EPOCH [COMPLETED]

EPOCH [COMPLETED]
Special Chapter : After Epoch


Alreyshad


Hari ini aku masih disibukan dengan berbagai macam pekerjaan. Sebab, aku akan meninggalkan kantor sedikit lebih lama dari biasanya karena harus mengisi seminar untuk mahasiswa Indonesia di Sydney.


"Ke Airport jam berapa lo? Kok masih di kantor." Tanya Aji yang tiba-tiba muncul sesaat setelah aku keluar dari ruang meeting.


"Nanti pas istirahat makan siang, orang pesawat gue juga jam 19.00 kok. Belum kelar soalnya." Ucapku sambil memperlihatkan naskah yang masih harus aku baca dan revisi.


"Ya tapi kan 4 jam sebelumnya lo udah harus di Airport, Al." Ucapnya lagi. "Materi aman?" Tambahnya


Aku mengacungkan jempolku, "Aman bos." Jawabku.


"Kalo hati aman nggak? Siapa tau ketemu mantan kan?" Ledek Aji.


"Gue ngisi seminar buat anak S1, ji. Doi S2, kemungkinan ketemu kayaknya hampir mustahil ji." Jawabku singkat.


"Ya kali aja, jodoh kan nggak ada yang tau. Lagian lo juga kan udah tau masalah dari kalian sebenernya apa. Bukan karena lo atau El yang mau pisah. Tapi ternyata kan karena ucapan tante lo itu El jadi ambil keputusan ini." Jawab Aji.


"Udah ah, gue mau kerja. Lo mendingan keluar deh dari ruangan gue, lanjutin kerjaan lo." Ucapku sambil menggiring Aji keluar dari ruanganku.


...***...


Aku pamit menuju bandara saat jam di tanganku menunjukan pukul 13.00.


"Kalo mau extend lebih lama, gue siap tanda tangan surat penambahan cuti lo kok Al." Ledek Aji.


Aku tersenyum paksa, "gue berangkat ya. Titip anak-anak." Ucapku


Aku tak mengendarai mobilku kali ini. Karena kemungkinan akan berada di Sydney sekitar 7-8 hari jadi ku putuskan untuk menaiki taksi menuju Airport.


"Iya Bun, ini udah di lounge." Ucapku pada Bunda di ujung telfon.


"Inget pesen Bunda ya, sama satu lagi kalo ketemu El, jangan lupa Videocall Bunda ya, Abang" jawab Bunda yang hanya bisa ku iyakan.


...***...


Setelah sampai dan beristirahat, Pagi ini aku terbangun dengan pemandangan kota Sydney yang sangat mengagumkan dari kamarku yang terletak di lantai 76 Meriton Suites World Tower. Hari ini aku belum ada kegiatan, jadi ku putuskan untuk berjalan jalan sambil melihat-lihat kota Sydney yang katanya masuk dalam 10 kota ternyaman untuk ditinggali. Setelah berpakaian, aku langsung turun ke bawah dan bersiap memulai petualanganku di kota ini.


Sudah lama aku tidak travelling sendirian seperti ini, kali ini bukan liburan sih tapi kerja. Namun, rasanya cukup menyenangkan terbebas dari rutinitas Senopati-Kuningan untuk beberapa hari.


Aku memutuskan untuk masuk ke salah satu cafe untuk membeli kopi panas karena cuacanya lumayan dingin dan berangin. Namun saat sedang mengantri, aku mendengar suara yang sangat familiar. Suara dan penampilannya persis dengan dengan sosok yang sudah 1 tahun belakangan ini tak ku ketahui kabarnya.


"Morning, Can I want one hot Choco? Thank you." Ucapnya ramah sambil mengambil kartunya kembali.


"Elea." Sapaku.


"Ya?" Ucapnya sambil berbalik menghadapku.


Ia terdiam sesaat sebelum pada akhirnya tersenyum kepadaku. Senyum yang sudah lama tak ku lihat, hari ini menyempurnakan pagiku.


"Hai." Ucapnya yang ku balas dengan sapaan yang sama.


...***...


Elea


Pagi ini penuh kejutan, pertama cuaca pagi ini sangat berbeda dari yang ku lihat di ramalan cuaca pagi tadi. Kedua, aku tiba-tiba harus mengunjungi daerah central bisnis Sydney untuk mengurus rekening bankku. Namun ternyata masalahnya tak membutuhkan waktu lama. Jadi aku berinisiatif untuk mampir ke salah satu cafe di daerah CBD (Sydney Central Business District) untuk sekedar menghangatkan tubuhku di cuaca yang lumayan dingin dan berangin. Dan kejutan yang ketiga adalah Ale is here, di Sydney. Berhadapan denganku di sebuah meja cafe, tempat kami tak sengaja bertemu.


Ya, aku dan Ale sudah baik-baik saja setelah kurang lebih 1 tahun kami berpisah. Jadi, untuk sekedar mengobrol dan bertukar kabar seperti sekarang, menurutku it's gonna fine.


Ale memang terlihat jauh lebih kurus dari 1 tahun terakhir aku melihatnya, namun Ale tetaplah Ale. Tak banyak berubah kecuali badannya yang semakin atletis dan bawah matanya yang sedikit menghitam.


