![Amyra [ ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/amyra----.webp)
Chandra sudah berada di dalam rumah Isabel dia duduk di ruang tamu , Isabel membawakan teh hangat untuk nya lalu meletakan teh itu di atas meja Isabel pun duduk berhadapan dengan Chandra.
" Sudah lama kita tidak bertemu , bagaimana kabar mu ? " Chandra memulai pembicaraan .
" Baik " Isabel tersenyum tipis " aku juga tidak menyangka kau akan datang kemari " ujar Isabel datar .
" Aku sedang perjalanan bisnis sekalian saja aku mampir aku ingin melihat keadaan kalian " ujar Chandra .
" Terimakasih sudah mampir , bagaimana kabar Anita ?" Isabel berbalik nanya .
" Dia baik , dia juga menitipkan salam untuk mu " ujar Chandra dengan tangan gemetar entah karena cuaca yang dingin atau kecanggungan di antara mereka .
Isabel pun bersikap sama , kedua nya merasa canggung setelah sekian lama tidak bertemu sampai bingung apa lagi yang harus di bicarakan selain menanyakan kabar satu sama lain .
" Minumlah teh nya selagi hangat " Isabel mencoba mencairkan suasana . Chandra pun mengambil cangkir teh di atas meja lalu meminum nya pelan.
" Dimana Nico ? aku tidak melihat nya " ucap Chandra seraya menyimpan cangkir teh nya kembali di atas meja .
" Dia sedang keluar mungkin bertemu teman teman nya " ujar Isabel .
Chandra menghela nafas sejenak sambil menyapu setiap sudut ruangan " Apa ini rumah mu dengan Toni " ucap Chandra lolos begitu saja .
" Hm.. " Isabel hanya bergumam.
" Memang tidak pernah berubah masih sama seperti dulu " Chandra teringat kembali pada mendiang sahabat nya itu , menatap setiap sudut ruangan dengan tatapan sendu .
Cklek..
Disaat Chandra sedang mengenang sahabat nya Toni tiba tiba terdengar suara pintu terbuka ternyata Nico " Mom " Nico melihat Isabel yang duduk di sofa lalu Nico menghampiri nya Nico belum menyadari kehadiran Chandra karena posisi duduk Chandra yang membelakangi Nico .
Saat hendak menghampiri Isabel langkah Nico terhenti tepat di samping sofa yang terdapat Chandra di sana " Papa " gumam Nico seraya melirik ke arah Chandra . Nico cukup terkejut dengan kehadiran Chandra di rumah nya .
Chandra pun berdiri dan tersenyum ke arah Nico " apa kabar " ucap Chandra
" Baik " ucap Nico yang sama canggung nya , Chandra pun memeluk Nico erat begitu juga Nico membalas pelukan nya . setelah lama berpelukan Nico pun duduk di samping Isabel.
" Bagaimana kabar kalian di jakarta ? terakhir aku dengar Aisyah melahirkan Rizky pasti senang dia sudah menjadi seorang ayah dan kau menjadi seorang kakek " ujar Nico .
" Hari hari kalian pasti sangat menyenangkan di tambah kehadiran seorang cucu Anita pasti sangat bahagia " Isabel ikut bahagia .
" Ya, mereka memberikan cucu yang sangat cantik juga lucu membuat hari hari kami menyenangkan , menjadi penghibur di saat kita sedih , menjadi penyemangat di saat kita lelah ." Chandra mengingat betapa lucu dan menggemaskan nya Amyra .
" Benarkah , jadi anak nya perempuan Aisyah dan Rizky pasti sangat bahagia " ujar Isabel .
" Saya harap juga begitu , Rizky akan melewati hari hari nya dengan bahagia " ujar Chandra tersenyum getir .
" Apa ada masalah " tanya Nico yang melihat kesedihan dari wajah Chandra . " Bukan kah seharusnya memang begitu bukan " tanya Nico penuh tanda tanya begitu juga Isabel kedua nya saling tatap satu sama lain lalu kembali menatap ke arah Chandra yang sedang menundukan kepala nya .
