In Another Life

In Another Life
temen Papi


"Mi, Ara ke kamar dulu ya, mau ganti baju, nanti kak Martin yang bantuin Mami dulu, kan kata Mami harus ganti baju, takutnya tamu itu dateng pas Ara belum siap" ucapku sambil meletakkan beberapa piring di meja


"iya sayang, bajunya ada di lemari" ucap Mami lalu aku segera ke kamar


setibanya di kamar, aku melihat baju yang begitu sederhana, yang membuat orang terlihat perfect meski hanya mengenakan baju itu tanpa aksesoris apapun.


"bajunya bagus juga, biasanya kalo Papi yang beliin pasti dress, sama yang kek gitu" gumamku.


tak lama mengganti baju, aku segera merapikan riasanku, riasan untuk anak muda, anak sekolah, terlihat simple namun elegan.


"siap" ucapku lalu segera turun dari kamar


"Mi, Pi, Ara cocok gak pake baju ini?" tanyaku saat tiba di ruang tengah


"Mi, liat anak kita, udah dewasa banget ya, Papi seneng banget bisa liat Ara yang nurut" ucap Papi


"Papi biasanya juga Ara nurut kok, baik lagi, kalo gak percaya tanya aja sama Mami" ucapku


"boong Pi, Ara suka manja terus" ucap kak Martin dari tangga sambil berlari menghampiri kami.


"boong Pi, itu karena Mami sayang sama Ara, kak Martin ngiri sama Ara" aku mengelak karena tak ingin dimarahi oleh Papi.


bel berbunyi, mungkin itu tamu yang dimaksud sama Mami tadi


"biar Ara yang buka" ucapku lalu berlari ke arah pintu utama untuk membuka pintu. saat aku membuka pintu, aku melihat sepasang suami istri dengan pakaian sopan.


"selamat malam om, tante" sapa ku


"malam" sahut si istri


"silahkan masuk tante, om" ucapku mempersilahkan masuk. saat tiba di ruang tamu, Papi menghampiri dengan wajah bahagia.


"selamat datang di rumahku" ucap Papi dengan senyuman dan merangkul pria itu


"kau selalu saja" sahutnya


"hallo" sapa Mami sambil berjabat tangan


"iya, mohon maaf, siapa ya? saya lupa?" ucap Mami


"aku Sarah, temen SMA kamu waktu itu, udah lama gak ketemu ya" ucap orang yang bernama Sarah itu


"ooo, Sarah ya? kenapa gak kasih kabar?" tanya Mami dengan gembira


"iya, kenapa gak kasih tau kami, Hendra sangat penutup, mungkin malu" ucap Papi lalu mempersilahkan mereka duduk, orang yang bernama Sarah dan Hendra itu.


"Ara!" panggil Mami


"iya Mi?" tanyaku


"ini tante Sarah, temen SMA Mami" ucap Mami


"iya Mi, hallo tante, nama aku Joe Araya, anak bungsu Mami Manda" ucapku sambil bersalaman dengan Sarah


"iya sayang, nanti bilangnya Bunda aja ya" ucap bunda Sarah


"iya Bunda" ucapku seperti seorang penurut


"hallo Bunda" sapa kak Martin


"wah!Martin sudah besar sekarang ya, waktu dulu cuma tau di foto yang dikasih Mike, waktu masih kecil" ucap bunda Sarah


"iya dong Bun, kan tumbuh dengan kasih sayang kedua orang tua" ucap kak Martin


"bunda tau masa kecilnya kak Martin?" tanyaku


"iya sayang, dulu Martin itu badannya gemuk, lucu banget" ucap bunda Sarah


"bunda jangan di ungkit lagi, sekarang kan udah berubah, sekarang Martin udah jadi yang terdepan di kampus lho" ucap kak Martin sombong


"kak Martin gendut, kak Martin gendut" ledekku. aku sangat senang melihat Mami tertawa dengan lepas saat itu.


"awas kamu" ucap kak Martin lalu mengejarku, kami berlarian di dalam rumah