshi sambil mengetuk pintu ruang osis
"eh kak Rin, apa kabar?" tanya wakil ketua osis itu
"kalo mau daftar anggota klub dimana?" tanya Yoshi
"emang mau daftar klub apa?" tanya wakil ketua osis itu
"basket" ucap Yoshi
"kok basket sih?" tanyaku
"kan lo suka basket ya gue mau bikin lo bangga sama gue" ucap Yoshi yang membuatku tersipu
"ooo, makasih, kalo gitu gue balik ke kelas ya, pelajaran udah mau mulai" ucapku karena suara bel sudah terdengar
"nanti aja! bolos sehari gak papa kan?" tanya Yoshi
"kak, ambil bajunya dulu" ucap wakil ketua osis lalu menuju sebuah ruang klub basket
"selamat datang di klub basket kak" ucap semua anggota klub basket
"makasih, kalo gitu gue balik ke kelas ya, pacar gue marah kalo nggak ikut pelajaran" ucap Yoshi sambil mengacak acak rambutku yang membuat semua orang tak percaya