" Apa ada yang tidak kami ketahui ? apa terjadi sesuatu pada Aisyah ?" tanya Isabel berharap mendapat jawaban .
Chandra menghela nafas berat lalu menatap kembali kedua orang di hadapan nya dengan tatapan teduh nya dan berkata " Aisyah meninggal saat melahirkan " pernyataan Chandra membuat Isabel dan Nico terkejut tak percaya dengan apa yang di katakan nya .
Bukan hanya mereka yang tak percaya Chandra, Anita juga Rizky masih tak percaya dengan kenyataan yang mereka hadapi . Memang sudah 4 tahun lama nya Aisyah meninggalkan keluarga Chandra termasuk Amyra yang masih bayi saat itu .
" Aku masih tak percaya " ujar Isabel yang masih terkejut .
" Apa Rizky baik baik saja " Nico mencemaskan Rizky .
" Sangat sulit bagi nya untuk menerima semua ini tapi seiring nya waktu Rizky bisa melewati hari hari nya tanpa Aisyah apalagi sekarang dia memiliki putri yang sangat cantik juga lucu yang menemani hari hari nya , yang selalu membuat kami tertawa karena tingkah lucu nya " Chandra tersenyum getir . mengingat bagaimana Rizky melewati hari hari yang sulit
" Kenapa tidak ada yang memberitahu ku " ujar Isabel yang menyesal karena terlambat mengetahui semua ini.
" Tunggu , sebelum nya aku tahu Aisyah melahirkan dari Ken tapi dia tidak memberitahukan meninggal nya Aisyah " Nico ingat betul saat Ken memberitahu nya karena saat itu Nico sempat menghubungi Ken untuk menanyakan kabar mereka .
" Saat itu " Chandra mengingat kembali masa itu..
FLASBACK ON
RUANG OPERASI
Chandra dan Anita sudah lama menunggu di depan ruang operasi . Dengan wajah cemas , juga perasaan yang khawatir menunggu Aisyah yang sedang menjalankan operasi .
Aisyah mengalami kecelakaan cukup hebat membuat nya terluka parah bahkan bayi dalam kandungan nya terpaksa harus di keluarkan walau belum saat nya karena kehamilan Aisyah masih berusia 8 bulan belum waktu nya melahirkan .
" Mama " teriak Rizky yang berlari di ujung lorong menghampiri Anita juga Chandra yang menunggu di luar ruang operasi .
" Mama " Rizky terpaksa harus meninggalkan meeting nya dan berlari ke rumah sakit tidak lupa juga Ken yang ikut di belakang nya.
" Rizky " peluk Anita ketika Rizky sudah di depan nya
" Bagaimana keadaan Aisyah ma , apa benar dia akan melahirkan ? bukan kah ini terlalu awal usia kandungan nya baru 8 bulan " ucap Rizky panik .
" Duduk lah , biar dokter yang jelaskan nanti . Kita hanya berdoa semoga Aisyah dan bayi mu selamat " Anita tidak bisa menjelaskan apa yang tlah terjadi pada Aisyah , Anita tidak ingin membuat putra nya khawatir .
Mereka semua duduk di kursi tunggu dengan perasaan cemas karena operasi sudah 2 jam lama nya tapi belum ada tanda tanda keluar nya dokter .
Drt..drt.. drt..
Tiba tiba ponsel Ken berdering membuat Ken harus pergi ke tempat lain. " Pak saya permisi untuk angkat telepon dulu " Ken meminta izin kepada Chandra untuk mengangkat telepon nya Chandra pun mengangguk .
Ken pergi ke tempat yang tak jauh dari ruang operasi untuk mengangkat telepon nya
" Halo pak Nico " ucap Ken pada sambungan telepon .
" Ken apa kau sedang bersama papa atau Rizky aku menghubungi nya tapi tidak di angkat " ujar Nico di ujung sana.
" Saat ini mereka tidak bisa di ganggu kalau ada hal yang penting bisa sampaikan saja pada saya biar saya nanti yang menyampaikan nya " jelas Ken .
