Amyra [ ]

Amyra [ ]
TEROBSESI


Rizky dan Amyra sudah sampai di rumah ada yang membuat mereka terkejut dengan kedatangan Chandra .


" Opa.. " teriak Amyra kecil berlari menghampiri Chandra .


" owh.. cucu opa " ucap Chandra seraya memeluk Amyra menciumi nya manja .


" Opa mau jemput aku ya " ujar Amyra gemas


" Opa mau ajak aku ke london kan opa " ucap Amyra polos membuat semua tertawa .


" Amyra mau ke london " tanya Chandra yang menirukan gaya bicara Amyra .


" Iya opa " jawab Amyra sambil menganggukan kepala .


" Oke , nanti kita ke london sama sama " ujar Chandra yang membuat Amyra happy.


" Asik.. " Amyra berjingkrak jingrak .


" Kamu sangat senang ya nak , ketemu opa " ujar Rizky dari belakang .


" Iya papa " jawab Amyra yang menoleh ke arah Rizky .


" Apa kabar pa " sapa Rizky yang memeluk Chandra begitu pula Chandra yang membalas pelukan Rizky .


" Baik " ujar Chandra seraya melepaskan pelukan nya .


" Cucu opa dari mana ? " tanya Chandra yang beralih menatap Amyra .


" Aku abis ketemu mama pa " jawab Amyra polos . Chandra menatap Rizky dan Anita bergantian berharap mendapat penjelasan .


" Aku mengajak Amyra ziarah ke makam Aisyah " ujar Rizky yang menjelaskan Chandra pun mengerti .


" Amyra sayang itu bawa apa di dalam kantong kecil " tanya Anita yang membungkuk agar tubuh nya setara dengan tubuh mungil cucu nya .


" Aku bawa ice cream oma " ucap Amyra seraya membuka kantong kecil nya .


" O ya , ice cream oma mau dong sayang " ucap Anita manja .


" Iya oma , ini untuk oma " ujar Amyra yang memberikan satu buah ice cream pada Anita .


" Makasih sayang " ucap Anita seraya menciut hidung Amyra gemas .


" Opa gak di kasih " ujar Chandra yang meminta ice cream juga .


" Ini untuk cus Mia , mba Kiki sama pak Ujang , gak ada buat opa . Habis opa gak bilang sih mau pulang " ucap Amyra gemas membuat semua nya tertawa .


" Ya opa gak kebagian " ujar Chandra malas .


" Opa minta om ganteng aja beliin , om ganteng beliin ice cream buat opa ya " ujar Amyra yang melirik ke arah Ken di belakang ya .


" Siap princess " ujar Ken seraya memberikan hormat pada Amyra .


" Oma opa aku mau ke belakang dulunya mau ngasih ice cream untuk mba kiki dan cus " ujsr Amyra gemas .


" Oh iya , ayo oma antar nanti ice cream nya keburu meleleh " ujar Anita yang menuntun Amyra menuju dapur .


" Papa kapan datang " tanya Rizky setelah Amyra dan Anita melangkah ke dapur .


" Baru saja , papa datang bersama Nico " ujar Chandra yang melangkah menuju kursi untuk duduk.


" Nico juga ikut " tanya Rizky yang juga ikut duduk bersama Chandra .


" Iya , tapi papa tadi sempat berpisah dengan Nico tidak tahu dia kemana , nanti juga Nico balik " ujar Chandra yang menyenderkan tubuh nya pada kursi .


" Apa tadi yang aku lihat itu Nico ya " batin Rizky yang merasa bertemu Nico di mini market .


" Rizky papa ke kamar dulu ya , papa mau istirahat " ujar Chandra yang beranjak dari kursi melangkah menuju kamar nya .


Sedangkan Rizky masih memikirkan Nico .


" Pak kita harus segera ke kantor sebentar lagi ada meeting " ujar Nico yang menyadarkan lamunan Rizky .


" Oh iya , kita berangkat sekarang " ujar Rizky yang beranjak dari kursi .


Ken berjalan terlebih dulu dan Rizky mengikuti nya dari belakang.


Papa .. " teriak Amyra yang menghentikan langkah Rizky .


" Apa sayang " ujar Rizky yang menoleh ke arah Amyra dan berjongkok menyetarakan tubuh nya dengan Amyra .


" Papa mau kemana ? " tanya Amyra


" Papa mau ke kantor sayang papa harus kerja " ucap Rizky sambil mengelus lembut rambut Amyra .


" Papa gak lupa kan sama janji papa " ujar Amyra


" Janji ? janji apa sayang " ucap Rizky lembut


" Papa janji mau ajak aku ke rumah sakit kan pa kita ketemu tante baik " ujar Amyra yang masih ingat janji papa nya .


" Ternyata Amyra masih ingat " batin Rizky .


" Iya , nanti kita kesana setelah papa pulang kerja ya " ujar Rizky membujuk Amyra .


" Janji pa " ujar Amyra


" Papa berangkat kerja dulu ya sayang " ucap Rizky yang mencium kening Amyra .


" Dadah papa " Amyra melambaikan tangan ya.


