Amyra [ ]

Amyra [ ]
MEMOPONG


Saat ini , Amyra sedang berada di ruang kerjanya Rizky . Karena Amyra mendapat serangan panik yang membuatnya tak sadarkan diri .


Kecelakaan tadi sungguh membuat Amyra kaget walaupun mobil box itu tidak sampai menabrak Amyra karena Rizky menyelamatkannya .


Flasback on


Ckitt....


Bugh ...


Hampir saja Amyra tertabrak oleh mobil box itu tapi semua itu terhindari karena Rizky langsung menarik Amyra ke pinggir jalan dengan sigap Rizky memeluk Amyra dan menariknya hingga membuat keduanya jatuh di atas aspal.


Saat itu Amyra kaget sampai memejamkan matanya , dan Rizky sangat panik nafasnya bergemuruh . Pelan - pelan Amyra membuka matanya yang pertama dia lihat adalah wajah Rizky yang tengah memeluknya .


Amyra menatap lekat mata Rizky begitu pun juga sebaliknya kini keduanya saling bertatapan , hembusan nafas saling bersautan , debaran jantung yang begitu cepat .


Untuk kesekian kalinya kamu menyelamatkan ku riz, kamu selalu menjadi penolong untuk ku dan kamu adalah pahlawanku . Sikap ini yang semakin membuat ku ingin memilikimu apa sekarang kamu juga akan berkata ' aku akan menikahi mu ' seperti saat kamu menyelamatkan ku dulu ." Amyra bergulat dengan hatinya mengingat bagaimana pengorbanan Rizky untuk nya dan Amyra berharap semua akan terulang kembali.


"Amyra .. Amyra .." sahut Rizky yang membuyarkan lamunan Amyra . Amyra pun tersadar dari lamunannya .


" Amyra kau baik - baik saja ."tanya Rizky yang masih memeluk Amyra .


Amyra terkesiap lalu bangun , keduanya kini sudah berdiri tapi Amyra sepertinya dia masih kaget dan panik dengan kejadian itu .


"Pak Rizky , bapak tidak apa - apa ? maaf pak saya tadi tidak lihat ." ujar si sopir truk yang turun dan menghampiri Rizky.


" Seharusnya kamu lebih hati - hati lagi, jangan ngebut kalau masih di area perusahaan ."bentak Rizky pada si sopir.


" Iya pak sekali lagi saya minta maaf ." ujar si sopir yang merasa bersalah


"Ya sudah , kamu boleh pergi jangan di ulangi lagi mengerti ." ujar Rizky yang masih emosi .


Setelah itu si sopir kembali masuk ke dalam mobil dan kembali melajukan mobilnya .


Amyra masih terpaku sepertinya masih merasakan kekagetan nya , sepertinya Amyra tidak baik - baik saja Amyra mulai merasa sesak pada nafasnya dia terus memegang dadanya itu seperti sedang menahan rasa sakit . Mungkin Amyra mendapat serangan panik lagi Rizky yang menyadari itu pun panik dan mencoba berbicara dengan Amyra .


" Amyra .. Amyra .. Amyra .. kau baik - baik saja ." ucap Rizky panik tapi tidak ada jawaban dari Amyra .


"Amyra.. " ucap Rizky tertahan karena Amyra yang berada di sampingnya tiba - tiba saja jatuh pingsan melihat itu Rizky langsung memangku nya dan membawanya kedalam .


Flasback off


Amyra pun sudah terbangun perlahan - lahan membuka kedua bola mata nya lalu bangun dari tidurnya dan duduk .


"Dimana aku ." ucap Amyra yang menatap sekeliling ruangan .


"Kau sudah bangun ." ucap Rizky yang baru saja mengambil air minum untuk Amyra .


Rizky berjalan ke arah Amyra yang terbaring di sofa " minumlah ."ucap Rizky yang memberikan minum dan Amyra pun meneguknya .


" Apa aku harus membawa mu ke dokter ? " ucap Rizky khawatir .


"Tidak perlu , aku tidak apa - apa , aku hanya kaget saja " ucap Amyra .


"Kamu yakin ." ucap Rizky yang menatap lekat wajah Amyra . Amyra pun mengangguk sebagai jawaban bahwa dirinya baik - baik saja .


Rizky langsung memanggil Siska untuk tidak melanjutkan pemotretan hari ini , karena Rizky yakin Amyra masih syok dengan kejadian tadi .


"Hari ini kamu pulang saja biar aku yang akan mengantarmu ." ucap Rizky .


"Kamu yakin kamu bisa ." tanya Rizky yang tidak yakin bahwa Amyra bisa menyetir sendiri . Amyra hanya menjawab dengan senyuman.


