![Amyra [ ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/amyra----.webp)
Rizky masuk ke dalam toko sedangkan Amyra fokus berbicara pada sambungan telepon nya jadi Amyra tidak sempat melihat Rizky di sana.
Tak lama kemudian mama Rosa pun keluar dari toko dengan membawa paper bag di kedua tangan nya lalu masuk ke dalam mobil yang Amyra tumpangi .
" Mama sudah selesai " ucap Amyra setelah menutup sambungan telepon
" Sudah " ujar Rosa seraya menaruh paper bag itu di bawah jok kursi ." pak jalan nya " perintah Rosa pada pak Tarjo .
" Baik bu " ujar pak Tarjo yang langsung melajukan mobil nya . Mobil Amyra dan Rosa pun pergi meninggalkan toko kue .
Tidak lama kemudian Rizky pun keluar dari dalam toko membawa satu buah paper bag yang terdapat kue di dalam nya .
Rizky berjalan menuju mobil nya setelah sampai Rizky pun membuka pintu mobil bagian belakang lalu masuk kedalam mobil dan duduk di samping Amyra dan Anita .
" Sudah dapat kue nya Riz ?" tanya Anita setelah Rizky duduk .
" Sudah ma " jawab Rizky singkat sambil memperlihatkan paper bag yang ia bawa tadi .
" Sayang lihat papa sudah beli kue nya " ujar Rizky sambil memperlihatkan kue coklat itu pada Amyra .
" Asik..kue coklat " ujar Amyra senang karena kue coklat nya sudah ada .
" Amyra mau beli apa lagi ? nanti papa beliin " ujar Rizky sambil mengelus rambut Amyra
Sejenak Amyra berpikir apa lagi yang mau dia beli setelah itu Amyra berkata " Aku mau pulang aja pa , cape " ucap Amyra gemas .
membuat semua orang yang ada di dalam mobil gemas terutama Anita " owh.. cucu oma cape ya ? ya udah kita langsung pulang aja ya kita makan kue coklat nya di rumah aja " ujar Anita sambil tersenyum ke arah Amyra .
" Iya oma , kasihan papa juga pasti cape " ujar Amyra seraya menatap wajah Rizky .
" Owh.. mengerti sekali sama papa nya " ujar Anita yang kagum terhadap Amyra yang semakin pintar dan lucu .
" Ya udah Ken langsung jalan " perintah Anita pada Ken agar segera melajukan mobil nya .Ken yang mendengar perintah itu langsung melajukan mobil nya meninggalkan toko kue .
...----------------...
Amyra dan Rosa langsung menuju rumah sakit dimana nenek nya sedang di rawat . Pak Tarjo menghentikan mobil nya di lobby rumah sakit setelah itu Amyra dan Rosa pun turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah sakit dan Tarjo memparkirkan mobil nya di tempat parkir yang sudah di sediakan .
Rosa berlari kearah meja resepsionis untuk menanyakan di ruangan mana ibu nya di rawat karena tadi sempat lupa bertanya pada pak Tarjo.
" Permisi mba " ucap Rosa setelah sampai di meja resepsionis
" Ada yang bisa saya bantu " sahut perawat penjaga resepsionis .
" Kamar bu Dahlia sebelah mana nya ?" tanya Rosa panik .
" Sebentar nya bu saya cek dulu " ujar perawat itu sambil melihat layar laptop di depan nya untuk mencari nama yang di sebutkan Rosa tadi . " Bu Dahlia di rawat di ruang VIV2 bu dari sini ibu lurus saja nanti belok kiri nomor kamar nya no 203 ya bu " ucap perawat itu dengan ramah .
" Terima kasih " ucap Rosa setelah mendapatkan jawaban dari perawat tadi lalu Rosa pun langsung berlari menuju ruang VIV2 sesuai yang di arahkan perawat tadi . Sedangkan Amyra berjalan santai di belakang nya .
Cklek..
Rosa membuka sebuah pintu ruang inap yang terdapat ibu nya di sana terlihat seorang wanita tua berbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan selang infus di tangan nya yang di temani seorang wanita yang menunggu nya .Rosa pun menghampiri ibu nya yang terbaring di atas ranjang .
" Ibu.. " sahut Rosa yang berjalan menghampiri Dahlia yang tengah berbaring .
" Ibu.. " sahut Rosa lagi saat sudah sampai di depan Dahlia , Rosa menggenggam tangan ibu nya itu dengan khawatir . Dahlia yang merasakan tangan nya di genggam pun menoleh ke arah Rosa yang sekarang sudah duduk di samping nya .
" Kau .. " ucap Dahlia dengan suara lemah
" Iya ibu ini aku Rosa " ujar Rosa yang mencium tangan Dahlia , sedangkan Dahlia memalingkan wajah nya ketika mendengar nama Rosa seakan jijik melihat nya .
" Ibu .. " ujar Rosa yang terus menerus memanggil ibu nya tapi tidak di hiraukan nya
" Bertahun tahun kamu pergi dan sekarang baru kembali " ujar Dahlia yang masih memalingkan wajah nya .
" Aku dengar ibu sakit jadi aku langsung kembali , aku mengkhawatirkan mu ibu " ujar Rosa dengan raut wajah sedih nya sedangkan Dahlia masih memalingkan wajah nya .
