In Another Life

In Another Life
ilang baru nyesel


waktu berlalu begitu cepat, hingga kelulusan tiba. kini saatnya pembagian peringkat di kelas dan juara umum diumumkan.


"untuk juara umum kelas 12, hanya 1 dan 2 yang akan mendapat beasiswa ke universitas pilihannya" ucap sang pembawa acara


"untuk juara umum pertama diraih oleh......." gantung si pembawa acara


suara riuh terdengar di kerumunan seluruh siswa yang mendengarkan. aku sangat khawatir jika peringkatku menurun drastis karena aku tak belajar sedikitpun saat akan ujian waktu itu.


"diraih oleh...ananda Joe Araya, beri tepuk tangan yang meriah untuk juara umum bertahan kita" ucap pembawa acara sambil bertepuk tangan, aku pun segera menghampiri pembawa acara itu untuk menyampaikan sedikit pesan dariku


"saya bersyukur karena telah menjadi juara umum pertama, itu semua berkat doa dari kedua orang tua saya, dan juga dukungan semangat dari seluruh anggota keluarga saya, saya tau mungkin ini semua impian bagi semua siswa dan siswi disini, karena saya akan segera melanjutkan ke perguruan tinggi, saya harap penerus saya nanti adalah orang yang baik" ucapku di pengeras suara


"dan selanjutnya juara umum kedua adalah...ananda Yoshida Rinrada!" serunya


aku sangat terkejut mendengar nama Yoshi disebut dalam daftar orang yang memiliki nilai yang tinggi. selain tinggi, Yoshi juga berkulit putih, senyumnya yang manis membuatnya tampil perfect dengan macam gaya yang ia kenakan


"hallo, saya adalah pacarnya Joe Araya, Yoshida Rinrada, saya dapat seperti ini karena bantuan darinya, terima kasih untukmu" ucap Yoshi lalu merangkulku


"hmm" sahutku malu


suara gemuruh menggema di seluruh aula sekolah, maybe karena aku adalah ratu sekolah dan Yoshi sebagai anak pindahan yang tampan nya sudah tersebar keseluruh penjuru sekolah. bahkan ketenaran raja sekolah pun kalah olehnya.


aku segera pulang setelah pengumuman juara umum di sekolah, aku kesal sekaligus malu karena pernyataan Yoshi di atas panggung, itu membuatku sangat malu. apa lagi ada seseorang yang mengetahui jika aku adalah kekasih Arman. meskipun sekarang sudah menjadi mantan.


taman..


"kamu tuh ngapain si? bilang ke semua orang, apa lagi disana banyak guru" ucapku kesal pada Yoshi


"kan aku cuma ngomong biar gak ada cowo yang deketin kamu sama cewe yang mau deketin aku" jelas Yoshi


"kamu malu pacaran sama aku?" tanya Yoshi naik pitam


"tau ah, aku mau pulang, bye" ucapku lalu pergi meninggalkan Yoshi yang duduk di kursi taman


Rumah....


"kamu kenapa sayang?" tanya Mami saat melihatku duduk menonton tv dengan wajah datar padahal yang aku tonton sedikit lucu


"eh.. Mami, enggak kok, cuma lagi gak enak aja" ucapku


"gak enak kenapa? coba cerita sama Mami" ucap Mami lalu duduk di sampingku


"enggak papa kok Mi" ucap ku lalu menyandarkan kepalaku pada bahu Mami


"kamu gak bisa bohong sama Mami" ucap Mami


"aku lagi kesel sama Yoshi Mi, dia ngomong ke seluruh orang di sekolah sampe guru gurunya tau kalo Ara sama Yoshi itu calon tunangan" ucapku sambil berdecak kesal


"kan emang bener" ucap Mami


"aku jadi malu Mi kan jadinya kesel sama Yoshi" ucapku


"jangan gitu, nanti kalo udah ilang baru nyesel" ucap Mami


"maksudnya Mi? jelasin" ucapku


"kamu juga pasti ngerti" ucap Mami lalu meninggalkanku yang penasaran dengan yang Mami katakan