
setelah satu bulan lebih 1 minggu berdiam diri di rumah, aku sangat bosan dengan aktivitas yang hanya itu itu terus, apalagi aktivitasnya cuma makan minum mandi nafas. hmmmm kayaknya perlu jalan jalan deh. namun seperti biasa, jika aku mengajak seseorang untuk bermain ke luar rumah pasti GAK BOLEH, itu pasti jawaban dari semua orang termasuk Yoshi. Yoshi selalu ke rumah setiap hari, maksudku setiap pulang sekolah dan kadang menginap di rumah saat esok hari libur sekolah. dan setiap harinya ia selalu membawa buket bunga Red Rose yang ukurannya lumayan besar, dan juga selalu ada coklat bentuk hati yang tersimpan di pinggiran buket bunga itu
"Yoshi, pengen maen keluar, boleh ya boleh" rengekku karena tak tahan dengan suasana yang hening, dan juga itu itu terus, ruangan yang sama
"aku bilang sama Mami dulu ya, kamu tunggu sebentar" sahut Yoshi lalu meninggalkan aku di kamar sendirian. tak butuh waktu yang lama Yoshi kembali sambil membawa kursi roda, yang menandakan bahwa Mami setuju jika aku pergi ke luar
"maaf ya" ucap Yoshi lalu menggendongku dan membuatku duduk di kursi roda
"makasih ya" ucapku yang dibalas senyuman oleh Yoshi
"kita ke taman aja yu, yang deket sama rumah aku, kalo nggak ke taman di belakang rumah aku" ucap Yoshi
"nggak ah, pengen di pinggir jalan aja, soalnya kalo di taman pasti sepi, lo pasti pikir banyak kesempatan buat ehem eheman sama gue" ucapku jutek
"ahahahaha, ya nggak lah, mana mungkin, aku pasti inget kok sama janji kita, kalo kamu yang mulai aku juga ikut, kalo aku yang mulai itu pasti udah nikah" ucap Yoshi sambil tertawa kecil
"ya udah ke taman di belakang aja" ucapku lalu Yoshi menganggukan kepalanya dan membawaku keluar rumah
"jangan gitu dong, masa gak pernah cip*kan? kalian niat pacaran gak sih? mumpung gak ada Mami sama Papi" ucap kak Martin yang sedang duduk di kursi taman sambil membaca buku
"ya niat lah, kan dah ada pasangan, abang aja kali yang gak niat pacaran, dari dulu masih jomblo, kek gak niat pacaran" ucapku judes
"hoek..., enek gue dengernya" ucap ku sambil memperagakan orang yang sedang muntah dan disusul gelak tawa dari kak Martin dan Yoshi
"kalo cip*kan disini emang gak bakal buta liatnya?" tanyaku dengan senyuman jahil
"coba aja" ucap kak Martin lalu aku melihat ke arah Yoshi yang hanya diam mendengarkan pembicaraanku dan kak Martin. aku tersenyum dan menarik tangan Yoshi hingga ia berlutut dihadapanku
"liatin bang" ucapku lalu menarik tengkuk Yoshi dan memberikannya kecupan singkat dan terlihat kak Martin melongo melihat aksi yang aku lakukan. Yoshi ikut melancarkan aksi pamerku pada kak Martin.
"stop udah udah, kalian tuh masih bocah! masih di bawah umur" ucap kak Martin sambil mengayunkan telapak tangannya beberapa kali
"siapa yang suruh?" tanyaku saat berhenti mengecupi bibir Yoshi dan Yoshi duduk di depanku, meskipun duduk di atas rumput
"kan canda doang" ucap kak Martin
"salah siapa hayoo" ucap ku
"iya deh, salah abang, maafin deh" ucap kak Martin lalu menutup wajahnya menggunakan buku