![Amyra [ ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/amyra----.webp)
Happy reading 😊
Maaf nya thor baru up lagi 🙏😊
...----------------...
Amyra masih memikirkan ucapan oma nya Chika tadi. Bahkan sampai tiba di rumah Amyra masih bengong , diam , dan merenung memikirkan ucapan teman nya tadi .
Amyra memang masih polos dan belum mengerti apa - apa , namun Amyra selalu ingin tahu dan mencari tahu tentang sesuatu yang tidak dia mengerti . Ya , seperti sekarang ini Amyra masih memikirkan apa itu surga .
"Aku bertanya pada siapa ya ? papa juga gak jawab ." bibir Amyra mengerucut melipat kedua tangan nya dan menyimpannya di bawah dada .
"Aku tanya bu guru saja besok ." senyum Amyra mengembang setelah mendapatkan ide cemerlang nya. Karena sudah malam Amyra pun tidur menjemput alam mimpi nya .
****
Di tempat lain Jessica sedang terlelap tidur namun tampak gelisah keringat bercucuran membasahi pipi nya . Entah apa yang dia impikan sampai tidur nya tak tenang seperti itu .
Aaaa...
Jessica terbangun dengan nafas terengah - engah . Raut wajah nya berubah seperti ketakutan dan panik . Lalu Jessica mengusap wajah nya kasar setelah itu turun dari tempat tidur dan berjalan keluar .
Jessica berjalan menuju dapur setelah sampai di dapur Jessica membuka lemari pendingin mengambil satu botol yang berisi air menuangkan nya ke dalam gelas .
Jessica meneguk air nya hanya setengah di letakkan kembali gelas nya di atas meja .
Jessi kembali tertegun dan mengingat mimpi nya.
"Kenapa aku selalu memimpikannya ! Aku menyesal karena telah meninggalkannya ." batin Jessi .
" Aku tidak boleh seperti ini terus ." ucap Jessi meneguk minum nya kembali .
Selama 4 tahun ini Jessi di rundung rasa bersalah . Jessi tahu dia salah karena telah menabrak lari seseorang . Bukan Jessi tidak ingin tanggung jawab namun saat itu Jessi sangat takut dan panik Jessi tidak menyangka kalau wanita yang di tabrak nya meninggal dunia . Apalagi setelah tahu kalau wanita itu istri dari sahabat kecil nya Rizky .
Tidak ada yang mengetahui kejadian itu kecuali diri nya pada ibu nya pun Jessi tidak bercerita dan setelah kejadian itu Jessi memutuskan untuk pergi ke amerika dengan alasan melanjutkan S2 nya .
Flasback off
Jessi menghentikan mobil nya sejenak , mata nya mengekor ke arah kaca spion nya yang melihatkan pemandangan di belakang nya yang menampakkan orang berkerumun melihat seorang wanita yang di tabrak nya .
Dengan rasa takut dan panik , tangan gemetar Jessi kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan wanita yang telah ia tabrak .
Ckitt...
Jessi menghentikan mobilnya di depan rumah nya . Tubuh nya lemas ,pandangan nya menjadi kosong , dengan tangan gemetar .
"Apa wanita itu baik - baik saja ? ya , pasti wanita itu baik - baik saja ." ucap Jessi dengan tubuh gemetar .
"Apa aku jahat ? tidak , itu bukan salah ku aku tidak jahat aku pun tidak sengaja menabrak nya ."
"Jessi , kamu harus tenang jangan gugup seperti ini nanti mama curiga ." Jessi menghela nafas panjang ,setelah hati nya tenang Jessi keluar dari mobil nya lalu masuk ke dalam rumah nya .
Saat di ruang tengah Jessi berpapasan dengan Karina ibu nya . Karina pun memanggil nya "Jessi." seru Karina . Merasa namanya di panggil Jessi pun menoleh ke sumber suara "Mama." sahut Jessi .
Karina menghampiri putri nya itu , Jessica semakin gemetar ada rasa takut dalam hati nya . Takut ibu nya akan tahu hal ini .
"Jessi dari mana ? kenapa kamu ketakutan seperti itu ?" tanya Karina yang curiga pada putri nya itu .
"Tidak Jessi , mama melihat kamu sangat gugup kamu seperti ketakutan , sebenar nya ada apa ? mama takut kamu kenapa - napa kamu dari mana ? ." Karina melihat sikap Jessi berbeda , tangan gemetar bicara pun gugup .
"Jess.." seru Karina menatap mata Jessi .
"Iya ma ?" jawab Jessi .
