Amyra [ ]

Amyra [ ]
KHAWATIR


Tidak lama kemudian dokter dan suster pun datang ke kamar 203 untuk menangani Dahlia . Untung saja Dahlia tidak apa apa hanya serangan panik saja sehingga membuat asma ya kambuh tapi sekarang nafas Dahlia mulai normal kembali .


" Bagaimana keadaan ibu saya dokter " ujar Rosa khawatir


" Jangan risau nyonya Dahlia baik baik saja itu hanya serangan panik saja , saya sudah memberikan obat penenang untuk nya usahakan jangan membuat nya stres " ucap dokter menjelaskan .


" Syukurlah " ucap Rosa merasa lega karena ibu nya baik baik saja " terimakasih dokter " ujar Rosa seraya membungkukan tubuh nya . setelah itu dokter dan suster pun keluar dari kamar Dahlia .


" Ibu , maaf kan aku karena aku ibu jadi seperti ini " ucap Rosa panik .


" Ah.. kepala ku pusing " ucap Dahlia seraya memegang kepala nya yang sakit .Rosa yang melihat itu langsung memberikan segelas air putih untuk Dahlia minum .Rosa membantu Dahlia untuk minum Rosa merangkul tubuh Dahlia yang akan duduk lalu Dahlia meminum air yang Rosa berikan setelah itu Rosa meletakan kembali gelas pada atas nakas lalu menidurkan Dahlia kembali .


" Ibu " ujar Rosa khawatir seraya menatap Dahlia yang tengah berbaring.


" Jangan panggil aku ibu " pekik Dahlia yang sangat marah pada Rosa " kau benar benar tidak menganggap ku sama sekali " ujar Dahlia yang masih memegang kepala nya yang pusing .


" Aku tidak ingin membuat ibu khawatir jadi aku tidak memberitahu ibu " ujar Rosa merasa bersalah


" Justru kamu membuat aku khawatir " timpal Dahlia yang terus mengomel


" Ibu sudah jangan banyak bicara ibu harus istirahat " ujar Rosa yang menenangkan Dahlia .


" Diam kau , aku tidak butuh nasehat mu " ketus Dahlia " Seharus nya kau tidak kembali " sambung Dahlia yang masih emosi . Rosa tidak menyanggah perkataan ibu nya sama sekali karena Rosa tahu betul seperti apa ibu nya dia akan terus memarahi nya tapi setelah amarah nya reda Dahlia akan tenang lagi .


" Aku ini ibu mu aku khawatir pada mu apapun yang terjadi kau harus memberitahu ibu termasuk kematian suami mu kau membuat ku cemas saja " ujar Dahlia yang sudah sedikit tenang .


" Iya ibu aku tidak akan mengulangi nya lagi " ucap Rosa menatap teduh mata ibu nya .Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka ternyata Amyra yang baru masuk ke kamar Dahlia Amyra berjalan pelan sambil menatap nenek nya itu .


" Siapa itu " ucap Dahlia yang melihat ada orang yang masuk ke dalam kamar nya " Siapa kamu ? mata ku mulai rabun aku tidak bisa melihat dengan jelas " Dahlia yang mengucek ngucek mata nya


" Dia Amyra ibu cucu mu " ujar Rosa memberitahu .


" Nek , " sahut Amyra setelah dekat pada ranjang Dahlia " Bagaimana keadaan nenek ? ini aku Amyra cucu nenek " ucap Amyra lembut


" Amyra " seru Dahlia , Amyra pun mengangguk


" Amyra .. benar kah ini kamu cucu ku " ujar Dahlia yang terharu dengan kedatangan Amyra " Kemarilah nak " ujar Dahlia menyuruh Amyra mendekat . Amyra pun mendekat dan memeluk Dahlia.


" Apa kau baik baik saja " ujar Dahlia seraya menyentuh pipi mulus Amyra dan menciumi nya penuh kasih sayang . " Kenapa kau tidak pernah datang pada nenek " ujar Dahlia yang kini sudah melepaskan pelukan nya


" Dan kau Rosa kau ini ibu macam apa di saat putri mu terkena masalah kau tidak pernah menemui nya " Rosa lagi yang di salahkan tapi Rosa menerima semua itu dia pantas di marahi seperti ini memang dia bukan seorang ibu yang baik untuk Amyra .


" Amyra nenek sudah lama menunggu mu tapi kau tidak pernah datang pada nenek " ujar Dahlia yang terus menerus memeluk cucu nya itu .


" Aku baik baik saja nek , nenek jangan khawatir " ujar Amyra menenangkan .


" Baik baik apa nya nenek tahu saat itu kamu pasti sangat sedih dan stres nenek slalu menunggu mu tapi kau tidak pernah datang " ujar Dahlia yang khawatir akan keadaan Amyra di masalalu .


FLASBACK ON


Dahlia sedang menonton siaran berita di telivisi rumah nya tanpa di sadari ada berita tentang cucu nya Amyra yang terlibat skandal dengan Rizky saat itu . Dan tidak sedikit orang menyalahkan dan menyudutkan Amyra yang bersalah dan di tuduh sebagai pelakor karna Amyra tertangkap basah bertemu dengan Rizky di Hotel .


