Amyra [ ]

Amyra [ ]
Bunga untuk Amyra


"Jessi ." panggil seseorang dari belakang . Merasa nama nya di panggil Jessi pun menoleh . Jessi mendongakkan kepalanya alangkah terkejut nya Jessi melihat orang yang ada di hadapan nya sekarang . Sampai Jessi menelan saliva nya sendiri .


"Rizky ." ucap Jessi yang masih terkejut . Begitu juga Rizky yang heran melihat Jessica depan makam nya Aisyah ."Kenapa kamu disini ?" pertanyaan Rizky membuat Jessica gugup .


Rizky .. kenapa ada Rizky , apa Rizky dengar ucapan ku tadi ? gawat kalau sampai Rizky dengar . " Batin Jessica .


Jessica gugup karena takut Rizky mendengar ucapan nya , Jessi takut Rizky tahu bahwa Jessi yang telah membuat istri nya meninggal


"Jessi , kamu kok bisa ada di sini ? di makam nya Aisyah ?" tanya Rizky yang menatap heran Jessica .


Jessi pun berdiri , menyetara kan tingginya dengan Rizky . " Hmm.. aku abis ziarah ke makam nya temen terus aku sekalian ziarah juga ke makam nya Aisyah ." ucap Jessi gugup .


"Kamu kok tahu makam nya Aisyah ? "


"Oh , itu tante Anita yang kasih tahu ." jawab Jessi .


"Untung saja aku tadi mampir dulu ke rumah tante Anita ." batin Jessi yang merasa lega .


"Oh begitu ." gumam Rizky .


"Kamu mau ziarah juga Riz? silahkan ,aku sudah dari tadi kok , aku mau pulang sekarang kalau begitu aku duluan ya Riz ." Jessi berlalu pergi meninggalkan Rizky seorang diri . Namun Rizky tidak terlalu memperdulikan nya Rizky kembali pada niat nya untuk berziarah . Memang hampir setiap hari Rizky selalu meluangkan waktu nya untuk berziarah ke makam istri nya .


****


Amyra sudah pulang dari sekolah dengan wajah ceria , Amyra tidak sabar ingin segera masuk ke kamar nya dan membayangkan wajah ibu nya .


"Cimoy , kenapa sih kok seneng banget ? cus kepo dong ." goda Mia .


"Rahasia cus ."


"Yah, cimoy gak asik sekarang sudah main rahasia - rahasiaan ."


haha.. Amyra hanya tertawa melihat ekspresi Mia yang memanyunkan bibir nya . Tiba - tiba Amyra teringat sesuatu .


"Cus, aku mau telepon papa ." ucap Amyra yang mendongakkan kepalanya yang menatap ke arah Mia .


"Cimoy mau telepon papa ? " Amyra pun mengangguk . Mia langsung merogoh kantung celana nya untuk mengambil ponsel nya lalu menghubungi Rizky papa nya Amyra .


****


Rizky yang saat itu dalam perjalanan pulang dari pemakaman pasir putih menuju kantor nya mendapat telepon dari Mia , Rizky pun mengambil earphon bluetooth nya lalu mengangkat panggilan dari Mia .


"Halo Mia , ada apa ? " tanya Rizky pada sambungan telepon .


"Halo pa , ini aku." jawab Amyra di ujung sana.


"Sayang , ada apa nak ? tumben telepon papa ." ucap Rizky sembari menyetir .


"Pa, aku mau tanya bunga nya udah di kasih tante baik belum ? " Amyra yang teringat bunga yang dia titipkan untuk Amyra .


"Oh iya , bunga itu aku lupa ." batin Rizky


"Papa lupa sayang ."


"Papa kok lupa ? ."


"Iya , maaf nya sayang .. Papa janji ,sekarang papa akan kasih bunga nya sama tante baik ya ."


"Janji ya pa ?"


"Iya , papa janji . Ini lagi di jalan mau ke kantor nanti saat sampai di kantor papa langsung kasih bunga nya ."


"Makasih ya pa ,bilang dari aku ya pa ."


"Iya , sayang ."


"Oh , iya pa , nanti kirim foto nya ya ? tante baik saat pegang bunga dari aku ." ucap Amyra gemas .


"Iya sayang ."


"Udah dulu ya pa , ini handphone nya cus Mia . dadah papa " Tut. Amyra pun menutup sambungan telepon nya .


Amyra ,Amyra , pake kasih bunga segala nanti kalau Amyra gak mau terima bagaimana


Rizky bergulat dengan hati nya .


Tak lama kemudian Rizly sampai di kantor nya , Rizky memparkirkan mobil nya terlebih dulu . Setelah itu turun dari mobil tak lupa juga membawa bunga nya .


Kalau bukan karena permintaan Amyra putri nya , Rizky malas sekali memberikan bunga nya Rizky takut akan menjadi salah paham nanti nya .


Sedangkan di dalam , Amyra sedang melakukan pemotretan dan baru saja selesai .


"Mba Amyra , untuk hari ini cukup sampai sini saja . Kalian semua bisa istirahat sekarang ." ucap seorang Fotograper.


Amyra pun melangkah menuju meja rias nya dan juga ingin mengganti pakaian nya . "Lumayan juga untuk hari ini , sangat lelah ." gumam Amyra sembari meregangkan otot - otot leher nya . Tiba - tiba ada seseorang yang memangil nya .