"Kalau begitu biar Siska yang mengantar mu kedepan , Siska kamu antar Amyra sampai masuk ke mobilnya ." perintah Rizky pada Siska yang berdiri di depannya .


"Baik pak , ayo bu Amyra ." ajak Siska yang menghampiri Amyra yang duduk di sofa .


Amyra pun bangun dari duduk nya tapi Amyra merasakan sakit di kakinya sampai meringis


"Aww." ringis Amyra yang langsung kembali duduk karena tidak kuat berdiri .


"Bu Amyra kenapa ada yang sakit ? " tanya Siska yang khawatir .


"Gak tahu nih kaki ku sakit banget ." ucap Amyra yang mengelus kaki nya . Siska pun langsung mengecheck nya apa ada yang terluka.


"Sepertinya kaki bu Amyra terkilir ." ucap Siska yang menyentuh kaki Amyra .


Mungkin kaki Amyra terkilir saat jatuh tadi .


"Apa ? terkilir." ucap Rizky terkejut mendengar perkataan Siska .


" Iya pak ." jawab Siska " apa bu Amyra kuat jalan biar saya memapah nya ." ucap Siska yang membantu Amyra bangun dari duduk nya .


Walaupun sakit , Amyra pun berjalan tertatih - tatih seraya di papah Siska . Rizky yang melihat itu pun mencoba membantu tapi Amyra menolaknya Amyra tidak ingin merepotkan siapapun.


"Siska biar aku jalan sendiri saja ya , aku bisa kok " ucap Amyra agar Siska tidak mengantar nya sampai lobby .Siska pun menurunkan tangannya yang sedari tadi memapah Amyra .


Amyra berjalan tertatih - tatih membuat Siska yang melihatnya linu , awalnya Rizky membiarkan Amyra berjalan sendiri tapi Rizky tidak bisa membiarkannya apalagi Amyra terlihat kesakitan .


Walau Rizky mencoba menghindar dan tidak peduli lagi pada Amyra tetap saja dia tidak tega membiarkan Amyra berjalan sendiri .


"Pak , bagaimana ini pak ." ucap Siska yang tidak tega melihat Amyra berjalan tertatih -tatih .


Rizky menghela nafas panjang lalu melangkahkan kaki nya menuju Amyra yang sedang berjalan , tanpa bertanya Rizky langsung memopong Amyra yang membuat Amyra terkejut begitu juga Siska yang melihat nya karena baru kali ini bos nya itu seperhatian ini pada wanita , yang biasanya selalu acuh tak acuh .


"Rizky , aku mohon turunkan aku ." ucap Amyra yang meminta Rizky menurunkannya tapi Rizky tidak mendengarkan perkataan Amyra.


"Siska bukakan pintu ." perintah Rizky pada Siska , Siska yang mendengarnya langsung membukakan pintu ruangan itu setelah itu Rizky pun membawa Amyra keluar dari ruangannya.


Siska yang melihat itu pun masih tidak percaya


dengan sikap bos nya itu ." kenapa pak Rizky begitu perhatian nya sama bu Amyra , padahal baru kenal ." gumam Siska yang menatap kepergian Rizky .


Saat menuju lift pun banyak karyawan yang menatapnya heran , dan di waktu bersamaan Ken pun keluar dari dalam lift. Ken di kejutkan dengan kehadiran Rizky yang memopong Amyra sampai tidak berkata apapun .


"Ken , pencet tombol lift nya ." ujar Rizky, Ken pun terkesiap dan langsung memencet tombol lift nya tak lama kemudian lift ya itu terbuka Rizky pun masuk ke dalam lift itu .


Ken yang mendapat pemandangan itu pun diam terpaku untuk kali pertamanya Rizky seperhatian itu pada wanita setelah sekian lamanya saat meninggalnya Aisyah Rizky tidak pernah seperhatian itu .


"Apa aku tidak salah lihat ." gumam Ken yang masih terpaku diam di depan lift. Lalu melangkah menuju ruang kerja Rizky dan di sana Ken berpapasan dengan Siska .


"Sis, wanita itu siapa ? ." tanya Ken pada siska


" Oh itu , dia bu Amyra brand ambasador kita , tadi kaki nya terkilir dan tidak bisa jalan tadi saja jalannya tertatih - tatih , lalu pak Rizky memopongnya dan mengantarkannya pulang ." jelas Siska .


" Tidak sangka ya pak Rizky bisa seperhatian itu ." ucap Siska tapi dengan Ken . Ken lebih terkejut karena Amyra kembali .