Amyra [ ]

Amyra [ ]
Jodoh


Rizky sudah sampai di apartemen Amyra , Rizky hanya mengantarkan Amyra saja sampai depan pintu apartemennya setelah itu Rizky berlalu pergi .


"Rizky ." sahut Amyra ketika Rizky melangkahkan kaki nya untuk pergi. Rizky pun berbalik menatap Amyra yang berdiri di ambang pintu.


"Terimakasih ." ucap Amyra , Rizky hanya tersenyum lalu kembali melangkah meninggalkan Amyra yang menatap kepergiaannya .


Sikap Rizky masih sama seperti pertama bertemu dingin . Mungkin Rizky hanya kasian saja melihat Amyra , Rizky hanya membantu Amyra saja tidak lebih dari itu.


Di tempat lain Nico sangat gelisah karena telah mengetahui bahwa Amyra sudah kembali bertemu dengan Rizky , bahkan hampir setiap hari mereka akan bertemu karena mereka bekerja di tempat yang sama .


"Aku tidak bisa terus begini , aku harus lakukan sesuatu ." gumam Nico gelisah .


Nico pun memutuskan untuk menghubungi Rizky , Nico mengambil ponsel nya lalu menghubungi Rizky .


...Telepon...


"Iya Nico ." ucap Rizky di ujung sana


"Hai , riz apa kabar ?." tanya Nico


"Baik , kenapa ? tumben nanyain kabar ."


"Nggak apa - apa , cuman pengen tahu kabar mu aja karena saat aku pulang kemarin kita tidak sempat mengobrol bukan." timpal Nico .


"Oh , ya ada yang ingin aku beritahu , aku lupa memberitahu mu ." ucap Nico


"Apa ? ." tanya Rizky di ujung sana .


"Aku dan Amyra sudah resmi jadian , aku benar - benar tidak percaya , aku sangat senang ." ucap Nico .


"Aku juga tidak tahu kalau ternyata Amyra bekerja di perusahaan mu . Riz apa kau senang mendengar kabar gembira ini kenapa kau diam ." ucap Nico yang tak mendengar jawaban dari Rizky .


"Apa kau tidak akan mengucapkan selamat pada kakak mu ini ." ucap Nico yang sengaja memanasi Rizky , seolah memberi tahu bahwa Amyra adalah miliknya .


"Ah , iya selamat akhir nya kamu bersama Amyra resmi jadian , aku turut bahagia ." ujar Rizky dengan nada rendah .


"Ya , aku juga sangat bahagia ." ujar Nico yang tersenyum tipis .


"Aku tidak akan menyia - nyiakan Amyra , aku akan menyayanginya ,mencintainya dengan tulus dan aku tidak akan pernah menyakitinya " ucap Nico sedikit menusuk karena menyinggung Rizky.


"Hanya itu saja yang ingin aku sampaikan, sangat di sayangkan jika adik ku ini tidak mengetahui kabar gembira ini , salamkan salam ku pada papa ." tut. ucap Nico lalu menutup sambungan teleponnya .


"Semoga dengan ini kamu akan mengerti Riz, dan kamu tidak bisa mendekati Amyra lagi karena Amyra hanya milik ku ." gumam Nico yang sudah menutup telepon nya


Rizky hanya menghela nafas setelah sambungan telepon itu di tutup.


"Menyayangi , mencintai , tidak akan menyakiti , untuk apa Nico bilang semua itu pada ku ." gumam Rizky yang tersenyum tipis . Lalu pergi dari apartemen Amyra .


...----------------...


Amyra dan Anita akhirnya sudah sampai di rumah , Amyra begitu senang karena pulang sekolah .


"Mia , mandikan Amyra ya ." ucap Anita yang menyuruh Mia untuk segera memandikan Amyra .


"Iya bu bos ." ucap Mia


"Ara , kita mandi dulu yuk biar wangi."


"Ayo cus, "


Amyra dan Mia pun pergi menuju kamar Amyra . sedangkan Anita menuju kamarnya .


Di dalam kamar Anita melihat Chandra yang terduduk merenung seraya menatap selembaran kertas di tangannya .


"Sedang ngapain ?." tanya Anita seraya menaruh tas nya di atas nakas ." Apa itu ?" sambung Anita yang mengambil selembar kertas dari tangan Chandra .


"Surat cerai ." ucap Anita tertahan dirinya langsung menatap ke arah Chandra lalu kembali menatap surat itu.


"Isabel meminta cerai dari mu ? ." tanya Anita yang menatap lekat mata Chandra .


Chandra hanya mengangguk sebagai jawaban .


"Kenapa? "


"aku juga tidak tahu , sepertinya aku harus menemui Isabel dan menanyakannya langsung ." ucap Chandra


"Kenapa tidak mendatangani nya saja , bukan kah dia ingin kau menandatangani nya." ucap Anita yang tidak habis pikir pada Chandra kenapa harus menemui isabel lagi , semuanya sudah jelas Isabel yang meminta cerai .


