
"wah....." seru ku saat melihat isi kotak yang diberikan oleh Yoshi
"makasih ya" ucapku lalu memeluk Yoshi karen bahagia
"iya" sahutnya lalu membalas pelukanku
beberapa saat suasana kembali hening
"ekhem, masih ada orang tuir disini, jaga sikap neng" ucap kak Martin dan seketika aku melepaskan pelukanku dari Yoshi
"ma...maaf" ucapku sambil tertunduk, begitu juga Yoshi yang menunduk karena malu
"ini kado dari papi, maaf ya kadonya kecil, soalnya papi tadi buru buru, karena bangunnya kesiangan" ucap papi sambil terkekeh
"ini dari mami" ucap mami sambil memberi kado
"nih dari abang gwanteng" ucap kak Martin lalu memberi kado
"makasih ya, nanti aku bukanya di kamar aja" ucapku
"gak bisa! yang si adek ipar lucnutt dibuka sekarang masa yang keluarga nanti" ucap kak Martin
"ya udah dibuka ya" ucapku lalu membuka hadiah dari papi terlebih dahulu
"makasih pi" ucapku girang karena isi kado itu adalah barang yang ingin sekali aku miliki, jam terbaru edisi terbatas, meskipun itu khusus untuk laki laki.
"dari Mami juga bagus" ucap ku saat melihat sebuah satu set perhiasan kalung dengan hiasan hati sebagai bandulnya dan di tambah alat make up terbaru
"khusus dibuat buat kamu" ucap Mami sambil membelai kepalaku
"dari kakak......" ucapku tergantung saat melihat isi kado dari kak Martin
"gak suka ya? kalo gitu balikin lagi aja deh" ucap kak Martin saat melihat ekspresiku
"kakak emang yang terbaik!!! makasih kak" ucapku girang saat melihat sepasang sepatu yang aku idam idamkan, harganya itu lho terlalu fantastis buatku.
"suka gak?" tanya kak Martin
"suka binggo" ucapku sambil jingkrak jingkrak ria
"ini juga udah normal, makasih cincinnya" ucapku rada jutek
"emang adek gue gak normal sampe calon lakinya ngomong gitu" ucap kak Martin sambil menjitak kepala Yoshi
"hehehe kalo gitu aku pulang ya, ada janji sama bunda mau ke supermarket" ucap Yoshi
"tunggu sebentar" ucapku sambil menarik tangan Yoshi
"gak mau tunggu tiup lilin dulu?" tanyaku masih jutek
"gak ah, calon bini nya aja jutek terus, gak ada nafsu kalo gitu" ucap Yoshi sedikit terkekeh yang menurutku itu menyebalkan
"Ooo, kalo gitu pulang aja sana" ucapku lalu menghempaskan tangan Yoshi yang aku genggam
"hust ah, gak boleh gitu, Yoshi tunggu sebentar. kan sebentar lagi mau potong kue" ucap Mami
"duh Mi, ngapain ditahan, orang dianya aja gak mau ikutan, ya itu terserah dia, mau pulang kek mau ke luar negri kek mau ke planet mars sekalian pun gak masalah" ucapku ngegas
"kamu kenapa sih? anak Papi kok jadi sensitif banget" ucap Papi
"gak" sahutku marah
"dih ni anak kudu di ruqiah biar setannya keluar semua" ucap kak Martin
"maaf deh, cuma bercanda" ucap Yoshi
"terserah" ucapku lalu memotong kue tanpa lagu lagu ulang tahun sepeti biasa dan memindahkan tempatnya ke piring berukuran kecil dan membawanya ke kamar
"eh dah ni bocah kenapa yak?" tanya kak Martin saat melihatku pergi tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun
aku yang mendengarnya langsung berkata
"kerasukan setan tau gak!" ucapku
"istighfar dek takut mati" ucap kak Martin sedikit berteriak
"mau mati mau kelindes mobil juga gak peduli" ucapku makin marah