"Kenapa gitu sih ngeliatinnya." Kata Ale tiba-tiba membuyarkan pikiranku.


Aku menggeleng, "kamu capek banget kayaknya. Emang nggak ada yang bantuin kerjaan sampe mata panda gitu?" Ucapku meledeknya.


Ale tersenyum, "kamu tau aku kan? Mau banyak orang yang bantuin juga tetep aja aku aku juga yang meriksa." Jawabnya.


...***...


Sudah 6 hari ini, Aku rutin bertemu Ale disini. Disamping menemaninya berkeliling mengunjungi kota-kota indah disini setelah tugasnya selesai, aku juga mengajaknya untuk mencoba beberapa makanan yang menurutku "ale banget".


Seperti yang sudah-sudah, Sydney memang selalu punya kejutan untukku. Setelah berkeliling Department Store untuk membeli beberapa buah tangan untuk keluarga Ale dan juga teman-teman di kantor, hujan tiba-tiba turun dengan lebat dan ya kami basah kuyup karena tak membawa payung.


"Boleh?" Ucapku.


"Ofcourse, Le." Jawabnya sambil tersenyum.


...***...


Aku memasuki unit yang Ale tinggali selama di Sydney. Ya, Ale memang selalu punya selera bagus untuk setiap tempat yang ia tinggali. Termasuk unit ini.


"Wow, kalo pembicara seminar tuh selalu dapet kamar yang begini toh. Enak juga ya." Ledekku.


"Udah bisa ngeledek sekarang?" Jawabnya sambil memberikanku handuk dan teh hangat.


"Thank you" jawabku.


"Pake baju dan jaket aku aja ya. Biar baju kamu dicuci trus dikeringin dulu aja di mesin." Ucapnya yang aku iyakan.


Ale menyewa kamar tipe Horizone Suite dengan 2 bedroom. Ya memang bisa ku bilang pemandangannya sangat wow dari atas sini.


"Ini pertama kalinya aku ke Sydney. Dan nggak tau kapan lagi bakal kesini lagi, jadi aku pengen berasa liburan aja. Kebetulan yang 1 bedroom full. Sisa ini. Yaudah aku ambil, kan nggak tau kapan lagi dapet kesempatan balik ke Sydney, kecuali ada yang aku tengokin disini, mungkin bakal sering bolak balik Jakarta-Sydney." Jawabnya tersenyum simpul sambil meneguk teh hangatnya.


Aku terdiam dan mengalihkan pandanganku ke arah lain.


"Al, katanya mau pinjemin aku baju?" Ucapku mengalihkan pembicaraan.


...***...


Setelah berganti pakaian, aku duduk di sofa sambil memandang pemandangan kota Sydney yang mulai penuh dengan lampu-lampu jalanan.


"Liat apa sih?" Ucap Ale yang baru selesai membersihkan diri.


"Aku nggak pernah liat Sydney secantik ini, Al. Lampu jalan, pancaran sinar matahari di langit, bulir air hujan. It seems that while I was in Sydney, this was the first time I saw Sydney as beautiful as this." Ucapku sambil menoleh pada Ale.


Aku terdiam saat mataku dan Ale bertemu. Ale menatapku dengan tatapan itu lagi. Tatapan yang dulu sempat membuat jatungku berdebar lebih keras. Ku kira rasaku sudah padam setelah 1 tahun kami tak bersua dalam tatap maupun cakap. Namun ternyata tidak, aku menyadari bahwa rasaku masih sama.


"Le?" Ucapnya lembut.


"Hem?" Jawabku sambil memutus kontak mata dan memilih untuk meminum teh hangatku.


"Nikah yuk!" Ucapnya tiba-tiba yang membuat aku kembali menatapnya.


"Nikah sama aku." Tambahnya. "I don't want to make you a girlfriend again after all that I've done to you, Le.


Maaf terlalu lama, tapi aku pengen kamu mikirin tawaran aku boleh?" Ucapnya sambil menatapku.


"Al.." ucapku yang terpotong.


"Nggak perlu buru-buru kok Le. I'll be waiting for you. Dan kamu nggak perlu merasa terbebani ya, I'll accept all of your decisions."


Aku terdiam menatapnya.


"I love you, Elea." Ucapnya lagi sambil mengacak-ngacak rambutku.


...***...


...~The End~...


Khusus Special Chapter:After Epoch emang sengaja dibuat pendek, karena hanya sebagian kecil cerita mereka selanjutnya.


Sekalian mau cek ombak, apakah pada mau sequelnya atau nggak? (Comment ya! Walaupun belum tau akan release kapan)


Jgn lupa buat vote dan Comment yang banyak ya.


Terakhir, aku mau ngucapin Thank you buat support kalian dari Epoch chapter 1 sampe sekarang yang sudah resmi tamat. Maaf kalo tulisanku masih banyak kurangnya, bahasa inggris yang masih ngaco. Aku minta maaf ya karena memang aku masih belajar buat nulis.


Sampai bertemu lagi, teman-teman♡


^^^With Love,^^^


^^^-Ninies-^^^