Amyra [ ]

Amyra [ ]
IBU UNTUK AMYRA


Rizky baru saja selesai meeting sekarang Rizky sudah berada di ruangan nya . Rizky merebahkan tubuh nya di atas kursi seraya memejamkan mata .


" Kau lelah " ujar Ken yang baru saja masuk dengan membawa beberapa berkas meeting tadi.


" Hm.. "


" Apa kau mau kopi ?" tawar Ken .


"Tidak , aku hanya perlu istirahat sebentar " ujar Rizky yang masih memejamkan mata nya .


" Baiklah " ujar Ken yang melangkah ke arah sofa dan duduk disana .


" Bagaimana dengan janji mu dengan Amyra " ujar Ken yang membuat Rizky terperajat.


" Aku lupa , apa tidak ada lagi meeting hari ini ?" tanya Rizky yang menatap ke arah Ken.


" Tidak , tadi pak Chandra menelpon menyuruh mu untuk pulang lebih awal kata nya akan makan bersama " jelas ken . Rizky pun mengangguk .


" Ken apa kau tidak penasaran siapa tante baik " ujar Rizky datar.


" Kenapa ? " tanya Ken yang terkekeh


" Kau penasaran ? kenapa tidak tanya Amyra saja " ujar Ken terkekeh . Rizky hanya menghela nafas .


" Bukan begitu , aneh nya Amyra itu gak pernah sedekat ini sama orang yang baru dia kenal aku jadi khawatir aku takut wanita itu ada maksud tertentu pada Amyra " ujar Rizky .


" Kamu tahu kan , putri ku itu masih kecil dia belum mengerti apapun semua orang yang dia temui pasti di anggap baik oleh nya apalagi sekarang banyak modus kejahatan terutama penculikan bisa saja wanita itu membujuk Amyra untuk dekat dengan nya " ujar Rizky yang khawatir pada Amyra .


" Eh, Riz menurut ku Amyra menginginkan seorang ibu dan dia punya ikatan batin dengan tante baik itu mungkin saja Amyra ingin menjodohkan mu dengan nya " celetuk Ken .


" Amyra masih kecil belum mengerti masalah seperti itu , awas saja ya kalau kamu ngajarin Amyra yang tidak tidak " ancam Rizky dengan sorot mata tajam nya .


" Hei Riz , kamu itu sudah lama menjomblo Aisyah sudah lama pergi kenapa tidak kamu coba membuka hati lagi untuk orang lain , carikan ibu untuk Amyra " ujar Ken yang mendorong Rizky untuk membuka hati nya untuk wanita lain.


" Amyra tidak butuh ibu dia sudah punya papa nya , ada oma nya ada opa nya , putri ku Amyra tidak kehilangan kasih sayang " Rizky masih enggan membuka hati nya kembali .


Ken selalu mengingatkan nya tapi tidak pernah mempan .


" Riz , Amyra akan tumbuh menjadi seorang gadis dewasa dan yang bisa mengerti nya saat dewasa nanti hanyalah seorang ibu " ujar Ken yang mencoba menjelaskan bagaimana sosok seorang ibu di mata anak gadis nya .


" Kamu lihat kan tadi Amyra terus berharap ibu ya itu masih ada walaupun dia punya oma yang menyanyangi nya . Sampai kapan kamu akan seperti ini Riz apa salah ya kamu membuka hati lagi " ujar Ken .


" Aisyah satu satu nya ibu untuk Amyra tidak akan tergantikan siapa pun " Ujar Rizky datar .


" Untuk masalah itu pelan pelan Amyra akan mengerti aku juga akan menjelaskan pada Amyra nanti bahwa ibu nya sudah tiada " ujar Rizky dengan nada rendah di ujung kata .


" Terserah kamu lah Riz , aku berdoa yang terbaik saja untuk mu semoga kau segera dapat jodoh kembali " ujar Ken yang membuat Rizky memicingkan mata nya pada kalimat terakhir .


" Dari pada kamu sibuk cari jodoh buat orang lain lebih baik cari jodoh untuk mu sendiri " sindir Rizky karena Ken belum juga menikah .


" Hei Riz kenapa kau membolak balikan fakta , aku ini sedang membicarakan mu " timpal Ken


" Ya ,dan aku sedang membicarakan diri mu " ujar Rizky datar .


" Putri ku sudah besar apa kau akan menjomblo sampai putri ku dewasa " celetuk Rizky .


" Aku bukan menjomblo hanya saja belum menemukan wanita yang tepat " ujar Ken membela diri nya .


