![Amyra [ ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/amyra----.webp)
Setelah lelah berbincang bincang sambil menikmati kue akhir nya Dahlia pun tertidur.
Rosa menatap teduh Dahlia yang sedang tidur di atas ranjang .
Aku senang melihat ibu tidur dengan tenang , maaf kan aku yang tidak pernah memperhatikan ibu .
Batin Rosa dalam hati sambil mengusap lembut pipi Dahlia yang sudah mulai keriput , Rosa duduk di samping Dahlia seraya menatap Dahlia dengan tatapan teduh nya
" Mom " sahut Amyra yang duduk di samping Rosa .
" Iya " seru Rosa menoleh ke arah Amyra .
" Apa mama akan mempertimbangkan keinginan nenek ? " tanya Amyra seraya menatap teduh mata Rosa
"'Entahlah " ucap Rosa seraya menatap wajah Dahlia yang tertidur .
" Benar apa kata nenek , aku juga merindukan masa masa itu , masa masa kebersamaan kita dulu sekarang nenek pasti kesepian " Amyra mengingat masa masa di mana kebersamaan nya bersama keluarga ya dulu walau hidup mewah , serba kecukupan tetap saja rasa nya kesepian tanpa keluarga .
" Mama mengerti , tapi mama tidak bisa meninggalkan london begitu saja kalau kita tinggal di sini bagaimana dengan perusahaan papa ? perusahaan yang telah papa bangun mati matian " Rosa mengingat bagaimana sulit nya hidup saat diri nya berada di bawah memulai kembali bisnis nya yang hampir hancur , bagaimana kerja keras Hendra saat membangun perusahaan nya dari nol siang malam dia bekerja tanpa rasa lelah itu semua dia lakukan demi keluarga dan demi putri mereka Amyra .
" Aku mengerti ma , bagaimana dulu kerja keras papa sampai kalian pun tidak lagi memperhatikan ku tapi apa mama tidak ingin meluangkan waktu sedikit saja untuk ku? " ucap Amyra menatap Rosa dengan tatapan sendu .
" Amyra.. kapan mama melupakan mu mama dan papa selalu memperhatikan mu apapun yang kamu mau selalu mama turuti apa kamu lupa " ucap Rosa mengingatkan betapa peduli nya dia pada Amyra apapun yang Amyra pinta selalu ia penuhi . Dan Amyra pun tidak melupakan itu apapun yang dia mau , dia inginkan selalu di turuti seperti mobil , apartemen, uang dan lain nya .
Andaikan mama tahu saat itu aku sengaja meminta apapun yang aku inginkan karena aku hanya ingin perhatian dari kalian aku berharap dengan aku melakukan hal itu kalian akan mengerti keinginan ku yang sebenar nya
Amyra hanya bisa membatin bahwa dulu Amyra melakukan itu demi untuk mendapatkan perhatian dari kedua orang tua nya berharap mereka akan mengerti .
" Seberapa besar arti keluarga untuk mama ?" ucap Amyra .
" Tentu sangat besar family is everything , itu sebab nya mama tidak pernah kenal lelah untuk kebahagiaan mu " ucap Rosa menyatakan bahwa keluarga adalah segalanya. Amyra hanya menghela nafas kasar mendengar ucapan Rosa
" Mungkin menurut mama ' wealth is everything ' bukan ' family is everything ' " Cibir Amyra kesal yang tersenyum paksa . Setelah itu Amyra melangkah pergi ke luar dari kamar Dahlia meninggalkan Rosa yang duduk termangu memikirkan cibiran Amyra tadi yang mengatakan bahwa bukan keluarga lah yang segalanya melainkan harta tersegalanya bagi Rosa. Kata kata itu begitu nusuk hati nya cibiran juga sindiran bagi Rosa .
Amyra berjalan menyusuri lorong rumah sakit sampai akhir nya dia duduk di taman rumah sakit untuk menenangkan diri nya , Amyra duduk termenung di bawah pohon beringin
sambil melihat orang orang yang berlalu lalang di taman hingga mata nya tertuju pada satu pasien yang duduk di atas kursi roda yang di temani anak dan dan cucu nya " Bahagianya " ucap Amyra yang tersenyum ke arah mereka .
" Kenapa , kenapa aku tidak pernah memiliki keluarga yang utuh " batin Amyra yang menatap ke arah mereka dengan tatapan sendu .