" Mia " teriak Rizky sebelum berangkat


" Iya pak bos " Mia pun datang menghampiri Rizky


" Jaga Amyra jangan di tinggal sendiri " ujar Rizky .


" Iya pak Bos " ujar Mia sambil mengangguk .


" Papa pergi dulu ya sayang " ucap Rizky seraya melambaikan tangan .


Sedangkan Amyra dan Nico masih dalam perjalanan pulang .


" Kapan kamu tiba di jakarta ? " tanya Amyra .


" Baru saja " jawab Nico .


" Aku pikir kamu tidak akan kembali " ujar Amyra .


" Aku sengaja menyusul mu kamu berhutang pada ku " jelas Nico


" Berhutang " tanya Amyra


" Saat di london kamu membiarkan ku jalan sendiri di malam hari aku sudah menyiapkan semua nya untuk malam itu " ujar Nico yang mengingat bagaimana rencana untuk mengungkapkan cinta nya gagal .


" Aku kan sudah minta maaf " ujar Amyra .


" Baiklah , sebagai permintaan maaf nanti malam kita dinner bagaimana ? " ujar Nico yang menatap Amyra .


" Tapi.." sebelum melanjutkan perkataan nya Nico sudah menyanggah nya .


" Aku tidak ingin penolakan " ujar Nico yang menatap lekat wajah Amyra .


" Malam nanti adalah malam yang ku tunggu tunggu , aku tidak bisa mengulur waktu lagi aku harus mengatakan nya pada mu " ujar Nico datar .


" Apa " tanya Amyra yang tidak mengerti maksud ucapan Nico . Tapi sebelum Nico sempat menjawab taksi yang di tumpangi Nico dan Amyra berhenti .


" Mba kita sudah sampai di rumah sakit " ucap sang sopir . membuat Nico terkesiap


" Rumah sakit " tanya Nico heran kenapa Amyra berhenti di rumah sakit .


" Aku harus turun , nenek ku di rawat di rumah sakit ini " jelas Amyra yang hendak membuka pintu mobil tapi pintu mobil di tahan oleh tangan Nico sehingga tidak bisa terbuka .


" Kamu belum menjawab ku " ujar Nico yang menatap tajam mata Amyra .


" Akan ku hubungi kau nanti " ujar Amyra yang memalingkan wajah nya dari pandangan Nico .


" Aku akan menjemput mu nanti malam " jelas Nico yang tidak ingin penolakan setelah itu Nico membiarkan Amyra turun dari taksi .


" Jemput aku di apartemen nanti malam " ujar Amyra yang membuat Nico tersenyum . lalu melangkah masuk ke dalam rumah sakit .


" Jalan pak " ujar Nico pada sopir taksi untuk segera melajukan mobil nya .


" Mungkin ini waktu ya untuk aku mengatakan nya " batin Nico seraya menatap kotak kecil yang terdapat cincin di dalam nya . Cincin yang ia beli saat di london.


" Lebih baik aku tidak memberitahu Amyra soal meninggal nya Aisyah itu akan lebih baik " batin Nico seraya menatap jalanan di balik kaca mobil.


...----------------...


Mobil taksi yang di tumpangi Nico berhenti tepat di apartemen nya yang sudah lama ia tinggalkan .


Nico berjalan menuju ruang apartemen nya walau pun sudah lama tidak di tinggali apartemen nya tetap terawat , bersih dan rapi karena Nico selalu menyuruh pihak apartemen untuk membersihkan nya .


Nico berjalan menuju kamar nya menyimpan koper yang ia bawa . lalu membaringkan tubuh nya di atas ranjang tidur nya seraya menatap langit langit kamar nya dengan kedua tangan yang di lipat di bawah kepalanya untuk di jadikan nya bantal .


Drt..drt..drt..


Tiba tiba ponsel nya berdering membuat Nico harus bangun dari tidur nya untuk mengangkat telepon nya .


'' halo pa " ucap Nico pada sambungan telepon .


" Kamu dimana kenapa belum pulang " tanya Chandra di ujung sana .


" Aku pulang ke apartemen pa " jawab Nico datar.


" Oh begitu , bisa kah kau kemari Anita sudah memasak banyak kita makan sama sama sore ini kamu juga belum bertemu Rizky dan Anita kan ?" ujar Chandra .


" Baik pa , sebentar lagi aku kesana " ucap Nico datar lalu menutup telepon nya .


Tut.


Nico kembali merebahkan tubuh nya di atas ranjang nya sambil menatap ke arah langit langit kamar .


Apa Rizky melihat ku tadi , aku harap dia tidak mengenali ku sebaik nya Rizky juga tidak boleh mengetahui bahwa Amyra sudah kembali itu akan lebih baik.


Nico kembali membatin . Entah kenapa setelah mengetahui Aisyah meninggal Nico seperti takut akan kehilangan Amyra Nico takut kalau Amyra akan kembali bersama Rizky .


Aku tidak akan membiarkan kau pergi lagi dari hidup ku Amyra , dan aku tidak akan membiarkan Rizky mengambil kembali Amyra itulah rencana ku .


Batin Nico , sekarang Nico benar benar di butakan cinta nya . Cinta Nico menjadi obsesi.