
"hai cantik" ucap seseorang padaku
"eh abang! ada apa?" tanyaku
ugh, ngapain ni orang, sial banget gue dijegat preman. gumamku
"gak sopan sih lu jadi anak, masih bocah juga" ucap salah satu preman itu
"yang gak sopan siapa? lu kali bang, massa minta duit sama anak sma, kerja dong" ucapku kesal
"bocil gini dan ngelunjak ya, hajar bro" ucap si preman satunya lalu mereka meluncurkan satu pukulan.
gimana nih? mana paket internet dah abis, pulsa gak ada. gumamku lalu aku hanya bisa memejamkan mata
"lo gak papa?" tanya seseorang
"eh? gak babak belur? muka gue selamat" ucapku sambil memegangi wajahku
"lo gak papa?" tanya orang itu
"hehehe, gak papa, makasih ya, gue Joe Araya, nama lo siapa?" ucapku sambil terkekeh
"nama gue Yoshida Rinrada, salam kenal ya" ucapnya sambil tersenyum
"Yoshida Rinrada? asal Thailand atau jepang?" tanyaku karena namanya mirip idolaku
"bukan semua, cuma turunan, kakek buyut asalnya dari jepang, ayahku kasih nama gini supaya inget sama kakek buyut, karena dia itu baik" ucapnya sambil tersenyum
"terus nanti harus panggil apa?" tanyaku
"Rin" ucapnya
"Rin, gue ada urusan, makasih bantuannya ya, pacar gue udah nungguin" ucapku
"hati hati dijalan" ucapnya sambil mengelus kepalaku
"ya, makasih bantuannya, lain kali gue traktir lu makan" ucapku lalu menepuk pundak Rin dan segera menghampiri motor yang berada diparkiran sekolah
"aish, untung selamet gue, kalo nggak mungkin muka mulus gue ancur gara gara rang gila" gumamku
"Bye" ucap Rin saat aku menyalakan klakson
aku segera menancap gas karena kekasihku sudah menunggu di taman.
tak lama, aku tiba di taman tempat biasa kami nongkrong bareng. tempatnya tak jauh dari rumahnya. aku melihat kekasihku sedang bersama seseorang, seorang gadis mungkin tak jauh berbeda umurnya dengan kekasihku.
"hei" ucapku lalu menghampiri mereka
"tadi dijegat preman yank, maaf deh, ya, maaf ya" ucapku membujuknya agar tak marah
"iya deh" ucapnya sambil mengelus kepalaku
"ini siapa?" tanyaku dingin
"ini Rima, tetangga aku" ucapnya
"hai kak, aku Joe, pacarnya" ucapku sambil mengulurkan tangan
"hai, Rima" ucapnya sambil tersenyum, namun palsu
"kak Rima tuh deket banget sama dia, udah kenal dari kecil kah?" tanyaku
"iya, dia itu orangnya baik, gak ada yang gak mau temenan sama dia" ucap Rima sambil tersenyum hangat
set dah mbak, tadi aja senyum lu boongan, sekarang aja senyum lu kek bidadari turun ke comberan. gumamku sambil tersenyum dengan paksa
"iya, baik banget, manis, tampan, duh... rasanya dunia milik berdua kalo lagi bareng dia" ucapku sambil memeluknya
"hmmm" ucap Rima kesal
"yank, jalan yuk, bosen disini terus" ajakku
"kemana?" tanyanya
"ke mall, mau beli buku cerita, sama alat tulis" ucapku
"ya udah, aku ambil kunci dulu ya" ucapnya lalu bangkit
"gak usah, aku bawa motor kok, pake yang aku aja" ucapku sambil menyodorkan kunci
"pake yang aku aja" ucapnya
"nggak, pake yang aku, sekalian isi bensin juga" ucapku lalu memberikan kunci motor padanya
"ya udah, kita berangkat" ucapnya sambil mengelus kepalaku.
"kak, kita berangkat dulu ya, bye" ucapku lalu menaiki motor
"kita berangkat" ucapnya sambil tersenyum
"hmm, hati hati" ucap Rima sambil tersenyum padanya