Foto yang beredar saat itu adalah foto yang dimana Amyra memeluk dan mencium Rizky di depan kamar hotel. Berita itu pun sampai menjadi trending topik dan disini Amyra lah yang di sudutkan tidak sedikit para wanita , ibu ibu yang membenci diri nya karena perlakuan nya yang menggoda suami orang .


" Lastri.. Lastri.. " panggil Dahlia , Lastri pun menghampiri Dahlia yang duduk di ruang keluarga seraya menonton berita .


" Iya nyonya " sahut Lastri yang sudah menghampiri Dahlia


" Panggilkan Tarjo kemari " ujar Dahlia panik . Lastri pun bergegas memanggil pak Tarjo yang menjabat sebagai sekertaris pribadi Dahlia .


Tak lama kemudian Tarjo pun menghampiri Dahlia yang duduk di sofa . " Nyonya apa yang bisa saya bantu " ujar Tarjo .


" Tolong kamu cari cucu ku Amyra bawa dia kemari aku khawatir pada nya " ujar Dahlia khawatir .


" Cari kemana bu " ujar Tarjo yang bingung harus mencari kemana karena tidak tahu tempat tinggal Amyra .


" Cari saja kemana pun yang penting kau menemukan nya cari di sekitar kota ini bila perlu ke luar kota " perintah Dahlia agar Tarjo cepat mencari nya , Tarjo pun bergegas pergi menjalankan tugas nya .


Sedangkan Dahlia mencoba menghubungi Rosa untuk memberitahu keadaan putri nya tapi tidak ada jawaban itu membuat Dahlia kesal " Kemana anak ini , di saat putri nya ada masalah dia sama sekali tidak peduli ibu macam apa dia " gerutu Dahlia " Ya tuhan .. kepala ku .. " ujar Dahlia yang memegangi kepala ya yang sakit . Lastri yang melihat itu langsung menghampiri Dahlia " Nyonya , apa nyonya mau ke rumah sakit " ujar Lastri panik dan khawatir .


" Tidak usah , aku tidak apa apa " ujar Dahlia yang sudah agak tenang , Lastri pun memberikan segelas air minum untuk nya . Setelah selesai minum Dahlia kembali menghubungi seseorang dengan ponsel nya tapi kali ini Dahlia mencoba menghubungi Amyra .


Hasil nya tetap sama tidak ada jawaban itu membuat Dahlia cemas dan khawatir saja. Sedangkan Tarjo masih belum memberi kabar tentang Amyra pada Dahlia .


FLASBACK OFF


" Nenek Amyra sekarang ada di depan nenek , nenek bisa lihat kan bahwa aku baik baik saja " ujar Amyra meyakinkan Dahlia bahwa dirinya baik baik baik saja dan Dahlia pun sedikit tenang sekarang .


" Nenek tidak usah khawatir aku baik baik saja dan nenek harus tahu sekarang aku seorang model internasional nama ku sudah terkenal di london " ujar Amyra mencoba menghibur Dahlia yang kini sedang tersenyum ke arah nya .


" Kalau seperti itu nenek ikut senang dan bahagia " ujar Dahlia seraya mengelus lembut rambut Amyra .


" Tentu, karena ini impian nenek bukan ? nenek selalu ingin aku menjadi seorang model dan aku sudah mewujudkan nya " ujar Amyra seraya menggenggam tangan Dahlia .


" Masih ada keinginan ku yang belum kau wujudkan " ujar Dahlia menatap teduh mata Amyra " Tinggal lah bersama nenek jangan kembali ke london tinggal di sini saja , biarkan ibu mu sendiri disana dia tidak akan menuruti apa kata nenek " pekik Dahlia yang mendelik ke arah Rosa .


" Nenek.. aku dan ibu akan menemani nenek di sini sampai nenek sembuh " ujar Amyra yang tersenyum .


" Aku ingin kalian selama nya disini " ketus Dahlia . Amyra dan Rosa hanya saling tatap mereka pun tersenyum tipis ketika melihat Dahlia yang manja agar di turuti ke inginan nya .


" Iya nenek .. " ujar Amyra sambil memeluk nenek nya


" Ibu , kenapa jadi manja seperti ini " ujar Rosa yang geli melihat tingkah ibu nya yang manja. di saat mereka saling bercanda , tertawa , Lastri datang membawa sepiring kue yang sudah di potong potong dan memberikan nya kepada Rosa .


" Ibu makan lah kue ya dulu , ibu harus cepat makan agar ibu cepat sembuh " ujar Rosa seraya menyodorkan sepotong kue ke mulut Dahlia .


" Tidak , aku tidak mau " ucap Dahlia yang memalingkan wajah nya dari tangan Rosa yang menyodorkan sepotong kue " Aku lebih baik sakit saja agar kalian tidak pergi lagi , kalau aku sembuh kalian pasti akan meninggalkan ku " geruru Dahlia dengan wajah ngambek nya .


" Ibu .. " pekik Rosa


" Nenek , kenapa nenek seperti anak kecil , ayok sini biar aku suapi " ujar Amyra seraya memberikan sepotong kue ke mulut Dahlia dan Dahlia pun memakan kue itu dengan lahap . Amyra memang sangat pintar membujuk nenek nya yang lagi ngambek .


Lastri pun tersenyum bahagia melihat ke akraban mereka bertiga yang sudah lama tidak bersama dan Lastri sangat senang ketika melihat Dahlia yang tersenyum senang .