" Oh ya , apa perlu aku carikan " ujar Rizky yang tersenyum licik.


" Aah.. kenapa kau jadi membahas ku " ujar Ken kesal . Rizky hanya terkekeh .


...****************...


Nico sudah sampai di kediaman Chandra baru saat ini Nico sedang di depan gerbang menunggu pak ujang membuka kan gerbang setelah gerbang terbuka Nico pun masuk dan memparkirkan mobil nya terlebih dulu .


" Apa kabar pak Nico " sapa pak ujang yang sudah lama tak bertemu .


" Baik , bagaimana kabar pak ujang " ujar Nico santai .


" Saya baik alhamdulillah ," ujar pak ujang sambil tersenyum.


" Kalau begitu saya masuk dulu " ujar Nico


" Iya pak Nico silahkan , pasti sudah di tunggu " ujar pak ujang . Nico pun melangkah masuk kedalam rumah .


" Orang ganteng mah makin tua makin ganteng aja , lah saya makin tua makin ancur " ceplos pak ujang yang mengagumi ketampanan Nico.


Bruk..


Di depan pintu Nico berpapasan dengan Amyra yang sedang berlari dan menabrak lutut nya .


Nico pun terkejut


Amyra mendongakan kepala nya menatap Nico


" Om siapa ? " tanya Amyra yang tidak mengenali Nico .


" Ini pasti anak nya Rizky " batin Nico yang menatap Amyra .


" Halo adek kecil " ujar Nico yang berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan Amyra.


" Om siapa ? aku gak kenal om " ujar Amyra jutek .


" Kenalin nama om Nico " ujar Nico yang mengulurkan tangan .


" Om temen papa ya " ujar Amyra polos


" Mm .. ya " Nico tersenyum .


Amyra ...


Teriak Mia berlari ke arah Amyra , Amyra pun menoleh . " Cuss " ujar Amyra polos.


Amyra ..


Batin Nico." Nama nya Amyra " Nico kembali membatin.


" Aduh .. Amyra lari nya cepet banget cuss cape ngejar nya " ujar Mia yang kelelahan mengehar Amyra .


" Loh , ada tamu " ujar Mia yang melihat Nico .


" Cuss ini temen papa " ujar Amyra polos .


" Oh, masuk pak " ujar Mia mempersilahkan masuk .


" Amyra sayang kalau ada tamu suruh masuk " ujar Mia pada Amyra


" Ayo om " ajak Amyra pada Nico seraya menuntun Nico untuk duduk di kursi .


" Om duduk disini dulu ya , papa nya belum pulang om " ujar Amyra yang membuat Nico gemas .


" Iya cantik " ujar Nico sambil mencubit pipi chubby Amyra .


" Mia .. " teriak Anita " dimana A.. " Anita tidak melanjutkan kembali perkataan nya karena melihat Nico yang bersama Amyra .


" Bu bos " ujar Mia yang menyadari kehadiran Anita .


" Nico " ucap Anita .


" Oma ada temen ya papa " ujar Amyra gemas .


Anita pun tersenyum lalu menghampiri Amyra yang duduk dengan Nico .


" Cucu oma sayang , ini temen papa ya " ujar Anita bertanya pada Amyra .


" Iya oma " jawan Amyra dengan anggukan .


" Nico kapan kamu datang " ujar Anita


" Baru saja " jawab Nico yang di iringi senyuman .


" Mia , tolong suruh Kiki untuk bawa minum untuk Nico " perintah Anita .


" Baik bu bos " Mia pun melangkah ke belakang untuk menemui Kiki.


" Cucu oma sini duduk sama oma " ujar Anita yang memangku cucu nya .


" Ini om Nico kakak nya papa bukan temen papa " ujar Anita memberitahu Amyra .


" Papa punya kakak oma ? " ujar Amyra gemas .


" Tapi kok aku gak pernah lihat " ujar Amyra gemas .


" Karena om tinggal jauh banget " ujar Nico .


" Dimana om " tanya Amyra


" Mm... di london " ujar Nico yang berpikir sejenak.


" London " ujar Amyra antusias . " Om aku mau dong ke london kata opa london itu kota besar aku juga mau kesana om " ujar Amyra yang bersungut sungut .


" O .. ya ? om bisa ajak Amyra kesana loh " ujar Nico membuat Amyra senang .


" Asik.. oma aku mau ke london " ujar Amyra bangga pada Anita . Anita hanya tersenyum tipis melihat tingkah cucu nya itu .