"Amyra ." panggil orang tersebut .


Amyra pun menoleh ."Iya?"


"Di panggil pak Rizky , di suruh keruangan nya sekarang ." ucap orang itu yang tak lain sekretaris nya Rizky .


"Ada apa ya ?"


"Mm.. iya , makasih ya Sis ?" ucap Amyra .


"Sama - sama , saya permisi dulu ." ucap Siska dan berlalu pergi .


Ada apa ya aku di panggil ? apa aku melakukan kesalahan ?


Tanya nya dalam hati .


Amyra pun langsung melangkahkan kaki nya menuju ruangan CEO .


Tok,tok,tok,


Ketuk Amyra pada pintu saat sudah sampai di depan ruangan CEO .


"Masuk ." sahut Rizky dari dalam . Amyra pun membuka pintu lebar lalu masuk menghampiri Rizky .


"Hai Riz, kamu memanggil ku ?" tanya Amyra yang sudah di hadapan Rizky .


"Iya , silahkan duduk ." ucap Rizky mempersilahkan Amyra untuk duduk . Amyra pun duduk di sofa yang kosong begitu juga Rizky .


"Ada apa ya Riz ? " tanya Amyra .


"sebenar nya .. " ucap Rizky tertahan karena Amyra menyanggah nya .


"Apa ini tentang pekerjaan ? apa pemotretan ku kurang maksimal ? " sanggah Amyra .


"Bukan , ini tidak ada hubungan nya dengan pekerjaan ."


"Oh , lalu apa ? "


Bagaimana ini , mulai dari mana ya ? apa aku harus langsung berikan bunga ini saja ? kalau nanti salah paham bagaimana ?


Batin Rizky yang gugup , sembari memegang setangkai bunga mawar yang di sembunyikan nya dari belakang tubuh nya .


"Rizky ?" seru Amyra , yang menatap Rizky bingung .


"Hmm.. bagaimana luka mu ? apa sudah sembuh ? " tanya Rizky tiba - tiba .


"Sudah sembuh , tinggal bekas nya saja kaki ku juga sudah tidak sakit lagi ." jawab Amyra terheran - heran .


Apa Rizky memanggil ku hanya untuk menanyakan itu ? aku kira ada apa , apa mungkin Rizky masih peduli pada ku


Amyra bergulat dalam hati nya .


"Riz, hanya itu saja ? apa ada lagi yang mau di bicarakan ? kalau tidak aku akan pergi ." ujar Amyra yang mulai gugup .


"Tunggu dulu ada yang harus aku berikan pada mu ." ujar Rizky .


"Apa ?." tanya Amyra yang menatap Rizky . Rizky tidak menjawab nya . Rizky langsung memberikan bunga mawar itu kepada Amyra .


Membuat Amyra terpaku , kedua bola mata nya membulat sempurna bibir nya seakan terkunci tidak percaya apa yang di lihat nya , Rizky memberikan bungan untuk nya .


"Apa ini? "


"Bunga , untuk mu ."


Deg, detak jantung nya mendadak tidak teratur tak menyangka dengan apa yang dia dengar , Rizky memberikan bunga untuk nya .


Amyra menerima bunga itu dengan ragu , kenapa tiba - tiba Rizky memberi nya bunga ? itu yang menjadi pertanyaan untuk nya .


"Terima kasih ." ucap Amyra ,tersenyum manis .


"Itu dari Amyra , dia menyuruh ku untuk memberikan nya pada mu ."


Deg, hati Amyra bagai tertusuk duri , rasa nya sakit sekali setelah mendengar kenyataan bahwa bunga itu bukan dari Rizky melainkan dari putri nya . Rizky memberikan nya karena titah Amyra putri nya . Ada rasa kecewa dalam hati nya .


"Amyra ? "


"Iya , Amyra juga menyuruh ku untuk memotret mu dan juga bunga nya , Amyra ingin bukti kalau kamu sudah menerima bunga nya . " Ucap Rizky yang membuat Amyra sedih .


"Amyra , bolehkan aku mengambil foto mu ? "


"Iya , boleh ."


Rizky pun mengambil foto Amyra dengan ponsel nya , untuk di perlihatkan pada Amyra nanti .


"Amyra pasti senang , melihat foto ini ." ucap Rizky setelah memotret Amyra .


"Kalau begitu aku permisi ya Riz ."


"Iya ,terima kasih ya Amyra karena telah menerima bunga nya ."


Amyra hanya menjawab dengan senyuman , walau sebenar nya hati nya sakit mata nya pun mulai berkaca - kaca .


Amyra pergi begitu saja dengan perasaan yang tak bisa di artikan , dada nya terasa sesak saat ini. Air mata nya pun tak bisa terbendung lagi , Setelah keluar dari ruangan CEO , Amyra langsung menyenderkan tubuh nya pada tembok samping pintu ruangan CEO , Hati nya benar - benar sakit saat ini .


Aku sudah bahagia Riz , saat kamu memberikan bunga ini untuk ku namun , apa hanya karena Amyra kamu memberikan bunga ini ? Apa tidak ada sedikit saja rasa di hati mu untuk ku Riz , walaupun hanya memberikan bunga ini saja .


Batin Amyra. Air mata nya terus mengalir tanpa henti .


Kenapa sulit sekali untuk menghilangkan rasa ini rasa yang sudah lama aku kubur dalam - dalam , kenapa kembali sesak .