" Siapa yang memberi tahu nya ?" ujar Dahlia yang menatap tajam seorang wanita yang berdiri di ujung ranjang . Wanita itu adalah Lastri dia adalah seorang asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja dengan Dahlia bahkan saat Rosa masih muda . Lastri lah yang merawat Dahlia setiap hari selama sakit pun Lastri yang selalu merawat nya . Sebenar nya bukan hanya kali ini saja Dahlia sakit tapi memang sudah sangat sering mungkin karena usia Dahlia yang sudah tak muda lagi dan memang Dahlia juga punya penyakit yang di deritanya .
Setiap kali sakit Dahlia tidak pernah memberitahukan anak anak nya terutama Rosa karena memang semua anak nya tinggal jauh di luar negri untuk mengurus pekerjaan mereka disana . Tapi kali ini Lastri menghubungi Rosa karna bagaimana pun juga Rosa adalah putri nya dia harus tahu keadaan ibu nya yang sering sakit - sakitan.
" Maaf nyonya , saya yang memberitahu bu Rosa " ujar Lastri gugup karena tatapan tajam dari Dahlia .
" Kenapa kamu memberitahu nya ? sudah ku bilang jangan pernah memberitahu nya dia sama sekali tidak akan peduli " ujar Dahlia yang masih memalingkan wajah nya dari Rosa .
" Ibu ..memang nya kenapa ? kalau Lastri memberitahu ku ?" ujar Rosa yang berusaha menyentuh punggung Dahlia agar berbalik pada nya .
" Ibu , lihat lah aku " ujar Rosa yang kini sudah membuat Dahlia membalikan tubuh nya dan menatap Rosa ." Maaf , maaf kan aku " ujar Rosa yang merasa bersalah karena tidak pernah mengunjungi ibu nya .
" Diamlah, untuk apa kau meminta maaf " ketus Dahlia yang memayunkan bibir nya seperti anak kecil yang marah pada ibu nya .
" Kau tahu ibu ini khawatir pada mu , kau tidak pernah mengunjungi ku kau hanya sibuk dengan urusan mu " ujar Rosa yang meluapkan kekesalan nya
" Maaf " hanya kata itu yang bisa Rosa ucapkan . Karena memang Rosa yang bersalah selama tinggal di london Rosa tidak pernah ada waktu untuk mengunjungi ibu nya di indonesia dia selalu sibuk dengan pekerjaan nya .
" Ibu , maaf " ucap Rosa memelas membuat Dahlia tidak tega melihat wajah sedih anak nya itu .
" Sudahlah kau jangan menangis aku sudah memaafkan mu " ujar Dahlia yang tak tega melihat raut wajah sedih Rosa . Rosa pun tersenyum dan memeluk ibu nya .
" Ibu aku rindu ibu " ujar Rosa manja .
" Sudah jangan memeluk ku seperti ini , kau bisa membunuh ku nanti " pekik Dahlia karena Rosa menindih selang infus di tangan nya , menyadari kesalahan nya Rosa pun langsung melepas pelukan nya dan kembali duduk di kursi ya. " Maaf, aku terlalu senang ibu " ujar Rosa .
" oh ibu aku bawakan kue kesukaan ibu " ujar Rosa sambil membuka kue yang di beli nya tadi " Bu Lastri tolong siapkan untuk ibu nya " ujar Rosa menyuruh Lastri untuk memindahkan kue nya ke atas piring dan Lastri pun mengambil kue itu .
" Kau masih ingat kesukaan ibu " ujar Dahlia yang terharu .
" Tentu ibu , aku ini anak ibu aku tahu kesukaan ibu walaupun jauh aku tetap ingat pada ibu " ujar Rosa seraya tersenyum ke arah Dahlia
" Tidak bisa kah kau tinggal disini saja , jangan kembali lagi kesana kau lebih memilih tinggal di negri orang dan jauh dari ibu kau sama saja dengan Hendra " ujar Dahlia yang terus mengomeli Rosa tapi Rosa tidak menyanggah perkataan Dahlia karena bagi nya omelan Dahlia adalah hal yang paling dia rindukan .
" Lalu dimana suami mu ? apa dia tidak ikut menjenguk ibu kalian ini sama saja " ketus Dahlia yang masih mengomel . Tapi kini raut wajah Rosa berubah menjadi sedih ketika Dahlia menyebut nama suami nya dan pelan pelan Rosa menjelaskan pada Dahlia .
" Ibu , mas Hendra sudah tiada " ujar Risa dengan suara berat membuat Dahlia tercengang " Apa ? ma..maksud mu Hendra " belum sempat melanjutkan perkataan nya Rosa sudah menyanggah nya . " Mas Hendra sudah meninggal " reflek ucapan Rosa itu membuat Dahlia terkejut karena tidak tahu bahwa Hendra sudah meninggal.
" Kau .. kau anggap aku ini apa , suami mu meninggal saja kau tidak memberitahu ku " pekik Dahlia yang begitu marah juga kecewa .
Dahlia mendadak sesak nafas dia terus menerus memegang dada nya yang kesakitan .
karena memang Dahlia punya penyakit asma , jantung , dan yang lain nya bisa di bilang penyakit nya itu komplikasi. Jadi setiap emosi , terkejut atau banyak pikiran dan stres itu semua bisa membuat asma ya kambuh .
Dahlia terus menghela nafas mencoba mengatur nafas nya agar normal kembali tapi Rosa yang melihat itu jadi panik " Ibu .. ya tuhan ... bagaimana ini , ibu.. 🥰" ujar Rosa panik . Rosa langsung menekan bel untuk memanggil dokter juga perawat .
...----------------...
Terimakasih yang sudah mampir 🙏😘
Jangan lupa untuk Like & Vote nya ya ☺☺
Jangan lupa juga mampir ke season pertama nya " Surga yang ku impikan " .
Terimakasih ❤