In Another Life

In Another Life
temen lama kak Martin


"Gery!! ngapain lo disini?" tanya kak Martin saat masuk ruanganku


"Martin!! lo kenapa ada disini?" tanya kak Gery


"kalian saling kenal? kok gak bilang?" tanyaku


"Joe, kamu siapanya dia? kenapa bisa kenal?" tanya kak Gery


"dia abang aku, kak Gery sendiri siapanya kak Martin?" tanyaku


"dia adek gue, lo nyakitin dia gue penggal pala lo" ucap kak Martin galak


"adek? kok Arman gak pernah bilang?" tanya Gery yang bingung


"ya enggak lah, dia rebut lo dari gue suapaya liat keluarga gue ancur jadi debu kayak dulu" ucap kak Martin marah besar


"kalian saling kenal? kenapa gak cerita sih?" teriakku karena tak ada yang menjawab pertanyaanku tadi


"duduk semuanya" perintahku marah


"siap nona" ucap kak Gery sigap lalu kami bertiga duduk di sofa


"kenapa gak pernah cerita sama sekali?" tanyaku


"kamu gak pernah nanya" ucap kak Martin yang membuatku semakin kesal


"mending lo yang jelasin deh" ucap kak Gery sambil memandang kak Martin


"kok lo tau kalo Arman bilang lo pukulin dia?" tanya Gery


"hello! gimana gue gak tau orang dia yang bilang sendiri" ucap kak Martin emosi


"apa!! jadi temen kakak yang kakak maksud itu kak Gery, temen satu satunya kakak di kampus?" tanyaku terkejut


"kagetnya telat sayang!! emang sih, kakak cuma punya buku, sama laptop yang temenin di kampus, tapi pas keluar dari ruangan banyak yang tereak panggil nama kakak, karena kakak pangeran disana" ucap kak Martin sombong


"jadi gitu?!! Arman gak bilang itu aja, katanya lo nyewa orang buat nyelakain gue, buat gue jadi lebih miskin" ucap kak Gery


"kak Gery serius?" tanyaku


"ya iyalah!! sekarang gue harus ke rumah dia" ucap kak Gery marah


"tenang kak! asal kakak jawab dengan jujur, nanti aku bantu kakak buat balas dendam gimana?" ucapku


"maksud nona?" tanya Kak Gery tanpa merasa aneh saat dia kembali bilang aku NONA


"kak Gery cukup jawab pertanyaan Joe dengan jujur aja, kalo kak Gery jawab jujur nanti kak Gery aku kasih bonus sama bantuin balas dendam gimana?" tanyaku


"hmmm, boleh juga, kalo gitu kamu tinggal tanya aja, gue pasti jawab jujur kok, asal dendam gue terbalaskan" ucap kak Gery


masuk perangkap juga. gumamku sambil menyeringai