In Another Life

In Another Life
Drama singkat dari gue


BRUKK.....


aku terjatuh saat terbangun dari tidur


"gak mungkin....ini gak mungkin" ucap ku terdengar sangat nyaring


"itu gak mungkin" ucap ku sangat nyaring


"hiks....hiks....hiks...." isak tangisku saat melihat Arman berada disampingku tanpa mengenakan pakaian.


"ah...pusing banget..." ucap Arman sambil memegangi kepalanya dan terduduk


"hiks...hiks...hiks...." aku yang masih terisak


"eh Joe, kamu kenapa?" tanya Arman yang belum tersadar jika dirinya tidak mengenakan pakaian


"hiks...hiks....hiks....." aku yang mengabaikan Arman


"kamu kenapa sih? ini masih pagi, kamu kenapa?" tanya Arman lalu menghampiriku dan menyentuh tanganku


"apa?" tanyaku dengan nyaring, hampir terdengar seperti teriakkan


"kamu kenapa? aku ada salah ya sama kamu?" tanya Arman lembut


"udah puas bikin aku kotor seumur hidup?!" teriakku langsung di depan muka Arman


"maksud kamu apa? aku nggak ngerti, coba jelasin" ucap Arman lembut


"gak! jauhin aku, aku malu" ucap ku sambil menangis tersedu sedu


"astaga!! aku kenapa?" tanya Arman pada dirinya sendiri yang baru tersadar karena tak mengenakan pakaian.


"baru nyadar kamu?" tanyaku sambil berteriak


"apa yang terjadi kemarin? jelasin!" teriak Arman yang membuatku terkejut karena biasanya ia tak pernah berteriak kepadaku


"kemarin....." ucap ku lalu seseorang datang yang tak lain adalah Rima


"kak...." ucap ku lirih


"apa?!" tanya Rima marah


"ka Arman yang maksa aku" ucap ku sambil terisak


"aku juga gak tau" ucap Arman seakan tak atu apapun


"apa yang terjadi si? aku tuh gak faham, Joe jelasin ke kakak" ucap Rima


"jadi gini kak, semalem, kak Arman makan makanan kakak, nggak lama dari itu, kak Arman minta ambilin minum, terus aku ke dapur, pas ada di depan pintu dapur aku denger ada yang jatuh, ternyata kak Arman lagi duduk di lantai sambil mukanya merah banget, aku khawatir sama kak Arman, aku bangunin tapi gak bangun, terus aku berusaha supaya kak Arman tidur di kasur, pas udah di kasur kak Arman narik aku, kak Arman paksa aku supaya...., supaya...." ucap ku


"supaya apa?" tanya Rima tak sabar


"supaya mau ditidurin sama dia, tapi aku nolak beberapa kali, kan kakak tau kalo tenaga cowo itu lebih besar, tadinya aku mau ke rumah kakak minta bantuan tapi karena kaki aku sakit gak bisa lari. sempat lari pas udah di depan pintu keluar kak Arman narik aku lagi ke kamar, aku yang kesakitan berontak dong karena sakit, tapi kak Arman malah dorong aku ke kasur, mungkin aku ke bentur sama besi ranjang, aku gak tau lagi gimana kesana nya, mungkin kak Arman inget" ucap ku


"Arman jelasin" ucap Rima dengan mata yang sudah berkaca kaca


"aku gak tau, aku gak inget apapun" ucap Arman membela diri


"tapi aku inget satu hal, tadi sebelum kejadian itu kak Arman makan makanan kakak, apa jangan jangan kakak kasih obat perangsang supaya kak Arman hilang kendali?" tanyaku


"gak mungkin lah, masa aku biarin Arman berbuat kotor, nggak mungkin, atau kamu yang kasih obat perangsang" ucap Rima


"kalo aku yang kasih ngapain aku tereak pagi pagi" ucapku lalu menghapus air mata


"iya juga si?" ucap Rima


"seenggaknya kak Arman harus tanggung jawab sama perbuatannya" ucapku lalu kembali menangis


"iya sayang, aku bakal tanggung jawab kok" ucap Arman dengan mata merah


"kita perlu ngomong berdua dulu, Joe istirahat aja dulu, pasti cape semaleman kan?" ucap Rima sambil menangis