" Apa aku tidak berhak bahagia " lanjut Amyra dalam hati nya
" Kenapa aku selalu kehilangan orang yang aku cinta walaupun aku pegang erat cinta ku tetap saja akhir nya mereka pergi meninggalkan ku apa aku tidak berhak bahagia " gumam Amyra yang mengingat bagaimana dirinya mencintai Rizky dulu walau sudah menikah dengan nya tetap saja pada akhir nya Rizky pun pergi meninggalkan diri nya .
Disaat Amyra sedang termenung tiba tiba ponsel nya berdering menandakan ada panggilan masuk .
Drt..drt..drt..
Amyra pun mengambil ponsel di dalam tas nya di lihat dari layar ponsel ternyata panggilan itu dari Nico .
" Halo " ucap Amyra saat sambungan telepon tersambung
" Amyra , kamu dimana ? aku ada di depan rumah kamu sekarang " ucap Nico di ujung sana .
" Memang nya kamu sedang ada dimana ? " tanya Nico .
" Aku .. aku di jakarta " ucap Amyra dengan ragu .
" What " Nico pun terkejut saat mendengar bahwa Amyra ada di indonesia ." Kenapa kamu tidak memberitahu ku " Nico begitu kecewa karena Amyra tidak memberitahukan kepergian nya .
" Sorry Nico aku benar benar minta maaf aku juga tidak ada rencana untuk balik ke indonesia semua nya sangat mendadak " Amyra mencoba menjelaskan " mama ku dapat telepon bahwa nenek sakit jadi .. mama aku panik banget dan dia langsung ngajak aku untuk pulang ke indonesia saat itu juga " jelas Amyra pada sambungan telepon.
" Nico i'm sorry " Amyra tahu pasti nico sangat kecewa pada nya . " Nico " ujar Amyra karena Nico tidak menjawab panggilan nya .
" ya " jawab Nico singkat .
" maaf , karena tidak memberitahu mu " ujar Amyra .
" It's okey , bagaimana keadaan nenek mu apa baik baik saja ?" Nico mengalihkan pembicaraan nya.
" Emm .. alhamdulilah sekarang sudah membaik " Amyra memberitahu keadaan nenek nya pada Nico ." oh iya Nico ngapain kamu di depan rumah ku ?" Amyra heran kenapa malam malam Nico datang ke rumah nya tanpa memberitahu nya terlebih dulu ( karena perbedaan waktu di jakarta hari pagi sedangkan di london pada malam hari )
" Hm.. tadi nya aku ingin ajak kamu jalan " ujar Nico gugup karena berbohong tidak memberitahukan maksud sebenar nya.
" Oh,, maaf Nico seharus nya kamu memberitahu ku dulu jadi kamu gak perlu ke rumah ku " ujar Amyra merasa tidak enak hati karena diri nya tidak bisa menemani Nico jalan .
" Tidak apa apa , kita bisa jalan lain waktu kapan kamu kembali " Nico bertanya .
" Emm.. aku tidak tahu pasti gimana kondisi nenek saja " ujar Amyra .
Di sebrang sana Nico hanya menghela nafas , hari ini memang tidak berpihak pada nya selalu saja ada masalah lain di saat diri nya ingin mengungkapkan perasaan nya pada Amyra .
Tut. Nico menutup sambungan oleh sepihak .
Kekecewaan terlihat betul pada wajah nya ,Nico berdiam diri depan rumah Amyra mata nya menatap teduh sebuah kotak kecil yang terdapat cincin di dalam nya " sulit sekali untuk mengungkapkan perasaan ku pada mu " ujar Nico tersenyum getir " Baiklah , aku akan menunggu mu kembali Amyra , tunggu aku " gumam Nico setelah itu melangkah masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan rumah Amyra.
Hati Nico benar benar sangat kecewa bagaimana tidak , semua rencana yang sudah dia siapkan batal begitu saja .
Sedangkan Amyra menatap ponsel nya dengan heran kenapa Nico meutup telepon nya begitu saja tanpa ada sepatah kata pun .
Apa Nico marah nya sampai sampai dia mematikan telepon nya begitu saja
Amyra membatin dia tahu bagaimana perasaan Nico saat ini pasti sangat kecewa .
Dugh..
Tiba tiba saja ada bola yang terlempar ke arah nya tepat di bawah kaki nya Amyra pun mengambil bola itu " Punya siapa ini " gumam Amyra yang menatap bola itu. Tak lama kemudian seorang anak kecil menghampiri nya
" Itu bola aku tante " ujar bocah itu. Amyra pun menoleh ke arah anak kecil itu yang berada di hadapan nya .
" Tante baik " ucap anak itu polos
" Amyra " ujar Amyra sedikit terkejut , tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Amyra kecil.