" Tidak apa apa Ken aku hanya ingin menanyakan kabar saja , memang ya ada apa ya sehingga tidak bisa di ganggu " tanya Nico .
" Kami semua sedang di rumah sakit karena bu Aisyah akan melahirkan " jelas Ken
" Maaf pak Nico saya harus menutup telepon nya nanti biar saya menghubungi bapak lagi " ujar Ken yang tiba tiba ingin menutup telepon nya karena melihat dokter ke luar dari ruang operasi .
Tut. Ken munutup telepon nya sepihak. setelah itu Ken melangkah ke ruang operasi .
Terlihat dokter keluar dari ruangan itu di temani suster yang menggendong seorang bayi .
" Alhamdulillah ibu dan bayi nya bisa tertolong selamat bayi anda perempuan " terlihat wajah sumringah dari mereka terutama Rizky ketika melihat bayi yang di gendong suster.
" Bayi anda terlahir prematur jadi kami harus membawa nya ke ruang khusus bayi anda butuh alat medis lain , karena lahir prematur nafas bayi tidak begitu kuat untuk bernafas jadi kami akan membawa bayi anda ke ruang inkubator " jelas dokter . suster itu pun membawa bayi itu ke ruang inkubator.
" Bagaimana keadaan istri saya " tanya Rizky khawatir .
" Istri anda .. " belum sempat dokter menjelaskan seorang perawat di dalam ruang operasi menghampiri dokter .
" Dokter , jantung ibu nya menurun , darah di kepala nya terus mengalir dia kehabisan darah bisa jadi ibu nya tidak bisa di selamatkan " ucap suster gugup dokter pun langsung kembali masuk ke dalam ruang operasi .
" Ma , kenapa darah keluar dari kepala nya apa dia terluka " pertanyaan Rizky membuat Anita bungkam karena Rizky tidak tahu Aisyah mengalami kecelakaan sebelum nya.
" Rizky , kamu harus sabar ya " Anita berbicara seraya menangis
" Ada apa ma , apa yang terjadi pada Aisyah " Rizky semakin khawatir .
" Aisyah mengalami kecelakaan " ucapan itu membuat Rizky terpukul bagaimana bisa istri nya mengalami kecelakaan tapi dia tidak mengetahuinya . Chandra dan Ken juga cukup terkejut bagaimana bisa itu terjadi .Entahlah Anita belum bisa menjelaskan nya yang di pikirkan nya sekarang hanyalah Aisyah dan Rizky .
Tidak lama kemudian pintu operasi terbuka semua orang langsung menatap ke arah pintu pertama dokter yang muncul Rizky langsung menghampiri nya dan bertanya keadaan Aisyah
" Dokter bagaimana keadaan istri ku " ucap Rizky cemas .
" Bagaimana keadaan menantu ku dokter " Anita juga ikut cemas . Semua nya cemas dan menatap dokter dengan tatapan sendu belum sempat dokter menjawab pintu operasi terbuka kembali tapi kali ini sebuah ranjang rumah sakit yang di dorong oleh suster dan tertutup selimut yang menutupi pasien yang ada di atas ranjang .
Semua terkejut melihat itu perlahan Rizky menghampiri ranjang itu lalu menyikap selimut putih dan ...
" Maaf kami tidak bisa menyelamatkan ibu nya kami sudah berusaha " ujar dokter yang menunduk .
Semua orang disana begitu terkejut mendapati Aisyah yang tertutup kain putih tangisan pun tidak bisa di tahan lagi Rizky yang begitu terpukul juga tidak bisa menahan tangisan nya tubuh nya lemas membuat nya terduduk di lantai Anita yang melihat Rizky langsung memeluk nya untuk menenangkan putra nya .
suster dan dokter pun membawa jenazah Aisyah ke ruang khusus.
Karena pihak keluarga masih terkejut dengan apa yang di lihat terpaksa Ken yang mengurus semua nya . membiarkan Chandra , Anita dan Rizky untuk menenangkan hati nya .
FLASBACK OFF.
Isabel tidak bisa menahan air mata nya ketika mendengar kisah itu , Rizky pasti mengalami hari hari yang sulit .