"Kamu dari mana ? kenapa pulang ketakutan seperti ini ? "
"Aku dari rumah temen , aku memang ketakutan ma aku habis nabrak .. kucing ma ,tadi saat di jalan aku bawa mobil nya ngebut aku gak lihat ada kucing yang lewat gak sengaja Jessi nabrak kucing itu ." ucap Jessi berbohong .
Karina menggenggam tangan putri nya itu , menatap nya erat ." Sayang itu cuma kucing , kenapa ketakutan seperti ini ? makanya kalau bawa mobil jangan ngebut - ngebut ." ucap karina tersenyum menenangkan putri nya itu .
"Iya ma , tapi Jessi takut , kata orang kalau kita nabrak kucing orang yang menabraknya akan mendapat malapetaka , seperti kecelakaan atau semacam nya jadi , Jessi takut ma ." ucap Jessi yang masih gemetar .
"Jangan percaya tahayul , udah jangan di pikirin
sekarang masuk kamar mandi bersihkan diri biar fresh " saran Karina yang memang tidak terlalu curiga , Karina pikir Jessica memang menabrak seekor kucing .
Jessica pun masuk ke kamar nya dan mencoba berpikir positif tentang kecelakaan itu .
Namun hari semakin hari Jessica semakin takut . Hati nya tidak tenang selalu teringat kecelakaan itu , sampai terbawa ke alam mimpi nya . Pada suatu hari Jessi di kejutkan dengan kedatangan petugas polisi ke rumah nya dan itu membuat Jessi panik. Jessi langsung mengunci rumah nya karena kebetulan Karina tidak ada di rumah saat itu .
Tok..tok..tok..
Ketukan pintu semakin keras terdengar , Jessi hanya terdiam dan bersembunyi di balik pintu , Jessi tidak berani membuka pintu rumah nya karena takut ! takut polisi itu datang untuk menangkap nya .
Karena tidak ada jawaban petugas polisi pun meninggalkan rumah Jessi , padahal petugas polisi itu hanya ingin menanyakan alamat .
Setelah petugas polisi itu pergi Jessi merasa lega dia mengintip di balik jendela .
"Aku gak mau di penjara , bagaimana kalau polisi itu kembali lagi . Gak , aku gak mau di penjara itu gak boleh terjadi ." gumam Jessi yang mondar - mandir di depan pintu . Jessi menggigit jari nya karena panik dan ketakutan .
"Tapi bagaimana cara nya aku takut , aku takut ." Jessi terus bergumam ketakutan .
Keesokan hari nya Jessi berbicara pada Karina ibu nya . Jessi bilang pada Karina bahwa dia akan melanjutkan S2 nya di amerika .Awal nya Karina terkejut dengan ucapan Jessi yang tiba- tiba ingin melanjutkan S2 nya di amerika padahal sebelum nya Karina dan suami nya sempat menawarkan nya namun Jessi menolak .
"Jessi , kenapa tiba - tiba kamu ingin ke amerika ? bukan nya kamu tidak mau ?." Karina melihat aura ketakutan dari mata Jessi dan Karina pun sadar dengan sikap Jessi yang akhir - akhir ini berubah , selalu menyendiri dan diam dalam rumah , selalu takut bila melihat petugas polisi.
"Sekarang Jessi mau ma , Jessi sudah memikirkannya ." jawab Jessi . Namun Karina semakin curiga dan bertanya dan meminta Jessi untuk jujur . Jessi pun terpaksa mengatakannya .
" Jujur apa ma , tidak ada yang Jessi tutup - tutupi , Jessi hanya ingin menuruti apa kata papa . papa minta Jessi untuk kuliah di sana lagi pula Jessi juga bosan di sini , Jessi mau cari pengalaman baru dan tinggal di sana bersama papa . Mama senang, kan ? kita jadi bisa sama - sama terus sama papa bagaimana ? " akhir nya Jessi tetap menutupi masalah nya dan tidak mengatakan nya pada ibunya .
Jessi berpikir kalau dirinya akan pergi jadi untuk apa ibu nya tahu , toh nanti di sana Jessi akan membuka lembaran baru dan melupakan masalah nya disini .
Karina pun tidak ingin mencurigai putrinya , mungkin Jessi punya masalah sendiri dan tidak ingin ibu nya tahu . Merekapun pergi ke amerika keesokan hari nya .
Flasback off .
Setelah mengenang masalalu pahit nya Jessi kembali ke kamar nya dan melanjutkan tidur malam nya .
Aku janji aku akan tebus semua dosa - dosa ku , besok aku akan pergi ke makam nya Aisyah . semoga saja dengan ini hati ku lebih tenang . Maafkan aku Aisyah , maafkan aku
Jessi pun kembali tidur .