"Aku hanya ingin tahu alasan nya saja , kenapa tiba - tiba dia meminta cerai aku ingin tahu lebih jelas " ucap Chandra .


"Terserah kau saja , aku sudah pusing memikirkan nya di tambah lagi Amyra , Amyra kembali ." ucap Anita yang membuat Chandra terkejut .


"Amyra ? maksud mu .." ucap Chandra tertahan karena di sanggah oleh Anita .


"Amyra kisara , dia sudah kembali dan sekarang dia bekerja di perusahaan Rizky , apa mereka akan kembali bersama ?." ucap Anita yang mengira saja .


"Kenapa tiba - tiba kembali , dulu dia pergi begitu saja sekarang dia juga kembali tiba - tiba , apa Amyra sudah tahu kalau Aisyah meninggal , itu sebabnya Amyra kembali ." ucap Chandra yang mengira saja .


"Tante baik ? jadi tante baik itu Amyra ." ucap Chandra yang menatap Anita , Anita pun mengangguk .


"Bagaimana kalau mereka kembali bersama , apa ini yang dinamakan jodoh mungkin tuhan mempertemukan mereka kembali dan memilih Amyra untuk menjadi ibunya Ara ." ucap Anita .


Tanpa mereka ketahui Amyra kecil mendengar pembicaraan mereka .


"Ibu , Jodoh ? ." gumam Amyra kecil di balik pintu .


"Amyra .. ." sahut Mia memanggil Amyra dari jauh .


"Kamu ternyata disini ngapain ? mau ke kamar oma ?." tanya Mia yang sudah menghampiri Amyra.


"Nggak cus , oma sama opa lagi ngobrol ." ucap Amyra gemas .


"Amyra.."


"Ara cus ." sanggah Amyra kecil.


"Oh iya cus lupa , Ara nguping obrolan oma dan opa ya ? gak boleh pamali ." ucap Mia menasehati Amyra .


"Enggak kok cus , tadi aku mau ke kamar Oma , eh .. gak sengaja denger " timpal Amyra


"Itu sama aja cimoy ." ucap Mia


" Kok, cimoy ?."


"Cimoy itu chubby dan gemoy ." ucap Mia yang di akhiri senyuman membuat Amyra tertawa .


"Lucu juga ya cus , cimoy ." ucap Amyra yang masih tertawa .


"Mulai sekarang cus panggilnya cimoy aja ya ."


"Boleh cus ." ucap Amyra gemas .


"Ya udah cimoy sekarang makan siang dulu yuk , jangan nguping pamali ." ucap Mia yang mengajak Amyra untuk pergi dari kamar Anita .


"Tunggu dulu cus ." ucap Amyra yang menghentikan langkah Mia untuk menuntunnya .


"Apa cimoy ?"


"Aku mau nanya cus ." ucap Amyra gemas .


Mia pun menghela nafas , seraya berjongkok menyetarakan tinggi tubuhnya dengan Amyra


" Nanya apa cimoy."


"Jodoh itu apa sih cus ?." pertanyaan Amyra membuat Mia terkesiap dan bingung sendiri .


"Nih anak ngapain nanya - nanya ginian , gue mau jawab apa takut salah ngomong gue ." batin Mia yang bingung sendiri .


"Cus , kok diem ."


"Tadi cimoy tanya apa ?."


"Jodoh itu apa cus ?."


"Cimoy tahu dari mana kata itu ?"


"Tadi gak sengaja denger cus , emang jodoh itu apa cus ? ." tanya Amyra yang semakin ingin tahu begitulah Amyra bila ada kata yang tidak di mengerti Amyra akan terus bertanya sampai dia tahu arti kata tersebut.


"Em..jodoh , jodoh itu berpasangan iya berpasangan " ujar Mia gugup karena takut salah bicara .


"Berpasangan cus ?."


"Iya berpasangan , seperti oma sama opa itu berpasangan."


"Berarti kita juga berpasangan ya cus aku sama cus "


"Kalau jodoh itu berpasangan antara cowok sama cewek misalnya oma sama opa ." jelas Mia .


"Kaya papa dan mama ya cus ."


"Nah , iya mama sama papa itu jodoh ."


"Apa oma sama opa mau cari jodoh untuk papa , tapi kan papa udah punya mama , apa jodoh papa itu akan jadi ibu aku cus ? terus mama aku gimana ?." pertanyaan bagai pertanyaan muncul dalam benak Amyra membuat Mia pusing mendengar nya dan bingung harus jawab apa .


"Cimoy kita makan dulu yuk , nanti makanan nya keburu dingin gak enak lagi ya ?." ajak Mia mengalihkan pembicaraan .


"Mba Kiki masakin nugget untuk cimoy , kita makan dulu yuk nanti nuggetnya di abisin sama mba Kiki loh ." rayu Mia .


"Jangan cus itukan nugget aku ."


"Makannya ayok , kita makan dulu ayok " ajak Mia yang menuntun Amyra ke ruang makan .