
"Yoshi!" panggilku pada Yoshi yang tengah bermain basket di lapang basket dekat kompleks
tak lama Yoshi menghampiriku
"Apa sayang?" tanya Yoshi sambil sedikit tertawa
"ih paan si lo, oh iya, gue mau nanya sesuatu sama lo, ikut gue yu, ngomongnya di warung aja, laper gue" ucapku lalu menarik tangan Yoshi yang hanya terdiam pasrah saat aku menarik tangannya
******
"ada apa?" tanya Yoshi to the point
"ini, kan..." ucapku terhenti
"hmm?" tanya Yoshi
"pesen makanan dulu, nanti aku yang traktir deh" ucapku sambil terkekeh
"eh nggak usah! massa cowo gratisan, oh no no no, biar gue yang bayar" ucap Yoshi
"emang siapa yang bilang gratisan? lo cuma perlu jawab sebisa lo, so, gue yang bayar" ucapku sambil tersenyum
"lah?" Tanya Yoshi seakan tak mengerti apa yang aku katakan
tak lama pesanan pun datang, bakso 2 porsi dan 2 jus jeruk
"makasih mbak" ucapku saat pesanan di taruh di meja
"makasih" ucap Yoshi sambil tersenyum dan dibalas senyuman oleh pelayan wanita itu
gue aja gak di bales senyuman nya, giliran Yoshi aja dibales, kudu dikasih pelajaran nih si ketek. geramku
"yank, suapin dong" ucapku saat melihat si pelayan masih setia menatap Yoshi
"mau disuapin? kan udah gede yank" ucap Yoshi sambil terkekeh
"aku ngambek nih" ucapku sambil cemberut
"iya deh sayang, aaaa" Yoshi lalu mengarahkan separuh bakso kecil pada mulutku
"ish, gak mau" ucapku marah
"kok gitu sih yank?" tanya Yoshi seakan tak mengerti kodean dariku
aku memasukkan sedikit bakso pada mulutku dan...
"makasih" ucap Yoshi saat makso yang aku makan aku berikan pada Yoshi, lewat mulutku. sontak membiat pelayan itu terkejut dan meninggalkan aku dan Yoshi
"gak!" ucapku marah
"kamu kenapa? kok marah sih? kan tadi baik baik aja" ucap Yoshi
"pulang! ngomongnya nanti aja" ketusku lalu meninggalakan Yoshi
"yank tunggu" teriak Yoshi tak lupa memakan sedikit bakso yang tadi di pesan
baksonya belum dimakan. gumamku saat teringat jika baksonya belum dimakan
******
"kamu marah?" tanya Yoshi
"mau tanya, tadi yang bayar bakso siapa?" tanyaku saat teringat jika lupa membayar bakso
"aku lah, massa setan, kamu mau ngomong apa tadi" ucap Yoshi
"mau tanya, kalo ada pepatah gini kalo ilang baru nyesel, itu artinya apa ya?" tanyaku to the point
Yoshi hanya diam, tak ada respon darinya
"gak tau ya?" tanyaku
"jadi gini, genggamlah sesuatu yang ada digenggamanmu, jika sesuatu itu berharga, jangan sampai melepaskannya, karena kamu tau? jika sesuati yang berada dalam genggamanmu itu ilang kamu pasti nyesel, bahkan bisa bikin kamu depresi" jawab Yoshi
"maksudnya? sumpah dah, gue kagak ngerti" ucapku karena tak mengerti, urusan pribahasa, paling belakang
"ibaratkan, kamu punya emas, dan gak sengaja kamu liat berlian, kalo kamu memilih buat ngambil berlian, meskipun ditempat berbahaya, kamu pasti ngambil itu kan? terus kamu rela buang emas itu buat berlian, meskipun kamu belum tau apakah berlian itu bisa atau enggak kamu gapai, jika berlian itu gak sanggup kamu gapai, terus emas yang tadi kamu buang itu kemana? emasnya ilang, maka kamu kehilangan semuanya, emas yang kamu punya, dan kamu juga gak berhasil dapat berlian itu, baru kamu menyesal karena udah buang emas" jelas Yoshi panjang kali lebar
"makin gak ngerti sumpah, gak ngerti gue gak ngerti" ucapku sambil memegangi jidatku yang terasa pusing memikirkan penjelasan dari Yoshi
"ada lagi?" tanya Yoshi
"gak boleh deket deket cewe lain" ucapku ketus
"cemburu yaaa" ucap Yoshi yang membuat wajahku merah menahan malu
"cem...cemburu? ka...kata siapa?" ucapku gugup
"iya iya, gak cemburu kok" ucap Yoshi lalu tertawa kecil
liat muka gue yang merah gak ya? malu sumpah. gumamku